Friday, March 31, 2017

Reaksi Keras Terhadap Penangkapan Penggerak Aksi 313

Penangkapan terhadap Sekjen FUI, Muhammad Al- Khaththath sebagai inisiator aksi 313 mendapatkan kritikan pedas dari berbagai kalangan. Ada 5 orang yang ditangkap oleh pihak kepolisian, salah satunya Muhammad Al- Khaththath.  
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Rikwanto mengklaim kepolisian memiliki bukti- bukti cukup tentang adanya pemufakatan makar dalam aksi 313, sehingga 5 orang tersebut ditangkap. Namun pihak kepolisian belum bisa menyampaikan bukti-buktinya  (Republika/31-3-17).

Wakil Ketua komisi III DPR RI, Desmon Junaidi Mahesa, mengkritik keras atas penangkapan ini, karena tuduhan makar akan membahayakan Islam.  Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah, pun tak kalah keras dalam mengkritiknya. Ia berujar, jangan sampai kekuasaan yang memiliki penegak hukum dipakai untuk menakut-nakuti pihak yang berseberangan dengan penguasa di negara demokrasi  (Republika/31-3-17)

Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin pun kaget atas penangkapan sekjen FUI sebagai inisiator aksi 313. Ia menghimbau agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Tak ketinggalan juga, Jubir HTI Ismail Yusanto mempertanyakan keadilan hukum. Dan menganggapnya sebuah kedzaliman (Republika/31-3-17)

Itulah beberapa kritikan keras dari pihak DPR RI hingga ormas Islam. Meskipun inisiator aksi ditahan oleh pihak kepolisian, aksi 313 tadi siang berjalan tertib dan bubar secara khidmat. Tuntutan mereka hanya satu, copot jabatan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.
(Konferensi Pers sebelum aksi 313/Megapolitan-Kompas.com)




KAMMI Aceh Launching NGOPI (Ngobrol Pemuda Islami)

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)) Aceh dalam rangka menyukseskan Milad ke 19 telah melaunching program NGOPI (Ngobrol Pemuda Islami).Program ini akan dilaksanakan setiap seminggu sekali di warung kopi dengan mengundang pemateri dari berbagai stakeholder mulai dari unsur Ulama,  akademisi,  pemerintahan,  tokoh masyarakat,  hingga militer.

Program NGOPI ini bertujuan untuk membangkitkan semangat diskusi di kalangan pemuda Islam Aceh agar mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan.  Melalui diskusi yang akan dikemas nantinya diharapakan para pemuda Islam semakin terupgrade kualitas dan kapabalitas dirinya.

Tema Diskusi yang akan  digelar di program "NGOPI" meliputi masalah keagamaan,  pendidikan,  politik,  ekonomi,  sosial kemasyarakatan, dan hingga sejarah. Dengan tema-tema ini maka setiap pemuda Aceh yang mengikuti diskusi ini akan memiliki wawasan yang luas dan memiliki modal untuk bagaimana menjadi pemuda Islam yang cerdas yang siap menjadi pemimpin.

Tuanku Muhammad selaku Ketua Umum PW KAMMI Aceh di acara lounching "NGOPI" pagi tadi menyebutkan bahwa sudah saatnya kita sebagai Pemuda Islam Aceh untuk bangkit dan mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin ddi masa depan.  Sehingga dengan adanya program diskusi ini akan membuat pemuda Aceh memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek keilmuan.  Jangan sampai ketika menjadi pemimpin tidak tahu harus berbuat apa yang terbaik untuk rakyatnya. Sudah saatnya kedepan Aceh dipimpin oleh orang-orang yang cerdas dan kuat.

Program "Ngopi"  ini terbuka untuk seluruh pemuda Islam Aceh. Oleh karena itu, Ahsanul Abid selaku koordinator program "NGOPi" berharap dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat Aceh, baik Pemerintah, Tokoh Masyarakat, LSM, Ormas, OKP, Lembaga Kemahasiswaan dan rekan-rekan Media untuk dapat berpartisipasi, berdiskusi bersama, sehingga dapat melahirkan pemikiran, ide, gagasan, dan solusi konstruktif dalam melahirkan Pemuda Aceh yang islami yang siap menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

*Banda Aceh, 31 Maret 2017*
Ttd.

Ahsanul Abid,  S. Pd.
Kabid Kaderisasi PW KAMMI Aceh

Thursday, March 30, 2017

Ketika Banten Bercerai Dari Demak

Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di pulau Jawa. Sultan pertama adalah Raden Patah yang mendapatkan restu dari para wali yang berpengaruh. Kesultanan Demak merupakan pewaris legitimasi dari Kerajaan Majapahit.


Ketika Sunan Gunung Djati menikahi adik perempuannya Sultan Trenggana dari kesultanan Demak, ia memerintahkan Sunan Gunung Djati untuk merintis dakwah di wilayah Sunda Jawa Barat. Sementara Sultan Trenggana memperluas ekpansi militernya ke  Jawa Timur walaupun pada akhirnya ia gugur dalam peperangan di Penarukan.

Setelah berdakwah di Cirebon, Sunan Gunung Djati bersama putranya bernama Hassanudin pergi ke Banten. Ia merintis awal berdirinya Kesultanan Islam di Banten. Ia berusaha untuk menggagalkan usaha konspirasi anti Demak yang merupakan koalisi Banten bersama Portugis.

Sekitar tahun 1523-4, Sunan Gunung Djati dengan bantuan tentara Demak mendirikan suatu pusat perdagangan yang merupakan pangkalan yang strategis di Jawa Barat. Ia juga berhasil menggulingkan penguasa Banten, dan mengakhiri  perjanjian dengan pihak Portugis.


Pada tahun 1552 M Sunan Gunung Djati menyerahkan kekuasaannya kepada anaknya bernama Hassanudin. Sultan Hassanudin memperluas kekuasaannya ke wilayah Sumatra Selatan dan lampung yang merupakan penghasil lada. Sultan Hassanudin berkuasa dari tahun 1552 hingga 1570 M.  Setelah  gugurnya Sultan Trenggana, Kesultanan Demak tengah terjadi konflik internal keluarga kesultanan. Hal ini yang menyebabkan Sultan Hassanudin mendeklarasikan kemerdekaan Kesultanan Banten, terlepas dari penerus Kesultanan Demak.

(Salah Satu Situs Sejarah Kesultanan Banten/Regional.liputan6.com)
Sumber :
Sejarah Indonesia Modern karya M.C. Ricklefs
SKI karya Mukarom

Wednesday, March 29, 2017

Ketika Utsman bin Affan Patah Hati

Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi yang mulia. Ia seorang saudagar yang ulung dan kaya raya. Ternyata sebaik-baiknya Utsman bin Affan punya kisah cinta yang kelam. Mari ikuti alur kisahnya ketika Utsman bin Affan patah hati.

Waktu itu tersebar berita bahwasanya Nabi Muhammad hendak menikahkan anak gadisnya yang cantik jelita bernama Ruqayyah dengan seorang pemuda. Ketika Utsman bin Affan mengetahui berita ini, ia menangis dan merasakan hatinya telah hancur. Betapa ia sudah tergila-gila dengan kecantikannya puteri Nabi itu. Iya sudah sejak lama ia mendambakan Ruqayyah binti Rosulullah.

Utsman bin Affan langsung menghadap bibinya yang kebetulan berprofesi sebagai supranatural yang handal. Sebelum Utsman menyampaikan, bibinya sudah tahu betapa terluka hatinya atas pujaan hati yang tak kunjung dinikahi. 

Bibinya berkata, “Bergemberilah hai Utsman, karena Allah akan memberimu tiga kehormatan, ditambah tiga, ditambah tiga lagi, kemudian ditambah satu dari keluargaku; sehingga jumlahnya genap menjadi sepuluh kehormatan. “ Bibinya melanjutkan lagi, “Hakikatnya engkau mendapatkan anugerah. Tetapi, didahului dengan berita yang menyakitkan hatimu. Demi Allah, engkau akan menikahi perempuan yang telah bersuami. Ia cantik jelita. Tetapi  karena engkau perjaka tampan, maka sebenarnya ia masih gadis. Engkau akan mencurahkan cintamu kepadanya. Dialah puteri seseorang yang agung derajatnya, lulur perangainya dan setinggi langit.”

Utsman tidak memahami bahasa supranatural bibinya,ia bertanya, “Wahai bibi, aku tidak memahami apa yang bibi maksudkan dengan 10 kehormatan? Dan siapa perempuan yang sudah bersuami itu?”

“Utsman, Utsman! Kamu ini tampan tapi bodoh! Siapa sih gadis impianmu! Percayalah ia akan dinikahkan denganmu. Ia puteri pembawa agama yang haq!Maka ikatkanlah hatimu dengannya dan tinggalkanlah berhala-berhala yang tidak akan menyusahkanmu itu! Niscaya engkau mendapat derajat yang tinggi sebanding dengan sepuluh kehormatan bagimu,” Ujar bibinya.

Lalu Utsman menjawabnya, “Sungguh bibi mengatakan yang tidak mungkin terjadi di negeri ini. Ia adalah puteri Muhammad bin Abdullah yang disegani banyak orang. Maka ucapannya (soal pernikahan Rukayah dengan pemuda lain), pastilah benar.”

Dengan keyakinannya, bibinya berkata, “Sungguh cahayanya bersinar terang. Agamanya adalah keselamatan. Urusannya selalu sukses. Tenanglah wahai kemenakanku. Puteri cantiknya pasti akan dinikahkan denganmu.”[1]

Dengan hati yang kesal, Utsman bin Affan pergi. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Abu Bakar. Kemudian ia menceritakan  kepadanya kerisauan hatinya.  Terjadi percakapan antara Abu Bakar dengannya tentang patung-patung berhala yang tidak memberikan manfaat sama sekali.  Lalu Abu Bakar membawanya kepada Nabi. Nabi menyeru Utsman untuk masuk Islam. Utsman menyatakan keislamannya di hadapan Nabi.


Ketika Rosulullah berdakwah secara terbuka di atas bukit Shafa, Abu Lahab (paman Nabi) menentangnya secara keras. Ia memerintahkan anaknya untuk menceraikan Ruqayyah puteri Rosulullah. 

Tak lama kemudian, Rosulullah menikahkan Ruqayyah dengan Utsman bin Affan. Akhirnya wanita pujaan hatinya kini berada dalam dekapan hatinya. Betapa senangnya hati Utsman. Abu Bakar pun bersyair;

“Sebaik-baik istri yang dilihat insan, adalah Ruqayyah istri Utsman.”
Kemudian bibinya menyahut;

Benarlah ramalanku, Allah menunjuki Utsman
Ia pun menginsyafkanku, turut mendapa kebanaran.
Kami mengikuti Muhammad, demi kebanaran
Agama yang benar, telah sekian lama kami impikan

Sang pembawa kebenaran, menikahkan puterinya
Pasangan ideal bak purnama dan matahari di angkasa
Tebusanmu, wahai putra bani Hasyim, adalah jiwaku
Engkau utusan Allah kepada semua kaummu[2]





[1] Percakapan ini diambil dari buku berjudul Biografi&Keteladanan 10 Sahabat Ahli Surga karya M. Nipan Abdul Halim. Hlm 145-146
[2] Ibid, hlm 147.

Monday, March 27, 2017

Dampak Brexit : Indonesia Jadi Pasar Produk Negara Industri Baru

Referendum (Britain to Exit) Brexit yang terjadi pada Juni 2016 lalu membuat dunia terkejut. Hasil referendum menunjukkan 52 persen rakyat Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa. Kecemasan akan terjadinya referendum serupa di negara anggota UE lainnya juga membayangi, apakah ini sinyal dari berakhirnya regionalisme seperti UE. Menanggapi hal tersebut, Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI telah menggelar Diskusi Online Milad KAMMI ke-19 pada hari Sabtu (25/3/2017).

Diskusi Online tersebut menghadirkan Budi Kurniawan (Kandidat Ph.D University of Leeds – United Kingdom) sebagai narasumber dan Restu Pera (Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI) sebagai moderator dalam diskusi yang mengangkat tema “Fenomena Brexit dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Dunia”.

“Isu Brexit ini menunjukkan bahwa negara besar seperti UK saja mengalami gesekan antara kaum pribumi dan imigran. Munculnya keresahan dikarenakan semakin sulitnya mencari pekerjaan akibat masuknya gelombang tenaga kerja non-UK. Apakah ini menunjukkan imbas negatif dari kebijakan pasar bebas?”, pantik Restu membuka diskusi.

Menanggapi isu tersebut Budi Kurniawan menyatakan bahwa Brexit adalah sinyal pertama kegagalan pasar bebas. “UK pada akhirnya menjadi pasar produk industri negara lain ketimbang eksportir. Saat ini UK kalah bersaing dengan Jerman yang menjadi negara industri terkuat di Eropa, hal ini menimbulkan kekecewaan domestik”, ungkapnya.

“Pada level elite politik, Brexit adalah salah satu cara untuk mengambil suara kelompok konservatif yang menguat di Inggris. Posisi imigran yang menguat secara ekonomi juga menimbulkan sentimen anti imigran. Ditambah dengan problem krisis ekonomi Yunani yang menjadi beban anggaran bagi negara anggota UE, sehingga keluar dari UE adalah pilihan yang praktis”, tegas Budi Kurniawan.

Di tengah melemahnya tren regionalisme ekonomi, pengamat politik Universitas Lampung itu kemudian mempertanyakan keinginan Presiden Jokowi untuk masuk ke dalam skema Trans Pacific Partnership (TPP).

“Kebijakan ekonomi Eropa dan termasuk Amerika Serikat di era Donald Trump ini cenderung akan menutup diri. Trump sudah membawa AS keluar dari TPP, mengapa Jokowi berencana bergabung dengan TPP sekarang? Dahulu Presiden SBY menganggap platform TPP terlalu liberal bagi Indonesia. Apakah kebijakan Jokowi ini menunjukkan bahwa rezimnya lebih neoliberal dibandingkan SBY?”, ujarnya.  

Budi Kurniawan kembali menegaskan dampak Brexit bagi Indonesia, “Akibat Brexit negara-negara yang surplus perdagangan, para negara industri baru, seperti China, Jepang, Korea, India dan Taiwan akan mengalihkan produknya ke pasar Asia yang terbuka. Khususnya Indonesia yang jumlah penduduknya besar namun industrialisasinya mandeg”.

Terkait dengan Diskusi Online KAMMI, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Adhe Nuansa Wibisono, menyatakan diskusi ini dilakukan dalam menyambut milad KAMMI ke-19 dan dilakukan secara online agar dapat menjangkau audiens lintas daerah dan lintas negara.

“Bidang HLN PP KAMMI mengadakan diskusi online ini dalam menyambut Milad KAMMI ke-19 yang puncaknya akan jatuh pada 29 Maret 2017. Metode diskusi online membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah masalah dalam pertukaran ide dan gagasan”, ujarnya.

“Narasumber sendiri saat ini sedang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Inggris. Sedangkan pesertanya adalah ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta tercatat berasal dari Aceh, Medan, Riau, Lubuk Linggau, Jabotabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Nusa Tenggara Barat, Banjarmasin, Palangkaraya, Makassar dan Merauke. Bahkan juga terdapat perwakilan peserta dari IKRAM Siswa Malaysia, FMSA Singapura serta mahasiswa Indonesia di Malaysia, Mesir dan Inggris”, pungkasnya.
(Budi Kurniawan)


Sunday, March 26, 2017

Tahun Duka Citanya Rosulullah

Khadijah adalah istri Nabi yang pertama. Beliau selalu ada di saat Rosulullah menghadapi masalah-masalah berat, beliau yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya. Hanya selisih waktu satu bulan lima hari, Abu Thalib meninggal dunia. Ia selalu memberikan dukungan kepada Rosulullah dalam menghadapi kaumnya.

Baca juga Ketika Rosulullah Memohonkan Ampun Untuk Abu Thalib

Wafatnya Khadijah dan Abu Thalib merupakan tahun ber duka cita bagi Rosulullah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 10 kenabian. Tahun ini begitu berat dan hebatnya penderitaan yang dialami beliau dalam jalan dakwah ini.
(sumber:pernikdunia.com)
Setelah Abu Thalib wafat, kaum Quraisy lebih leluasa melancarkan penyiksaan terhadap Rosulullah. Bahkan lebih berani lagi daripada sebelumnya. Sampai orang-orang awam Quraisy pun berani melemparkan kotoran ke atas kepala beliau sehingga Rosulullah pulang ke rumah dengan berlumuran tanah. Melihat hal ini, salah seorang puteri beliau bangkit membersihkan kotoran dari atas kepalanya sambil menangis. Rosulullah Saw. berkata kepadanya, “Janganlah engkau menangis, wahai anakku. Sesungguhnya, Allah akan menolong bapakmu.

Shollu ‘alan Nabi

Sumber: 1. Sirah Nabawiyah karya M. Said Ramadhan al-Buhty
             2. Sirah Nabawiyah karya Abu Bakar Jabir al-Jazai'iri

Thursday, March 23, 2017

KAMMI: Waspadai Potensi Skandal Papa Minta Saham Jilid II

Jakarta (23/2) - Terkait keengganan PT Freeport Indonesia (PTFI) melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah diatur dalam PP Nomor 1 Tahun 2017 dan mengancam membawa polemik ini ke Badan arbitrase internasional, PP KAMMI meminta pemerintah tegas terhadap PTFI demi menunjukkan kedaulatan bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Riko P. Tanjung selaku ketua PP KAMMI Bidang Kebijakan Publik dalam diskusi bertajuk “Nasionalisasi Freeport untuk Kedaulatan Bangsa” di Warung Komando, Jakarta Selatan, Kamis (23/3).

“Kalau ada perusahan asing yang tidak mau mematuhi aturan yang ada di negara Indoensia, silakan angkat kaki dari sini. Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat," ujar Riko.

Riko menambahkan, kebijakan pemerintah Indonesia yang melakukan perbaikan aturan untuk memaksimalkan pemasukan negara dalam sektor tambang perlu mendapat dukungan dari semua pihak. “Setiap kebijakan yang bertujuan untuk memaksimalkan pemasukan negara dari sektor eksplorasi sumber daya alam perlu mendapat dukungan dari seluruh rakyat. Hal ini akan berefek baik kepada pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat," imbuhnya.

Riko juga mengingatkan potensi adanya oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan situasi ini demi kepentingan pribadi atau golongan, seperti skandal 'papa minta saham' yang terjadi sebelumnya.

“Pemerintah perlu kita ingatkan akan adanya skandal "papa minta saham" jilid II. Ada oknum-oknum yang akan mencoba mengambil kesempatan dalam negosiasi ini seperti kejadian sebelumnya, dimana seorang pimpinan DPR meminta 20 % saham perorangan dan 49 % saham proyek PLTA Urumuka Papua dalam rangka memperlancar negosiasi Freeport,” tandasnya.

Untuk itu, Riko meminta masalah ini diselesaikan dengan transparan dan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.

Negosisasi harus dilakukan dengan transparan dan mengutamakan kepentingan nasional sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945, bahwa semua sumber daya alam yang terkandung di bumi Indonesia dikuasai oleh negara dan di manfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.


Nara hubung
Riko P Tanjung
Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI
085261389343

Wednesday, March 22, 2017

Para Utusan Luar Mekkah Yang Masuk Islam

Di Tengah terjadinya gangguan, siksaan, dan pemboikotan ekonomi terhadap Rosulullah dan sahabatnya, datanglah orang-orang yang berjumlah 30 lebih bersama Jafar bin Abi Thalib kepada Rosulullah.  Mereka beragama Nasroni yang berasal dari Habsyah. Setelah bertemu seraya mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dibacakan oleh Rosulullah Saw. mereka masuk Islam.

Ketika berita ini sampai kepada Abu Jahal, ia segera mendatangi mereka seraya berkata, “Kami belum pernah melihat utusan yang paling bodoh kecuali kamu! Kamu diutus oleh kaummu untuk menyelidiki orang ini, tetapi sebelum kamu duduk tenang dihadapannya, kamu sudah melepaskan agamamu dan membenarkan apa yang yang diucapkannya.” Mereka menjawab, “Semoga keselamatan atasmu. Kami tidak mau bertindak bodoh seperti kamu. Biarlah kami mengikuti pendirian kami dan kamu pun bebas mengikuti pendirianmu. Kami tidak ingin kehilangan kesempatan yang baik ini.”

Berkaitan dengan ini, turunlah al-Qur’an surat al-Qashash ayat 52-55.

Disimpulkan dari Sirah Nabawiyah karya Muhammad Said Ramadhan al-Buhty


*Dalam sirahnya karya Umar Abdul Jabbar menyatakan mereka berasal dari Nasroni Najran. Najran  berada antara Yaman dan Mekkah. Mereka mendatangi Rosulullah melalui perantara yang hijrah ke Habsyah. Wallahu ‘alam



Tuesday, March 21, 2017

Belajar Dari Seorang Anak Yatim Yang Paling Berpengaruh

Dari dulu saya mengagumi dengan seseorang yang sangat berpengaruh sampai saat ini. Mempelajari kisahnya tidak pernah bosan sama sekali. Beliau memang dulunya terlahir sebagai anak yatim. Baiklah saya akan menguraikan kisahnya sebagai berikut ini.

Seorang ayah yang terpandang menikahkan anaknya bernama Abdullah dengan seorang wanita yang baik dan terhormat oleh kalangan sukunya. Mereka berdua melangsungkan pernikahan suci, walaupun pada waktu itu berada di tengah-tengah moral yang sudah rusak. Tidak lama kemudian sang wanita tersebut hamil, dan ini berita gembira bagi kedua keluarganya.

Suatu hari sang ayah menyuruh anaknya yang paling dicintainya untuk pergi ke Yastrib untuk mengurus kebun kurma. Sang anak itu meninggal dunia di sana, ini merupakan berita sedih bagi istri sang anak itu yang sedang hamil, sekaligus sang ayah merasa kehilangan yang sangat mendalam.

Ketika pasukan gajah gagal menyerang Ka’bah, lahirlah seorang bayi lelaki dari sang wanita itu. Sang ayah sudah menjadi kakek untuk si bayi yang sudah yatim itu, sang kakek ini memberikan nama untuk bayi yatim ini bernama MUHAMMAD serta mendoakanya di dalam Ka’bah. Sebuah nama yang belum ada pada waktu itu, nama yang sangat bagus.

Muhammad kecil diasuh oleh Halimah di perkampungan bani Sa’d. Pada usia 5 tahun dikembalikan pada ibunya, sang wanita itu bernama Aminah. Aminah dan Muhammad kecil meminta ijin untuk berziarah ke makam ayahnya di Yastrib. Sang kakek mengijinkan mereka berdua dengan senang hati. Mereka berdua  disertai rombongan lainya  pergi ke Yastrib, dan tinggal di sana selama sebulan. Kemudian mereka bersiap-siap akan pulang kembali ke Mekkah, di tengah perjalanan, ibunya Muhammad kecil ini jatuh sakit, dan akhirnya meninggal di Abwa. Kini Muhammad kecil itu berstatus yatim piatu, dia tidak pernah merasakan kasih sayang ayahnya, apalagi di pangkuan ibunya hanya sebentar. Kita pasti akan menangis jika melihat seorang anak yang masih kecil ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

Kini Muhammad kecil itu berada dalam pangkuan sang kakek. Sang kakek mendekapnya dengan erat, karena cucunya ini harus menghadapi cobaan yang berat atas lukanya yang lama. Sang kakek menyayangi Muhammad kecil ini lebih dari anak-anaknya sendiri. Sayangnya sang kakek itu pergi telah tiada ketika Muhammad kecil berusia 8 tahun.

Paman Muhammad kecil itu bernama Abu Thalib mengasuhnya, dan menganggapnya sebagai anak kandungnya sendiri.  Beliau mengerti keadaan ekonomi pamannya, Beliau mengembala kambing punya orang dengan beberapa upah. Beliau tidak mau menjadi beban bagi pamannya. Ketika ekonomi pamannya membaik, beliau waktu itu berusia 12 tahun diajaknya oleh paman untuk berdagang ke wilayah Syam.[1] Perjalanan dagang lintas negara ini lah yang membuat Muhammad kecil itu harus belajar, dan beliau belajar bagaimana menjadi pedagang yang baik.

Dari usia sekitar 15 hingga 20 tahun ada dua peristiwa yang dihadiri oleh Muhammad Muda itu. Yang pertama peperangan Fijar, dan kedua peristiwa Hilful Fudhul. Dalam peristiwa perang Fijar usia Muhammad 15 tahun, beliau mengumpulkan anak-anak panah untuk pamannya. Setelah peristiwa tersebut, beliau ikut serta dalam peristiwa Hilful Fudhul. Peristiwa Hilful Fudhul ini sebagai tempat musyawarah untuk memberikan keadilan kepada orang yang terdzolimi. Kedua peristiwa ini memberikan pengaruh yang besar pada dirinya pada masa yang akan datang.

Ketika Khadijah, seorang wanita kaya raya dan terhormat, memberikan kepercayaan kepada Muhammad muda untuk memperdagangkan barang-barangnya ke Syam. Kepulangan dari Syam, beliau membawa keuntungan yang besar, dimana belum pernah terjadi sebelumnya. Selain kepandaian Muhammad muda dalam berdagang, Khadijah pun terpikat dengan akhlaknya. Inilah ketertarikannya Khadijah yang berujung dalam pernikahan yang suci. 

Muhammad muda terlibat dalam renovasi Ka’bah. Ketika terjadi perselisihan hampir terjadinya perang, beliau menghamparkan kain selendang lalu meletakkan batu Hajar Aswad di atasnya. Lalu beliau menawarkan tiap pemimpin kabilah untuk memegang bersama-sama, dan memindahkannya secara bersama-sama ke tempat maqam dekat Ka’bah. Solusi ini sangat jitu, semuanya puas dan memberikan gelar al-Amin (terpercaya) untuknya.

Ketika Muhammad berusia 40 tahun menerima wahyu, dan mulai berdakwah secara rahasia. Mulai saat itulah Muhammad dipanggil dengan Rosulullah Saw. Beliau mulai dimusuhi oleh kaumnya ketika berdakwah secara terang-terangan. Padahal sebelumnya, beliau orang yang sangat terpercaya. Berbagai ujian dihadapinya dengan sabar, terlebih paman dan istrinya telah tiada ujian semakin berat. Beliau bersama Abu Bakar ra berhijrah ke Yastrib yang kemudian hari berubah menjadi Madinah. Sebelumnya berangkat hijrah, beliau menyuruh kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan semua barang titipan kepada pemiliknya. Ah luar biasa beliau ini, ditengah gangguan semakin keras terhadap dirinya, tapi tidak lupa pada amanah yang diembannya.

Rosulullah Saw. mengubah nama Yastrib menjadi Madinah. Beliau membangun masyarakat Madinah menjadi masyarakat beradab sebagai pondasi utama jayanya Peradaban Islam. Dalam peperangan pun, beliau menguasai strategi militer dengan sangat baik. Dalam perang Uhud jika pasukan pemanah taat atas perintah beliau, peperangan akan dimenangkan oleh pasukan Islam. Begitu pula dalam perang Khandak/Ahzab, beliau memanfaatkan sarannya Salman al-Farisi dan siasat lainnya dalam memenangkan peperangan tanpa bertempur sama sekali. Padahal, pasukan yang dipimpin oleh Abu Sufyan sangat banyak dan merupakan pasukan koalisi berbagai kabilah.

Ketika kaum Quraisy melanggar perjanjian damai Hudaibiyah pada tahun 8 H, Rosulullah bersama 10.000 pasukannya bergerak menuju Mekkah. penaklukkan Mekkah tanpa adanya pertumpahan darah sama sekali. Beliau mengembalikan tempat suci Ka’bah seperti semula yang dibangun oleh nenek moyangnya, Nabi Ibrahim dan Ismail. Di mana Nabi Ibrahim bersama putranya membangun Ka’bah sebagai rumah ibadah yang pada waktu itu tidak ada sama sekali patung-patung berhala sesembahan.

Inilah kenapa kita harus belajar dari anak yang terlahir sebagai yatim. Menghadapi berbagai ujian yang berat dengan tegar dan sabar. Tidak lah aneh jika penulis ternama, Michael H. Hart, menempatkan Rosulullah pada peringkat pertama tokoh yang paling berpengaruh.

Selesai di kaki gunung Gede Pangrango yang dingin.
*Tulisan ini pernah diterbitkan di UCNews


[1] Syam dulu merupakan koloninya Byzantine (Romawi Timur, kini terbagi wilayah negara Suriah, Lebanon, Palestina, dan Yordania.

Monday, March 20, 2017

Cara Dakwah Walisongo Yang Profesional

Islamisasi di Nusantara tidak terlepas dari peran dakwah para da’i. Di nusantara yang lebih dikenal dakwahnya walisongo. Pada tulisan ini akan menerangkan cara-cara dakwah para wali yang profesional yang mampu memikat masyarakat Nusantara untuk masuk Islam.

Syekh Maulana Malik Ibrahim

Ia berasal dari Samarkand, Asia Tengah. Setelah merasa cukup berdakwahnya di Campa, Kamboja, ia merantau ke pulau Jawa, yakni desa Sembalo yang ada di Gresik. Pada waktu itu merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit. Aktivitas dakwah pertamanya membuka warung  dengan menyediakan bahan-bahan pokok yang murah. Ia juga menyediakan pengobatan secara gratis dan mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia pun mampu merangkul masyarakat kasta bawah yang disisihkan dalam Hindu. Pada waktu itu masyarakat sedang dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Memang tepat cara berdakwahnya Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Sunan Ampel

Nama aslinya adalah Raden Rahmat, ia merupakan anak tertua dari Syekh Maulana Malik Ibrahim. Ia pernah singgah di Palembang selama 3 tahun, lalu melanjutkan perjalanan ke Gresik.  Sunan Ampel memiliki hubungan politik dengan kerajaan Majapahit sehingga ia dikasih hadiah berupa daerah yang berawa-rawa, di Ampel Denta. Di sana ia membangun dan mengembangkan pondok pesantren, lalu menyebarkan para santrinya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura. Ia juga ikut membidangi berdirinya Kerajaan Islam Demak. Sultan pertamanya, Raden Patah, merupakan santrinya.

Sunan Giri

Sunan Giri merupakan salah satu muridnya Sunan Ampel. Ia membuka pesantren di desa Sidomukti, selatan Gresik. Ia juga merupakan penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak.

Sunan Gunung Djati

Nama aslinya adalah Syarif Hidayatullah. Ia merupakan saudara iparnya Sultan Trenggana Kesultanan Demak yang diutus untuk berdakwah di Jawa Barat. Ia dikenal sebagai pendiri Kesultanan Islam Cirebon dan Banten.

Sunan Bonang

Sunan Bonang merupakan anaknya Sunan Ampel. Selain menjadi imam resmi pertama Kesultanan Demak, ia suka berkelana ke daerah-daerah sulit. Ia membuat beberapa karya dalam sastra, dan mengubah gamelan Jawa (nuansa Hindu) dengan memberi suasana baru. Tembang ‘Tombo Ati’ merupakan salah satu karyanya.


Sunan Drajat

Ia juga merupakan anaknya Sunan Ampel, lalu ditugaskan oleh ayahnya untuk berdakwah di pesisir  Gresik. Dalam berdakwah ia mengambil cara ayahnya, tidak banyak mendekati budaya lokal. Ia mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, kini bernama desa Drajat, Paciran-Lamongan.

Sunan Kalijaga

Cara dakwahnya sama yang dilakukan mentornya, Sunan Bonang. Paham keagamaanya cenderung ‘sufistik berbasis salaf’. Ia lebih memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana dakwahnya, karena ia sangat toleran dengan budaya lokal. Prinsip dakwahnya; masyarakat harus didekati secara bertahap, mengikuti sambil mempengaruhi. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwahnya.

Sunan Kudus

Sunan Kudus banyak berguru kepada Sunan Kalijaga. Karena para wali kesulitan berdakwah di Kudus yang notabenenya masyarakat yang sangat taat pada ajaran Hindu dan Budha, maka diutuslah Sunan Kudus ke sana. Sunan Kudus cara berdakwahnya suka menggunakan simbol-simbol Hindu dan Budha. Misal, untuk memancing minat masyarakat Kudus untuk pergi ke Masjid mendengarkan dakwahnya, ia sengaja menambatkan sapi (binatang yang dimuliakan dalam Hindu) di halaman masjid. Masyarakat Hindu menjadi simpati, dan mendengarkan penjelasan Sunan Kudus tentang Qur’an Surat al-Baqarah yang kebetulan artinya adalah ‘sapi.’

Sunan Muria

Ia merupakan anaknya Sunan Kalijaga. Ia banyak mengambil cara dakwah ayahnya, namun lebih menyukai tinggal di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota untuk berdakwah. Ia pandai bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan bercocok tanam, berdagang, dan melaut.

Hikmah

Kewajiban berdakwah bukan hanya tugas para ulama, tetapi setiap muslim. karena ada tuntutan untuk berdakwah walaupun hanya satu ayat. Menggabungkan cara dakwah dengan keahlian tertentu sangat dianjurkan, sebagaimana dakwahnya walisongo disesuaikan dengan kondisi dan keahlian tertentu. Semoga tulisan ini bermanfaat.

(Sumber gambar: MohLimo.com)
Selesai di kaki gunung Gede Pangrango

Sunday, March 19, 2017

Salman Al-Farisi, Pejabat Yang Menolak Gaji

Selain dikenal sebagai petualang pencari kebenaran, ia juga dikenal arsitek kemenangan Perang Ahzab/Khandaq.  Ada yang lain akan diceritakan di sini, ia seorang teladan yang perlu dihayati di tengah kehidupan lebih kuatnya dominan materialisme, terutama masalah jabatan yang selalu menjadi rebutan setiap insan manusia.

Sepeninggalnya Rosulullah Saw., Salman Al-Farisi diangkat menjadi seorang amir di wilayah Madain. Walaupun ia bergaji sekitar 4000-6000 dinar pertahun, ia sedekahkan semuanya untuk fakis miskin dan orang yang membutuhkan.  Satu dirham pun ia tidak mengambil sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, ia gunakan 1 dirham untuk dijadikan modal untuk usaha, kemudian ia jual dengan harga 3 dirham. Yang satu dirham untuk dijadikan modal kembali, 1 dirham untuk menafkahi keluarganya, dan 1 dirham untuk disedekahkan.  ‘Walaupun amirul mukminin Umar bin Khatab melarangnya, aku tetap akan melakukannya, ‘ ujar Salman al-Farisi.

Pada suatu hari, ketika Salman sedang berjalan di jalan raya, ia didatangi oleh seorang musafir dari Syria (Suriah) yang membawa sepikul buah tin dan kurma.  Salman kelihatannya seperti orang biasa dan tidak berpunya, musafir dari Syria itu menyuruhnya untuk membawa sepikul buah tin dan kurma dengan imbalan tertentu bila telah sampai.  Salman pun menurutnya, lalu membawa barang yang lumayan berat itu. Keduanya berjalan bersama.

Di tengah perjalanan mereka berdua berpas-pasan dengan rombongan. Salman memberikan salam kepada mereka, mereka berhenti sambil menjawabnya, “Juga untuk Amir, kami ucapkan salam.”

‘Juga pada Amir, Amir mana yang mereka maksudkan,’ Tanya seorang musafir Syria itu dalam hati. Keheranannya kian bertambah ketika dilihatnya sebagian dari anggota rombongan segera menuju beban yang dipikul oleh Salman dengan maksud hendak menggantikannya, kata mereka, “Berikanlah kepada kami wahai Amir!”

Kini musafir Syria itu mengerti, bahwa kulinya itu tiada lain adalah Amir wilayah ini (Madain). Musafir Syria itu pun menjadi gugup, kata-kata penyesalan dan permintaan maaf mengalir dari bibirnya. Ia mendekat hendak menarik beban itu dari tangannya, tetapi Salman menolak, dan berkata kepadanya, “Tidak, sebelum kuantarkan sampai rumahmu!”

Sebenarnya Salman menolak jabatan sebagai Amir, namun karena desakan Khalifah Umar bin Khatab pada waktu itu, ia bersedia sebagai pengabdian. Kenapa Salman tidak menyukai jabatan amir, dimana ketika itu jabatan Amir sangat menggoda bagi siapa pun. Ia menjawabnya, “Karena manis waktu memegangnya tapi pahit waktu melepaskannya.”

Semoga ini menjadi inspirasi  bagi kita semua.

Saturday, March 18, 2017

PP KAMMI Dukung Penegakan Hukum Yang Bersih di DKI Jakarta

(Irfan Ahmad Fauzi/Sekjend PP KAMMI)

Jakarta - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengecam tindakan represif aparat terhadap kader-kader PW KAMMI Jakarta saat aksi di depan Mabes Polri, selasa (14/3).

Irfan Ahmad Sekjen PP KAMMI menyampaikan dalam konferensi persnya bahwa KAMMI menyayangkan tindakan Polisi yang membubarkan massa aksi KAMMI saat aksi dugaan TPPU pejabat tinggi Polda Metro Jaya.

"KAMMI pusat mempertanyakan sikap polisi yang cenderung kasar dan berusaha untuk menghalang-halangi aksi yang dilakukan oleh teman-teman KAMMI. Padahal aksi ataupun unjuk rasa merupakan tindakan yang dilindung oleh UU", ungkap Irfan.

Irfan menambahkan bahwa jangan sampai polisi tidak adil dalam menyikapi Aksi dari teman-teman mahasiswa.

"Polisi harus konsisten dalam menyikapi isu yang ada, jangan sampai menutup-nutupi isu yang berkaitan dengan petinggi polisi, sehingga demo teman-teman dibubarkan", terang Irfan.

Selanjutnya Irfan mendukung Kapolri untuk menuntaskan kasus dugaan TPPU petinggi Polda Metro Jaya.

"Kasus dugaan TPPU pejabat tinggi Polda Metro Jaya harus segera diselesai oleh Kapolri, karena ini menyangkut pejabat kepolisian yang berada dibawah kewenangannya", tambah irfan.

Dia juga menegaskan bahwa PP KAMMI akan mendukung langkah yang dilakukan oleh teman-teman PW KAMMI Jakarta yang mencoba untuk menghadirkan lingkungan pemerintah dan aparat penegak hukum yang bersih di DKI Jakarta.

"Upaya yang dilakukan oleh teman-teman PW KAMMI Jakarta sudah tepat, dan harus didukung. Sebagai organ mahasiswa ekstraparlementer, tugas mahasiswa adalah ikut mengawasi kebijakan dan juga tindakan para petinggi DKI agar sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika ada penyimpangan, maka harus didorong untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku", tandas Irfan.

Nara Hubung
Irfan Ahmad Fauzi (Sekjend PP KAMMI)
085721592007

Friday, March 17, 2017

Bagaimana Perhitungan PPh 21 atas Imbalan Kepada Tenaga Ahli


Tenaga ahli adalah orang yang melalukan pekerjaan bebas, terdiri dari Pengacara, Akuntan, Arsitek, Dokter, Konsultan, Notaris, Penilai dan Aktuaris sesuai dengan pengertian tenaga ahli yang ada dalam ketentuan PPh Pasal 21

Sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) tentunya kita pernah menggunakan jasa tenaga ahli, apakah itu notaris, konsultan, dll.  Misalnya  ketika PT. A melakukan jual beli tanah dengan PT. B, maka PT A akan membuat perjanjian akta jual beli pada Notaris.  Atas biaya tersebut terutang pajak PPh 21 dengan perihitungan sbb:

Salman Al-Farisi, Petualang Pencari Kebenaran

Salman berasal dari Isfahan (kini di Iran), dan merupakan anak seorang kepala daerah. Ia mengabdikan dirinya untuk agama Majusi hingga mendapatan kepercayaan untuk terus menjaga api agar tidak pada sama sekali.

Suatu ketika, ayahnya menyuruh Salman untuk pergi ke tempat tanah milik ayahnya. Ia melewati sebuah gereja. Karena penasaran, ia masuk ke Gereja tersebut untuk melihat cara ibadahnya mereka. Ia kagum, sampai berkata dalam hatinya, “Ini lebih baik daripada yang aku anut selama ini.” Ia bertanya tentang asal usul agama Nasroni sampai utusan ayahnya datang untuk menjemputnya. Di hadapan ayahnya, ia bilang, “...Upacara mereka sangat mengagumkan, kulihat agama mereka lebih baik dari agama kita.” Ia berdiskusi dengan ayahnya sehingga marah, ia dirantai kakinya oleh sang ayah.

Salman mengabarkan kepada orang-orang Nasroni bahwasanya ia telah menganut agama mereka. Ia meminta kepada mereka agar mengabarkan berita kedatangan orang-orang dari Syria. Begitu tahu, ia memutuskan rantainya dan kabur dari penjara hingga bisa bergabung bersama mereka.
Sampai tiba di Syria, Salman bertanya seseorang tentang seorang yang ahli dalam bidang agama Nasroni. Ia mendatangi seorang uskup pemilik  Gereja dan menceitakan kepadanya tentang keadaannya. Akhirnya ia bekerja sebagai pelayannya, belajar, dan mengamalkan ajaran agama barunya. Namun ia kecewa ketika baru mengetahui sang tuan (uskup) mengumpulkan sedekah untuk dirinya sendiri. Kemudian tuannya wafat.

Mereka menggantinya dengan uskup yang baru. Uskup baru ini berbeda dengan uskup sebelumnya, hingga Salman mencintainya. Ketika ajal sang uskup tiba, Salman bertanya kepadanya, “Sebagai anda maklumi, telah dekat saat berlakunya taqdir  Allah atas diri anda. Maka apa yang harus kuperbuat, dan siapakah yang harus dihubungi?” Sang uskup menyarankan kepadanya agar menemui seseorang yang ada di Mosul. Ia pun pergi ke Mosul, dan telah menemui uskup yang dimaksud. Ia pun menceritakan keadaannya, dan tinggal bersamanya.

Seorang shalih di Mosul ini sedang mendekati ajalnya, Salman bertanya kepadanya siapakah lagi yang harus dihubunginya. Uskup tersebut menyarankan untuk menemui seorang shalih di Nasibin. Ia pun pergi ke sana, kemudian tinggal bersama. Saat seorang shalih Nasibin ini menjelang ajalnya, Salman bertanya kepadanya tentang siapa yang harus ditemuinya. Ia menyarankan untuk menemui seorang shalih di Amuria (bagian dari Romawi). Salman pun berangkat ke sana, dan berhasil menemui orang yang dimaksud. Salman pun tinggal bersama, dan hidup berternak beberapa sapi dan kambing.

Ketika ajalnya dekat, Salman bertanya seperti sebelumya yang pernah ditanyakan. Uskup tersebut menjelaskan bahwasanya masa kebangkitan seorang Nabi akan datang, dan ia akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi banyak kurma dan terletak di dua bidang tanah berbatu hitam. Jika bertemu dengannya, ada 3 tanda:1. Tidak menerima sedekah, 2. Menerima hadiah, dan 3. Mempunyai cap kenabian di pundaknya.

Setelah itu, kebetulan ada rombongan dari jazirah Arab. Salman ikut bersama mereka dengan imbalan sapi dan kambing yang dimilikinya. Namun ketika tiba di Wadil Quro, Salman justru disiksa dan dijual sebagai budak kepada seorang Yahudi. Ketika tampak banyaknya pohon kurma, ia mengira mungkin ini tempat yang diramalkan uskup sebelumnya. Namun ternyata salah perkiraannya.
Kemudian Salman dibeli oleh seorang yahudi bani Quraidhah yang tinggal di Madinah, ia meyakininya mungkin ini tempat yang dimaksud oleh uskup sebelumnya. Berita kedatangan Nabi menjadi buah bibir di seluruh penjuru Madinah, orang-orang Yahudi pun turut membicarakannya sehingga Salman penasaran dan ingin segera menemuinya.

Salman menemui Nabi Muhammad di Quba, ia memberikan kepadanya makanan yang dianggap sebagai sedekah. Nabi menyuruh sahabatnya untuk makan dengan bismillah, namun beliau sendiri tidak memakannya. Dalam hati, Salman berbicara, “Nah ini satu dari tanda-tandanya..beliau tidak mau memakan makanan sedekah.”

Besok paginya Salman menemui Nabi kembali sambil membawa makanan yang dianggap sebagai hadiah, Nabi pun bersama sahabat-sahabatnya ikut menikmati makanan yang dibawa oleh Salman. “Nah ini tanda kedua,” katanya dalam hati.


Salman kembali pulang ke rumahnya. Beberapa hari kemudian, Salman mengucapkan salam dan menoleh pandangan yang hendak dilihatnya. Nabi mengerti, dan menyingkap kain burdah dari lehernya hingga nampak tanda-tanda kenabiannya. Kemudian ia menangis, inilah hasil pertualangannya mencari sebuah kebenaran. Di hadapan Nabi Muhammad, ia menganut Islam. Begitulah cerita nyata Salman al-Farisi, petualang pencari kebenaran.

*diambil dan didaur ulang bahasanya dari buku 60 karakteristik sahabat Nabi karya Khalid Moh. Khalid


Thursday, March 16, 2017

Pemboikotan Ekonomi Terhadap Rosulullah

(Mekkah zaman dulu/sumber:kabarmekkah.com)

Setelah bani Muthalib dan bani Hasyim menolak permintaan Musyrikin Quraisy atas keputusannya untuk menyerahkan Nabi untuk dibunuh, maka Musyrikin Quraisy sepakat untuk melakukan pemboikotan ekonomi kepada Rosulullah, kaum Muslimin, bani Hasyim, dan bani Muthalib. Kecuali Abu Lahab yang lebih memilih bersama kaum Musyrikin.

Pemboikotan ini terjadi pada bulan Muharram dari tahun tujuh kenabian hingga tahun sepuluh kenabian. Kurang lebih tiga tahunan pemboikotan berlangsung. Mereka menulis naskah perjanjian yang berisi: tidak akan menikahi dan berjual beli di antara mereka (Rosulullah dan pendukungnya). Pengucilan atau pemboikotan ekonomi akan terus berlangsung selamanya hingga mereka tidak menyerahkan Nabi Muhammad Saw. Kepada kaum musyrikin untuk dibunuh.

Pemboikotan ekonomi ini terjadi sebelum Rosulullah memerintahkan sebagian kaum muslimin untuk berhijrah ke Habsyah. Rosulullah bersama pendukung (kaum muslimin, bani Hasyim, dan bani Muthalib) dikucilkan dan dikepung di pemukiman bani Muthalib.

Setiap kafilah dagang dari luar Mekkah datang, para sahabat Nabi yang berada di luar kepungan ketika hendak membeli bahan makanan selalu dihadang oleh Abu Lahab. Abu lahab selalu menghasut para kafilah dagang untuk meninggikan barang-barang setinggi langit. Hingga akhirnya para sahabat tidak bisa membeli apa pun. Rosulullah bersama pendukungnya menghadapi pemboikotan ekonomi yang ketat ini selama 3 tahun,

Pada awal tahun ketiga pemboikotan dan pengucilan ini, bani Qushayyi mengecam pemboikotan tersebut. Mereka memutuskan untuk mencabut perjanjian pemboikotan tersebut. Pada waktu yang bersamaan, Allah Swt. Mengirimkan anai-anai (rayap) untuk memakan naskah perjanjian, kecuali beberapa kalimat yang memuat perkataan nama Allah.

Mengenai peristiwa ini, Rosulullah menceritakan kepada pamannya Abu Thalib, lalu ia bertanya kepada Rosulullah, “Apakah Tuhanmu memberitahukan ini kepadamu?” Rosulullah menjawab, “Ya.”
Abu Thalib bersama kaumnya mendatangi kaum Quraisy, ia meminta kepada mereka , akhirnya mereka mengambil naskah perjanjian dalam keadaan masih terlihat rapi. Abu Thalib kemudian berkata, “Sesungguhnya, putra saudaraku telah memberitahukan kepadaku dan dia belum pernah berdusta kepadaku sama sekali bahwa Allah telah mengirim anai-anai (rayap) kepada lembaran yang kamu tulis. Anai-anai itu telah memakan teks perjanjian yang aniaya dan yang memutuskan hubungan kerabat. Jika perkataannya itu benar, sadarlah kamu dan cabutlah pemikiranmu yang buruk itu. Demi Allah, kami tidak akan menyerahkan hingga orang terakhir dari kami mati. Jika apa yang dikatakannya itu tidak benar, kami serahkan anak ini kepadamu untuk kamu perlakukan sesukamu.”

Mereka setuju dan membuka naskah perjanjian tersebut, dan mendapatinya apa sesuai yang sesuai dikatakan oleh Abu Thalib. Akan tetapi, mereka menjawab, “Ini adalah sihir anak saudaramu.” Mereka semakin sesat dan memusuhi Nabi.

Setelah peristiwa ini, keluarlah lima tokoh Quraisy untuk membatalkan dan mengakhiri perjanjian ini. Mereka adalah Hisyam bin Umar ibnul Harist, Zuhair bin Umayyah, Muth’am bin Adi, Abul-Bukhtury bin Hisyam, dan Zama’ah ibnul Aswad.

*disimpulkan dari Sirah Nabawiyahnya Muhammad Said Ramadhan al-Buhty.


KAMMI: Kiyai Hasyim Sosok Yang Teduh dan Istiqomah


Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyampaikan bela sungkawa atas wafat nya KH Hasyim Muzadi, mantan ketua umum PBNU. Untuk kesekian kali nya Indonesia kehilangan tokoh besar, panutan umat islam di Indonesia. Pengasuh ponpes Al Hikam ini dikenal sebagai sosok ulama yang teduh dan istiqomah. Hari ini Allah panggil beliau atas ketetapan Nya.

Ketua umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman dalam keterangan persnya menyampaikan ucapan duka cita mendalam keluarga besar KAMMI , "Innalillahi wa inna ilayhi rajiun. seluruh pengurus dan kader kammi di seluruh pelosok nusantara menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya KH. Hasyim Muzadi. Guru, kyai dan orang tua yang telah memberikan kami arti istiqomah hingga akhir hayat beliau. Semoga dikaruniakan tempat terbaik di sisi Allah subhanahuwataala."

Ketua Departemen Dakwah PP KAMMI, Ahmad Walid yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren Darussalam Bengkulu menambahkan, "Kami merasa kehilangan seorang kyai yang telah mendedikasikan hidup beliau demi umat dan bangsa hingga akhir hayat. Semoga Allah terima semua amal ibadah beliau, melapangkan kubur beliau, menyinari dengan cahaya Nya, dan Allah tempat kan beliau di sisi Nya. Amiin."

Sementara itu, PP KAMMI menginstruksikan kepada seluruh kader yang tidak bisa menghadiri pemakaman KH Hasyim Muzadi untuk mendoakan almarhum dan melakukan shalat ghaib di tempat masing-masing.

Sumber :
Siti Wulansari Rasidi
Staff Bidang Pengembangan Wilayah PP KAMMI

Wednesday, March 15, 2017

KAMMI Desak KPK Usut Tuntas Kasus E-KTP

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) dalam siaran pers nya mengatakan Kasus ektp yang muncul ke permukaan beberapa waktu ini cukup mengejutkan karena menyeret beberapa nama pemangku jabatan penting. KPK harus mampu membuktikan siapa saja yang terlibat didalam nya. Maka dari itu KAMMI mendesak KPK harus berani tegas dan tuntas tanpa pandang bulu untuk mengungkap mega korupsi ini.
(Kartika Nur Rakhman, Ketum PP KAMMI)

Ketua umum PP KAMMI Kartika Nur Rakhman mengatakan, "KPK harus tuntas menangani kasus besar ini, karena menyeret banyak pejabat sehingga KPK harus mengusut tuntas semua pejabat yang terlibat, tanpa tebang pilih,  jangan sampai ini hanya sebatas festivalisasi saja."

Dalam persidangan beberapa waktu lalu ada sejumlah nama besar yang disebut terlibat dalam kasus mega korupsi ektp. Mulai dari anggota legislatif dan eksekutif, termasuk kepala daerah yang saat ini sedang menjabat.

Ketua Departemen Advokasi Kebijakan Publik Bayu Anggara menambahkan, "Ada puluhan nama besar yang disebut terlibat, KPK harus berani sampai tuntas. Sekian banyak yang terlibat kan artinya kerugian negara juga semakin banyak, negara ini dirampok."

Selain itu, kasus mega korupsi menimbulkan kekecewaan dari kalangan masyarakat. Sejak muncul nya kebijakan ektp masyarakat terpaksa mengurus dan menunggu berbulan-bulan sampai ektp nya jadi, bahkan sampai sekarang juga ada yang belum jadi. Ternyata ada uang negara yang dirampok dalam kebijakan ektp.

Sumber : Bayu Anggara
Ketua Departemen Advokasi Kebijakan Publik PP KAMMI

Tanggung Jawab Renteng Dalam Faktur Pajak

Oleh Aylan Zein

Ketika pembeli PKP (Pengusaha Kena Pajak) melalukan pembelian bahan baku atau bahan pendukung untuk kegiatan usahanya, maka PKP Penjual akan menerbitkan faktur pajak atas invoice/tagihan yang ada.  Faktur Pajak ini akan di terima oleh PKP Pembeli sebagai faktur pajak Masukan yang akan di kreditkan dalam perhitungan PPN setiap bulannya.

Sebelum ada program e-faktur (elektronik faktur pajak) yang berlaku mulai Juli 2015 untuk Pulau Jawa dan Bali dan Juli 2016 untuk PKP secara nasional di Indonesia, masih banyak kemungkinan terjadi faktur pajak yang salah.  Apakah itu salah dalam pencantuman nomor seri faktur pajak, tanggal faktur pajak yang mendahului tanggal pemberian nomor seri dari Kantor Pajak dan lain sebagainya.

Tuesday, March 14, 2017

Tetap Cinta, Meski Sang Istri Cacat

Pada zaman dulu ada seorang ulama yang ahli ibadah, namanya Abu Utsman al-Hirri (289H). Ketika  Ia tinggal di ar-Rai, para penduduk mendesaknya untuk menikah. Namun ia menolak. Datanglah seorang wanita kepadanya seraya berkata, “Wahai Abu Utsman, aku telah jatuh cinta kepadamu, sehingga aku tidak bisa tidur. Dan aku memutuskan memohon kepada Allah agar bisa menikah denganmu.”

Abu Utsman pun bertanya, “Engkau masih memiliki ayah?”

Wanita itu menjawab, “Ya, dia adalah seorang penjahit.”

Abu Utsman pun akhirnya siap menikahinya, wanita tersebut bergembira menyambutnya. Akad nikah pun berlangsung khidmat. Setelah resmi menjadi pasangan yang sah dan melihat fisiknya, Abu Utsman baru mengetahui bahwa istrinya memiliki cacat fisiknya. Salah satu matanya buta, kakinya pincang, dan wajahnya buruk. Ia hanya bisa mengucapkan, “Ya Allah segala puji bagi-Mu atas apa yang engkau takdirkan kepadaku.”

Walaupun keluarganya mencela atas keputusan untuk menikahi istrinya, Abu Utsman tetap berusaha membahagiakan istrinya. Terkadang istrinya ingin bersamanya, Abu Utsman rela meninggalkan majelis ta’limnya. Walaupun tersiksa dengan keadaan demikian, ia tak pernah mengeluhkan di hadapan istrinya. Ia menjalani kehidupan bersama istrinya selama 15 tahun hingga istrinya wafat.

Subhanallah kepribadian yang luar biasa dimiliki oleh Abu Utsman, sampai-sampai ia berkata, “Maka dari amalanku, yang aku harap bisa menjadi bekal kepada Allah adalah usahaku untuk menjaga perasaannya.


(dikutip dari majalah Hidayatullah edisi Januari 2017. Judul dan gaya bahasa dirubah sesuai dengan gaya bahasa saya tanpa mengurangi dan menambahkan maknanya)
(Sumber; Ayeey.com)

Bersama AYLF, KAMMI Siap Menjaga Perdamaian ASEAN


KUALA LUMPUR. Delegasi Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengikuti pertemuan para pemimpin muda se-ASEAN dalam agenda ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 – 12 Maret 2017.

Terdapat 7 negara peserta AYLF kali ini yaitu 3 negara pendiri AYLF Indonesia, Malaysia dan Thailand. Kemudian 4 negara yang baru bergabung yaitu Singapura, Filipina, Kamboja dan Srilanka. Selain KAMMI, delegasi Indonesia juga diwakili oleh Pemuda Al-Irsyad, Pemuda PUI, serta perwakilan BEM dan FSLDK.

Terkait AYLF, Ketua Bidang SDM Strategis PP KAMMI, Robert Edy Sudarwan menyatakan, “AYLF merupakan forum yang strategis bagi pemuda Indonesia untuk membangun hubungan dengan pemuda di ASEAN. Melalui AYLF, sumber daya manusia unggul ASEAN akan bertemu dan mereka adalah para pemimpin masa depan ASEAN yang akan menjadi pemimpin strategis di negaranya masing-masing”.

Sementara itu KAMMI juga mengangkat isu hak pendidikan dan kesehatan perempuan dalam forum AYLF. Hal ini dinyatakan oleh Ketua Bidang Perempuan PP KAMMI, dr. Ni Nyoman Indirawati, “Indonesia merupakan negara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi di Asia Tenggara. Pada 2012, Survey Demografi Kesehatan Indonesia menunjukkan AKI 359 per 100.000 kelahiran hidup”.

“KAMMI dan AYLF Indonesia akan meningkatkan kampanye standar ideal usia pernikahan bagi perempuan dan sosialisasi pentingnya persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Semoga kampanye ini bisa menurunkan rasio AKI tersebut sesuai targetan kesehatan nasional”, tegas dr. Indira.

Di sisi lain, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Adhe Nuansa Wibisono juga menyoroti masalah politik keamanan di ASEAN diantaranya adalah masalah potensi gerakan ekstremis dan isu Rohingya.

“Kampanye perdamaian dan dialog antar-agama dapat menjadi sarana untuk menghalau potensi ekstremisme dan memperkuat hubungan pemuda ASEAN. Kami juga sepakat bahwa masalah pengungsi Rohingya menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga ASEAN”, ungkap Wibisono.

“AYLF dibentuk untuk menguatkan hubungan kepemudaan di ASEAN dan menjadi platform bersama untuk menyiapkan pemimpin muda di tingkatan dunia. Melalui jaringan AYLF, KAMMI siap berperan aktif dalam menjaga perdamaian di kalangan pemuda ASEAN”, pungkasnya.

Sumber : Siti Wulansari Rasidi
Staff Bidang Pengembangan Wilayah PP KAMMI

Monday, March 13, 2017

Pelantikan KAMMI Akbar, Bukan Pelantikan Biasa

Bukan pelantikan biasa, tiga kata yang menggambarkan agenda Pelantikan Pengurus Kesatuan  Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Aceh kali ini. Pasalnya, pelantikan ini diadakan serentak beserta struktur dibawahnya yaitu Pengurus Daerah (PD) Aceh Besar, PD Banda Aceh, serta Pengurus Komisariat (PK) Unsyiah dan  PK UIN Ar-Raniry. Kegiatan yang mengangkat tema “Regenerasi Kepemimpinan KAMMI Guna Melahirkan Calon Pemimpin Aceh Masa Depan” ini dilaksanakan di Anjong Mon Mata pada Minggu (12/3/2017) malam.

Turut hadir tamu-tamu istimewa pada acara kali ini, disela-sela menjalankan program kerja Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat yang begitu padat,  Kartika Nur Rakhman, SP yang merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI menyempatkan diri untuk bertandang ke Aceh. Ini merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya beliau mengadakan kegiatan sosial di Pidie Jaya pasca musibah gempa bumi September tahun lalu.

“Kita harus mengingat tentang Visi Muslim Negarawan, terutama visi baru KAMMI yaitu Jayakan Indonesia 2045. Konteks yang akan kita tekankan yaitu Intelektual Profetik, bahwa seorang muslim  juga harus intelek dan mengikuti perkembangan zaman seperti abad teknologi ini.” kata Ketua PP KAMMI yang langsung melantik jajaran PW KAMMI Aceh. Selanjutnya Ketua PW Aceh Tuanku Muhammad, S.Pd.I melantik jajaran PD KAMMI Banda Aceh yang dipimpin Mujaddid, S.Pd, jajaran PD KAMMI Aceh Besar yang dipimpin Syahrul, ST., jajaran PK KAMMI Unsyiah yang dipimpin Maulida Ariandy, dan PK KAMMI UIN Ar-Raniry yang dipimpin Muhammad Athailah.

Dalam sambutan sekaligus orasi politiknya, Ketua KAMMI Aceh Periode 2016-2018 Tuanku Muhammad, S. Pd. I berharap seluruh kader KAMMI Aceh dapat bekerjasama bahu-membahu untuk berkontribusi nyata di lingkungan masyarakat, kampus, maupun pemerintahan. “Kami sangat menginginkan dukungan dari seluruh elemen, baik dari internal KAMMI maupun dari pihak eksternal sesama organisasi mahasiswa/ masyarakat maupun pihak media untuk sinergis dalam memajukan Aceh dan Indonesia” kata Tuanku. Sambutan diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim yang ikut diundang menghadiri pelantikan akbar ini.

Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten II H. Syaiba Ibrahim mengucapkan selamat kepada Kepengurusan KAMMI Aceh dan jajarannya yang baru dilantik, semoga dapat memberi peran optimal dalam memajukan Bangsa. Selamat bekerja, tetaplah menjadi organisasi mahasiswa yang senantiasa konsisten dalam perjuangannya sesuai dengan nilai Islam.

Acara sakral ini disaksikan oleh kader-kader KAMMI, pimpinan-pimpinan ormas yang turut hadir, seperti PII Aceh, HMI Aceh, IKRH Banda Aceh, SIRAH Indonesia, HIMMAH Aceh, dan lainnya. Semoga ini menjadi momentum bangkitnya pemuda Aceh untuk lebih berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan Aceh kedepan.

Sumber:
Siti Wulansari Rasidi
Staff Bidang Pengembangan Wilayah PP KAMMI

Sunday, March 12, 2017

Hikayat Masuk Islamnya Pendiri Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama di Nusantara. Kerajaan ini merupakan gabungan daerah Samudra dan Pasai. Kerajaan ini didirikan sekitar tahun 1275 M, sementara kerajaan Majapahit sekitar tahun 1294 M. Jadi pendirian kerajaan Islam Samudra Pasai lebih awal berdiri daripada kerajaan Majapahit, dengan selisih waktu 19 tahun.[1]

Pada tulisan ini akan mengisahkan kisah masuk Islamnya pendiri kerajaan Islam Samudra Pasai. Kisah ini merupakan sebuah legenda dari Hikayat Raja-Raja Pasai. Saya hanya bisa meringkasnya dari buku  berjudul Sejarah Modern Indonesia karya M.C. Ricklefs, terdapat pada halaman 15 sampai 16.

Khalifah dari Mekkah telah mendengar tentang Samudra, dan ia mengirim sebuah kapal ke sana untuk memenuhi ramalan Nabi. Tentang ramalan yang suatu hari nanti ada kota besar di sebelah timur bernama Samudra yang akan menghasilkan orang-orang Suci. Kapal itu dipimpin oleh Syekh Ismail.

Penguasa lokal dari Samudra yang bernama Merah Silu bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Beliau menampakkan dirinya di hadapan Merah Silu, mengalihkan secara ghaib pengetahuan tentang Islam kepadanya dengan cara meludah ke dalam mulutnya, dan memberikan gelar Sultan Malik Saleh. Setelah terbangun, sultan dapat membaca al-Qur’an (walaupun belum belajar baca al-Qur’an) dan telah dikhitan secara ghaib. Para pengikutnya merasa takjub dengan keajaiban yang dialami oleh Sultan Malik Saleh. Kemudian kapal yang dinahkodai oleh Syekh Ismail tiba, ia mendengar pengucapan dua kalimat Syahadatnya Sultan. Langsung ia melantiknya sebagai penguasa dengan tanda-tanda kerajaan dan jubah-jubah kenegaraan dari Mekkah.

Begitulah legenda masuk Islamnya pendiri kerajaan Islam Samudra Pasai. Memang kisah legenda ini terasa aneh, dan sulit dicerna dengan akal sehat. Tapi memang begitulah hikayat zaman dulu dibuatnya seperti itu. Sebagaimana dengan Babad Tanah Jawi tentang walisongo hampir mirip dengan kisah seperti itu. Sekilas seperti cerita mitos. Tetapi mengenai nama Sultan Malik Saleh sebagai pendiri kerajaan Islam Samudra Pasai benar-benar ada. Ini terdapat nisan sultan pendiri kerajaan tersebut yang bertarikh 1297 M[2]. Wallahu ‘alam

Selesai di kaki gunung Gede Pangrango





[1]Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara, hlm. 115.
[2] Sejarah Indonesia Modern, M.C. Rikclefs, hlm. 15

Perbedaan Deductible Expenses dan Non Deductible Expenses

Oleh Aylan Zein

Deductible Expenses adalah biaya-biaya yang dapat dikurangkan sebagai pengurang pajak (koreksi negative di SPT Tahunan Badan)
Beban-beban yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dapat dibagi dalam 2 (dua) golongan, yaitu beban atau biaya yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun.
Beban yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun merupakan biaya pada tahun yang bersangkutan, misalnya gaji, biaya administrasi dan bunga, biaya rutin pengolahan limbah dan sebagainya, sedangkan pengeluaran yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun, pembebanannya dilakukan melalui penyusutan atau melalui amortisasi.

Ayat-Ayat Cinta 2 Akan Segera Tayang Di Layar Lebar

Manoj Punjabi selaku produser Rumah Produksi MD Pictures akan segera memproduksi film Ayat-Ayat Cinta 2, dan akan ditayangkan pada akhir tahun 2017. Pameran utama Fahri masih Ferdi Nuril, sementara beberapa pendamping wanitanya masih dalam proses seleksi yang berat. Untuk sutradara filmya dipercayakan kepada Guntur Soeharjanto ditemani oleh Ivan Ismail dan Alim Sudio sebagai penulis skenarionya. Tempat proses syutingnya berada di Skotlandia, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Manoj akan all out agar film kedua ini tak kalah fenomenal. (dilansir dari Republika pada 11-03-2017)
(Ferdi Nuril pameran utama Fahri/Rappler.com)
Kang Abik, sapaan dari Habiburrahman El-Shirazy, sudah tidak asing lagi. Penulis Ayat-Ayat Cinta 2 ini sebelumnya telah menulis beberapa novel yang fenomenal. Diantara yang sudah difilmkan yaitu Ayat-Ayat Cinta 1, Ketika Cinta Bertasbih 1&2, Dalam Mihrab Cinta, dan sebagainya.

Film Ayat-Ayat Cinta 1 mencapai 3,687 juta penonton(Republika). Semoga Ayat-Ayat Cinta 2 tak kalah dari yang pertama, lebih dahsyat lagi bahkan. Sebagai penikmat novel Ayat-Ayat Cinta 2 tak sabar lagi ingin segera menontonnya.

Alur kisah Ayat-Ayat Cinta 2 sebagai lanjutan dari yang pertama. Jika yang pertama pernikahan Fahri dengan Aisha, maka yang keduanya perpisahan dengan Aisha. Ditengah berpisahnya dengan Aisha, justru popularitas Fahri semakin melejit di benua Eropa. Lalu bagaimana nasib dengan Aisha? Apakah ia akan kembali ke pangkuan Fahri atau hilangnya selamanya? Silahkan beli novelnya jika penasaran,hehehe

Friday, March 10, 2017

Benarkah Raden Patah Pelaku Kudeta Kekuasaan Ayahnya (Raja Majapahit)?

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca tulisan di sebuah blog wordpress, tentang keruntuhan Kerajaan Majapahit. Tulisan tersebut meyakinkan bahwasanya Raden Patah yang merupakan anak raja Majapahit dari istri beretnis China sebagai pelaku kudeta atas hancurnya kerajaan Majapahit. Akhir-akhir ini saya menemukan fakta yang baru saya ketahui, ternyata tulisan tersebut salah fatal. Selain berpegangan pada buku SKI kelas 9, saya pun mengambil referensi dari buku Sejarah Indonesia Modern karya M.C. Ricklefs, dan Api Sejarah jilid pertama karya Ahmad Mansur Suryanegara.

Raden Patah merupakan anak  Prabu Brawijaya V (Kertabumi, raja Majapahit) dari istrinya yang beretnis Cina. Ibunya Raden Patah diceraikan oleh Prabu Brawijaya V ketika Raden Patah masih dalam kandungan, ia dihadiahkan kepada Aria Damar, adipati Palembang. Raden Patah lahir dan dibesarkan di Palembang. Kemudian hari Raden Patah diangkat oleh ayahnya menjadi Pangeran Adipati Bintara (Demak). Di situlah ia membangun pesantren dan Masjid Agung Demak atas bantuan para wali yang lain. Yang menjadi pertanyaan, apakah benar Raden Patah atau Panembanan Fatah pelaku kudeta atas kekuasaan sang ayah? Saya akan menguraikannya di bawah ini.

Sebenarnya kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Prabu Brawijaya V (Kertabumi) dihancurkan oleh serangan Raja Girindrawardhana dari kerajaan Hindu asal Kediri. Ini merupakan balas dendam atas serangan Widjaja (Pembangun Kerajaan Majapahit) terhadap Kerajaan Hindu Kediri dengan menggunakan tentara Kubilai Khan. Tentara Kubilai Khan tujuan awalnya untuk menyerang Raja Kartanegara yang telah menghina utusan Raja Kubilai Khan. Karena ketidaktahuan bahwasanya Raja Kartanegara sudah tidak berkuasa lagi, tentara Kubilal Khan dimanfaatkan oleh Widjaja untuk menyerang Kerajaan Hindu Kediri yang dipimpin oleh raja Djajakatwang, 1292 M.[1]

Sementara M.C. Ricklefs dalam bukunya menyebutkan bahwasanya kerajaan Majapahit ditaklukkan oleh negara lain yang belum menganut agama Islam. Pusat kerajaan Hindu-Budha dipindahkan ke Kediri. Apakah kerajaan tersebut berada di bawah nama Majapahit, belum ada kejelasan menurutnya.
 
Dalam kesempatan ini, para wali mengangkat Raden Patah sebagai penerus keturunan Prabu Brawijaya V di Bintara Demak. Kelak namanya menjadi Kerajaan Islam Demak. Begitulah proses berdirinya kerajaan Islam Demak. Jadi tidak benar jika Raden Patah pelaku kudeta atas kerajaan ayahnya, Prabu Brawijaya V. Wallahu ‘alam.

Selesai di kaki gunung Gede Pangrango.






[1] Lihat buku Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara hlm. 119-120

Bagaimana Cara Menentukan Status Pajak

Oleh Aylan Zein

Untuk karyawan yang menerima bukti potong pajak atas penghasilan yang diterima selama satu tahun pajak baik bukti potong 1721 A1 atau 1721 A2, pada kolom identitas penerima penghasilan yang dipotong ada keterangan status/jumlah tanggungan keluarga untuk PTKP.  Terdapat pilihan TK, K atau HB.

Akan kami jelaskan satu persatu atas status pajak ini.
Status Pajak TK artinya Tidak Kawin (bisa digunakan untuk pria/wanita statusnya belum menikah/cerai).  Adapun angka yang dituliskan seperti TK – 0 atau TK – 1. Angka  0 dan 1 ini merupakan jumlah tanggungan nya.  Misalnya ada duda (cerai) yang menanggung 1 anak. Maka status pajaknya menjadi TK – 1 (Tidak Kawin, dengan jumlah tanggungan 1 orang).  Namun  apabila orang tsb tidak memiliki tanggungan, maka status nya adalah TK- 0 (tidak kawin, tidak ada tanggungan)