Wednesday, February 22, 2017

Bantahan Terhadap Teori Gujarat dan Persia

Kebanyakan orang telah mengetahui bahwasanya Islam datang ke Nusantara (Indonesia) pada abad ke-13 M. Tentunya pengetahuan ini berdasarkan teori Gujarat dan Teori Persia. Apa itu teori Gujarat-Persia, dan bagaimana bisa Islam datang ke Indonesia pada abad ke-13 M langsung mendirikan kerajaan Islam Samudra Pasai yang didirikan pada tahun 1275 M/ abad ke-13 M?

Kami akan memaparkan dulu apa itu teori Gujarat, dan apa itu teori Persia?

a.       Teori Gujarat
Teori ini menyatakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M. Pendukung teori ini adalah Snouck Hurgronye, W.F. Stutterheim, dan Bernard H.M Vlekke. Islam tidak mungkin masuk ke Indonesia dari Arab tanpa melalui tasawuf yang berkembang di India. Gujarat itu merupakan India.

Bantahan; Pendapat ini lemah, karena tidak menjelaskan masa masuknya dan masa perkembangannya. Apa mungkin Islam datang ke Samudra Pasai (Indonesia) langsung mendirikan kekuasaan politik/kerajaan pada abad ke-13 M? Dan tidak menjelaskan di Gujarat menganut mazhab apa dan di Samudra Pasai menganut mazhab apa?[1]

b.      Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa agama Islam masuk pada abad ke–13 M dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Pendukung pendapat ini adalah Prof. Dr. Abu Bakar Atjeh yang mengikuti pandangan Dr. Hoesein Djajaningrat. Islam datang dari Persia, dan menganut mazhab Syiah. Ini didasarkan pengejaan baca al-Qur’an menurut bacaan persia. Misal Ft-hah dalam Persia adalah jabar, kasroh-je er, dhommah – py es.

Bantahan; pendapat ini pun lemah, karena tidak semua pengguna pengejaan bacaan al-Qur’an seperti ejaan Persia menganut Syiah. Bukankahnya dulu Bagdad (bagian dari Persia) sebagai pusat ibu kotanya Khialafah Islam bani Abbasiyah menganut mazhab Syafe’i?[2] Apakah mayoritas muslim Indonesia bermazhab Syi’ah saat ini?

Lantas kalau begitu, sebenarnya kapan Islam masuk ke Indonesia?

Teori Mekkah ini didukung oleh Hamka, Van Luer, N.A. Baloch dan T.W. Arnold.[3] Bahwa Islam datang ke Indonesia pada abad 7 M. Fakta ini diangkat dari Berita Cina Dinasti Tang yang menuturkan telah ditemuinya daerah hunian pedagang Arab Islam di pantai barat Sumatra. Hal ini dapat disimpulkan pedagang ini berasal dari Arab.  M.C. Ricklefs memastikan Islam datang ke Indonesia pada zaman Khalifah Utsman bin Affan. Karena zaman Khalifah Utsman telah ada hubungan dagang dengan Cina, sehingga pada abad IX sudah ada ribuan pedagang Muslim di Kanton.  Kontak dunia Islam dengan Cina terpelihara melalui jalur laut, terutama melalui perairan Indonesia.[4] N. A. Baloch menjelaskan telah terjadi pengembangan Islam hingga pedalaman pada abad ke-6 H/ 13 M. Islamisasi di Indonesia selama 5 abad dari 7 M hingga 13 M sangat langka bukti tertulisnya, sehingga sampai saat ini masih terjadi perdebatan apakah yang mempunyai peran Islamisasi itu kalangan Sufi atau pedagang.

Selesai di kaki Gunung Gede Pangrango






[1] Api Sejarah Jilid I, Ahmad Mansur Suryanegara, hlm. 99
[2] Ibid. Hlm. 100
[3] Ibid. Hlm. 99-102.
[4] Sejarah Indonesia Modern, M.C. Ricklefs, hlm. 3-4

Artikel Terkait