Wednesday, May 24, 2017

KAMMI : Indonesia Darurat Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar aksi di depan gedung Istana Negara, Jakarta (24/5/2017).

Ketua umum PP KAMMI Kartika Nurrakhman mengatakan Rezim Jokowi telah Gagal menegakkan supremasi hukum di Indonesia
"Dari semenjak dilantik Jokowi tidak miliki komitmen dalam penegakan hukum yang berkeadilan  dengan menunjuk Jaksa Agung dari Partai politik yang syarat dengan kepentingan"tegas Nurrakhman

Nurrakhman menambahkan bahwa penegak hukum di negeri ini masih tebang pilih tanpa ada rasa keadilan didalamnya.
"Kasus-–kasus korupsi yang melibatkan lingkaran rezim jalan ditempat seperti; Mega Skandal BLBI yang merugikan negara 2000 Triliun , Bailout Bank Century 6,7 Triliun, dan Skandal E-KTP 5,9 triliun" ungkapnya.

sementara itu Ketua Kebijakn Publik Riko P. Tanjung mengatakan rezim  jokowi lebih berbahaya dari lintah darat.

"Pemerintahan Jokowi memangkas dana subsidi  rakyat dan menambah hutang luar negeri , dengan dalih untuk membangun infrastruktur negara tapi kenyataannya hanya menjadi lahan basah bagi pemburu rente di yudikatif, legislatif, eksekutif dan penguasa hitam."

Dari itu Pengurus Pusat KAMMI mendesak kepada pemerintahan Jokowi untuk segera mencopot Jaksa Agung H.M Prasetyo, usut tuntas kasus-kasus besar seperti  Mega skandal BLBI, Baoilout Century, dan persengkokolan jahat proyek E-KTP.

Sunday, May 21, 2017

Rakernas KAKAMMI untuk Membangkitkan Semangat Persatuan Harkitnas

(Jakarta) Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) memulai rapat kerja nasional di Jakarta, Sabtu  (20/05). Kegiatan dua hari ini diikuti oleh presidium nasional, wakil presidium wilayah, dan klaster. Rakernas ini momen menentukan program unggulan KAKAMMI secara nasional dan positioning alumni dalam ranah pergerakan di Indonesia.

Rakernas pada Hari kebangkitan Nasional adalah cara KAKAMMI untuk mendorong alumni KAMMI mengembalikan semangat perjuangan pemuda untuk persatuan bangsa. Koordinator Presnas, Muhammad Najib, menilai kompleksitas masalah bangsa seperti yang terjadi akhir-akhir ini, bisa membawa pada keterpurukan. “Rakernas ini cara kita merawat semangat kebangkitan itu,” tutur Najib.

Rakernas akan berlangsung sampai esok. Salah satu program unggulan adalah pusat kajian KAKAMMI yang mengeluarkan policy paper untuk lembaga-lembaga pemerintah terkait. Klaster Kabijakan Publik secara berkala mengumpulkan para ahli dan membahas masalah terkini serta usulan solusi.

Najib menilai alumni aktivis mahasiswa muslim harus menyesuaikan diri dengan jaman. “Jaman berubah, menuntut peran baru. Jika kita stagnan, kita tidak bisa memberikan kontribusi,” jelas Najib.  Di satu sisi, potensi KAKAMMI ini luar biasa. “Mereka orang terpilih dan terasah dalam pergerakan. Dan mereka terus mencari cara untuk memberikan manfaat bagi bangsa. Rakernas ini berusaha mensinergikan itu semua,” tambah Prenas yang lain, Maimon Herawati.

KAKAMMI juga membuka kerjasama dengan organisasi lain di Indonesia dan laur negeri. “Semua untuk memperkuat jalinan peran multi sektor alumni KAMMI sebagai kontributor peradaban,” tukas Mungki Rahadian, ketua panitia Rakernas,

(Tim Media KAKAMMI)

Thursday, May 18, 2017

KAMMI ACEH ADAKAN FGD EVALUASI 5 TAHUN PEMERINTAHAN ZIKIR

Banda Aceh-Pemerintahan ZIKIR (Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf) sudah hampir menginjak 5 tahun berjalan memimpin Aceh sejak dilantik 25 juni 2012 lalu.  Berbagai kebijakan dan program sudah dijalankan untuk bagaimana membangun Aceh.  Namun pertanyaannya apakah pemerintahan ZIKIR sudah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kemakmuran Aceh sesuai dengan 21 janji yang pernah diutarakan pada saat mencalonkan diri sebagai Gubernur-wakil gubernur Aceh.

Untuk itu Bidang Kebijakan Publik KAMMI Aceh yang diketuai Ridho Rinaldi mengadakan FGD (Focus Group Discussion) terkait 5 tahun kepemimpinan Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakkir Manaf yang selama ini memimpin Aceh.  Pemerintahan Zikir akan selasai pada tanggal 25 Juni 2017. Sebab itu KAMMI Aceh mencoba mengkaji tingkat keberhasilan Pemerintahan Zikir melalui evaluasi 21 janji ZIKIR.

Tuanku Muhammad dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini sangat penting dilakukan agar para mahasiswa memiliki sikap kritis terhadap segala dinamika pemerintahan.  Agar kelak ketika memimpin kita sadar bahwa setiap janji yang pernah diucapkan akan diminta pertanggung jawabannya.

Adapun yang menjadi narasumber adalah Muhammad Haikal Daudy, SH, MH. Dalam diskusi tersebut beliau mengajak seluruh peserta untuk kembali mengingat dan mengecek 21 janji ZIKIR, adapun diantara janji itu antara lain: menerapkan nilai-nilai budaya Aceh dan Islami semua sektor kehidupan masyarakat, pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar, naik haji gratis bagi anak Aceh yang sudah akil baliq, menjadikan Aceh layaknya Brunei Darussalam dan Singapura, Mewujudkan pelayanan kesehatan yang gratis yang lebih bagus, mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri, pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi serta memberikan uang Rp. 1 juta/kk/bulan. "Hampir seluruh janji ZIKIR tersebut tidak ada yang tercapai,  hanya sedikit yang bisa dijalankan dan dirasakan".

Diskusi FGD berlangsung alot dimana setiap peserta diskusi saling mengutarakan bahwa realisasi dari janji ZIKIR masih nihil. Sangat disayangkan ketika rakyat Aceh merasa tertipu dengan janji-janji yang menyebabkan Aceh semakin terpuruk.  Gambaran pemerintahan Zikir sekarang ialah tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan dengan apa yang ada di lapangan.

Oleh sebab itu,  tidak heran jika pemerintahan ZIKIR sekarang dianggap tidak sukses yang berakibat dari tidak terpilihnya kembali Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf sebagai Gubernur Aceh. Ini bukti bahwa Pemerintah ZIKIR dianggap gagal dan harus meminta maaf kepada seluruh Rakyat Aceh.


Ttd.


Ridho Rinaldi
Ketua KP PW KAMMI Aceh

Dakwah Antara Imam Ahmad dan Imam Syafe'i

Imam Ahmad dan Imam Syafe'i hidup ketika paham Mu'tazilah (Al Qur'an adalah makhluk) berjaya. Para Ulama, Fuqaha, dan Qadhi yang tidak sepaham dengan Mu'tazilah digelandang ke penjara Ar Riqqah dan disiksa. 

Imam Ahmad memilih konfrontasi pemikiran secara langsung dengan penguasa Kerajaan bani Abbasiyah yang menganut paham Mu'tazilah. Akibatnya Imam Ahmad digelandang ke penjara dan mengalami siksaan setiap harinya sampai usia lanjut.

Sementara Imam Syafe'i lebih memilih menghindar dan hijrah ke Mesir. Bukan berarti Imam Syafe'i seorang pengecut. Ia hendak bersiasat, membangun basis dakwah baru di Mesir yang jauh dari  pusaran paham Mu'tazilah. Ia hendak membina kader-kader ulama tangguh. Jika waktunya tiba, murid-muridnya yang cerdas dan penuh integritas akan menyebar, menebar, dan menusuk ke jantung pemikiran Mu'tazilah. Kelak muncul murid-muridnya bernama Abul Hasan Al Asy'ary menghabisi pemikiran Mu'tazilah.

Jika Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin, Hasan Ismail Al Hudhaibi bersama Sayyid Quthb memilih berhadapan langsung dengan otoriternya rezim Gamal Abdul Nasser, justru Yusuf Qardhawi hijrah ke Madinah lalu Ke Qatar. Sayyid Sabiq, Muhammad Al Ghazali, dan Muhammad Quthb hijrah ke Mekkah. Said Ramadhan Al Buthy ke Suriah, dan  Kamal As Sananiry ke Afganistan. Mereka berperan seperti Imam Syafe'i, berdakwah dengan siasat. Menyusun basis dakwah baru, dan menyiapkan kader2 terbaik.

Selesai di kaki gunung Gede Pangrango

Iman Munandar
(Disimpulkan dari Jalan Cinta Para Pejuang karya Salim A. Fillah)

Monday, May 15, 2017

APBA Milik Siapa ? Sudahkah Sesuai Harapan Rakyat Aceh ?

Senin, 15 Mei 2017.  Departemen Kebijakan Publik KAMMI UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan SEMA Fakultas Syariah menyelenggarakan kegiaran FGD (Fokus Group Discussion) di ruang Teater Fakultas SYariah UIN Arraniry dengan judul "APBA Milik Siapa?
Sudahkah Sesuai Harapan Rakyat Aceh?".

Acara ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi APBA Aceh yang selalu terlambat hampir tiap tahunnya sehingga Departemen Kebijakan Publik KAMMI UIN Ar-Raniry yang diketuai oleh Melvi Zuhra untuk menyelenggarakan FGD ini yang dihadiri oleh para Mahasiswa, dosen dan aktivis.

Adapun pemateri pada FGD ini diisi oleh Alfian dan Hafidh perwakilan dari MatA (Masyarakat Transparansi Aceh) dengan moderator Agus Fajri (Sekjen Demisioner PW KAMMI Aceh).

FGD ini ditujukan kepada kalangan mahasiswa untuk memberi pemahaman yang mendalam terkait anomali APBA ini. Pungkas Ammar Ismail (Ketua Panitia).

Kemudian Alfian juga menambahkan bahwa hingga hari ini Aceh masih menjadi provinsi termiskin nomor 2 di sumatra setelah bengkulu, padahal kalo mengacu kepada dana otsus tentu kondisi Aceh hari ini tidak demikian namun inilah yang terjadi. Dan menjadi PR kita bersama untuk mengatasi permasalahan ini.

Selain itu mahasiswa juga diharapkan bisa bersuara, mengawal  serta mengontrol setiap kebijakan pemerintah terkait mengenai APBA ini sebagaimana yang disampaikan oleh Hafidh.

Akhirnya mengawal APBA bukan hanya tugas dari mahasiswa namun juga seluruh komponen masyarakat sehingga dengan mengikuti kegiatan ini akan menambah wawasan bagi para peserta FGD sehingga bisa lebih paham lagi terkait APBA. Jika sudah paham maka mereka akan mudah memahami  bahwa adanya anomali terhadap APBA ini.

Banda Aceh,  15 Mei 2017

Ammar Ismail
Ketua Panitia

Thursday, May 11, 2017

KAMMI Aceh Sesali Aksi Penjarahan Tanaman PENAS KTNA

Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA XV) yang diselenggarakan di Aceh sejak tanggal 06-11 Mei 2017 sudah selesai dilaksanakan.  Even nasional yang diselenggarakan setiap 3 tahunan ini akan kembali diselenggarakan di Tahun 2020 di Sumatera Barat.

Sejak perhelatan PENAS KTNA ini berlangsung sudah banyak masyarakat Aceh yang hadir untuk menyaksikan setiap hasil pertanian,  perkebunan,  perternakan,  dan perikanan yang dipamerkan di setiap stand yang berada di depan lapangan Stadion Harapan Bangsa.

Disamping pertunjukan di dalam stand, selama ini masyarakat Aceh juga bisa menikmati berbagai tanaman unggulan yang ditanam di belakang stadion dibagian kluster holtikultura dan tanaman pangan. Mulai dari tanaman Padi,  jagung,  kedelai,  bunga matahari,  melon,  semangka,  pisang,  cabai,  bayam,  kangkung,  kurma,  jambu,  dan beraneka tanaman lainnya. Setiap yang hadir pasti merasa takjub dan betah berlama-lama di dalam kebun buatan tersebut.

Namun ternyata keindahan kluster tersebut tidak bertahan lama.  Berdasarkan berita yang tersebar,  sejak rabu sore hingga malam harinya telah terjadi aksi penjarahan oleh sekelompok masyarakat Aceh yang merampas setiap hasil tanaman yang ditanam disana.  Meskipun sudah dilarang oleh pihak Panitia tetap saja aksi yang tidak terpuji ini dilakukan.  Sehingga keindahan kebun buatan PENAS tidak bisa dinikmati layaknya dulu lagi.

Menanggapi aksi penjarahan tanaman PENAS KTNA ini ketua umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad menyesalkan aksi penjarahan yang dilakukan oleh segelintir Masyarakat Aceh tersebut. Tuanku Muhammad mengungkapkan bahwa seharusnya tanaman-tanaman itu tetap dijaga dan bisa dinikmati bersama meskipun PENAS KTNA sudah selesai dilaksanakan. "Sungguh sangat disayangkan jika tanaman yang sudah dipersiapkan sejak 2 Bulan lalu dengan menghabiskan dana rakyat Aceh hingga milyaran rupiah bisa dirusak dengan mudahnya". Kata Tuanku.

Aceh sebagai provinsi yang sedang menunjukkan citra sebagai daerah aman, bersyariat, dan berpendidikan seharusnya didukung oleh seluruh masyarakat Aceh dengan tidak melakukan aksi penjarahan yang membuat Aceh malu dihadapan tamu lainnya dari seluruh Indonesia.  "Aksi penjarahan ini tidak saja membuat kerusakan di kebun buatan PENAS KTNA tapi juga membuat kita rakyat Aceh dicap masih primitif oleh tamu dari seluruh Indonesia, apalagi mereka masih ada di Aceh dan belum pulang". Tambah Tuanku.

Selain itu, jika kebun buatan itu tidak dirusak kedepannya, pemerintah Aceh ataupun pihak terkait lainnya bisa menjadikan tempat tersebut menjadi Agrowisata yang bernilai ekonomis.  Disamping masyarakat bisa belajar menanam tanaman yang baik juga bisa dijadikan wahana tamasya yang baru bagi warga kota Banda Aceh seperti Hutan Kota di Tibang.

Pada Akhirnya,  kita mengharapkan agar aksi penjarahan seperti ini tidak ada lagi di Aceh.  Mari kita menjaga setiap keindahan dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi milik kita.

Banda Aceh,  11 Mei 2017

Tuanku Muhammad
Ketua Umum PW KAMMI Aceh

Tuesday, May 9, 2017

KAMMI: Petani dan Nelayan Aceh Wajib Hadir Ke Penas KTNA

Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) di Aceh sudah 3 hari berlalu sejak dibuka langsung oleh President RI Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh.  Even Akbar 3 tahunan ini dihadiri oleh 35.000 peserta dari seluruh Indonesia dan beberapa perwakilan Negara Asean.  

Sejak acara ini berlangsung sudah banyak masyarakat Aceh yang hadir untuk menyaksikan pameran ini. Mulai dari mengunjungi setiap stand yang berada di lapangan Stadion Harapan Bangsa maupun dibagian belakang stadion tempat adanya kluster holtikultura dan tanaman pangan. Di setiap tempat yang dikunjungi masyarakat dapat melihat berbagai hasil pertanian dan perikanan yang dipamerkan oleh perwakilan setiap provinsi,  kabupaten/kota,  dan Dinas terkait. 

Melihat geliat PENAS KTNA ini ketua umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad sangat mengharapakan agar even 3 tahunan ini bisa dimaksimalkan oleh masyarakat Aceh khususnya Petani dan Nelayan Aceh untuk bertanya dan belajar. Tuanku Muhammad mengungkapkan bahwa ada banyak ilmu yang bisa dipelajari dari setiap stand maupun pertunjukan yang ditampilkan di PENAS KTNA ini. "Sudah saatnya Petani dan Nelayan Aceh berkunjung ke PENAS KTNA, pelajari setiap kelebihan yang ada di daerah lain yang kemudian bisa diterapkan oleh petani dan nelayan di Aceh". Kata Tuanku. 

Aceh sebagai provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Petani dan nelayan tentu harus mampu meningkatkan kapasitas dan keilmuan dalam bertani dan melaut. Sudah banyak teknologi pertanian dan perikanan yang bisa digunakan dalam memudahkan petani dan nelayan dalam meningkatkan hasil pertanian fan perikanan.  "Salah satu cara kita tahu perkembangan itu semua ya hadir ke PENAS KTNA di Banda Aceh". Tambah Tuanku. 

Selan itu,  pemerintah Aceh juga harus mencoba mengadakan even seperti PENAS KTNA di tingkat provinsi Aceh.  Agar para Petani dan Nelayan Aceh dapat menambah semangat dalam bertani dan melaut.  Selama ini sangat sedikit even yang langsung berkaitan dengan petani dan nelayan.  Padahal tulang punggung pembangunan Aceh adalah melalui pertanian,  perkebunan,  peternakan,  dan perikanan. 

Oleh karena itu,  mari para petani dan nelayan Aceh hadir beramai-ramai ke PENAS KTNA sebelum ditutup untuk belajar bagaimana bertani dan melaut yang baik dan benar.  "Bek sampek wate ka ditop baroe tanyong,  hoe ka PENAS KTNA peu cit hayeu that dipegah,  boh tomat brok lagoe ditanom". (Jangan sampai waktu sudah tutup baru bertanya,  dimana PENAS KTNA apa juga hebat kali dibilang,  tomat busuk kok ditanam). Saran Tuanku. 

Ttd. 

Ketua Umum PW KAMMI Aceh

Sunday, May 7, 2017

Rumah Villa Minimalis 200jutaan, Area Kaki Gunung Gede Pangrango

Rumah villa minimalis properti rumah 10657279
Rp 235000000
Rumah bergaya villa minimalis ini berlokasi di Kaki gunung Gede Pangrango. Tepatnya di jalan Simpang Galudra Cugenang Cianjur.
Lokasi strategis, karena dekat ke Cianjur kota dan Puncak. Dan kawasan wisata lainnya seperti Taman Bunga. Sangat cocok untuk refreshing akhir pekan untuk keluarga anda.<b...

Saturday, May 6, 2017

Jadikan Setiap Ujian/Cobaan Sebagai Batu Loncatan Menuju Puncak Kesuksesan

Muhammad bin Abdullah terlahir sebagai anak yatim. Karena tradisi Arab jaman dulu, beliau diasuh dan disusui oleh orang lain.
(Sumber : YukPiknik.com)


 Usia 4-5 tahun kembali ke pangkuan ibunya, namun di usia 6 tahun ibunya meninggal dunia.

Usia 6 diasuh oleh kakeknya, namun hanya di usia 8 tahun kakeknya meninggal dunia.

walaupun diasuh oleh pamannya, beliau tidak mau jadi beban. Akhirnya beliau bekerja sebagai pengembala kambing punya orang lain. Usia 12 tahun ikut berdagang ke Syam (wilayah Romawi Timur). Dari sinilah beliau belajar sebagai pedagang ulung yg kemudian hari sukses menjual barang2 punya Khadijah dengan keuntungan yang sangat besar, hal ini belum terjadi sebelumnya. kelak Khadijah menjadi istrinya.

Usia 15 tahun, beliau ikut dalam peperangan. Dari sini beliau belajar sebagai panglima perang, dalam sejarahnya selalu menang.

Walaupun beliau ini dijadikan oleh Allah sebagai Rosul terakhir, justru harus melewati berbagai ujian untuk meningkatkan kualitas dirinya. Begitu pula dengan kita, setiap ujian silih berdatangan, itu sebagai sinyal bagi kita agar terus meningkatkan kualitas diri menuju puncak kesuksesan.

 Selesai di kaki gunung Gede Pangrango.

Wednesday, May 3, 2017

Mengapa Ada Surga Bagi Orang Tua yang Memiliki 2-3 Anak Perempuan?

Entah kenapa sebagian besar orang tua lebih mengharapkan mempunyai keturunan anak laki-laki daripada anak perempuan. Seolah-olah anak lelaki itu lebih utama dari anak perempuan. Termasuk saya dan istri, sudah 3 kali kehamilannya  positif perempuan terus.

(kumpulanmisteri.com)
Bagaimana pandangan Islam mengenai mempunyai anak perempuan? Ada sebuah hadist yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra., ia berkata : Rosulullah Saw. bersabda :

“Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, ia mengasuh mereka, memenuhi kebutuhan mereka dan mengasihi mereka, maka telah wajib baginya surga. Lalu seorang laki-laki di antara kaum ada yang bertanya, ‘Dan juga dua anak perempuan wahai Rosulullah?’ Beliau bersabda, ‘Dan juga dua anak perempuan.” (H.R Bukhori)

Kenapa ada surga bagi orang tua yang mempunyai 2 atau 3 anak perempuan? Karena di sana ada sebuah tugas yang mulia bagi orang tua menuju surga.  Para orang tua memiliki kewajiban dalam mengasuh, menafkahi, dan mendidik anak-anak perempuannya hingga mereka dinikahkan dengan seorang lelaki soleh, dan seterusnya hingga keturunannya menjadi sebuah keluarga besar yang akan mengisi bumi ini dengan kalimat Laa Ilaha Illallah.

Saya sangat khawatir jika para muslimah rusak secara moral lebih dominan, ini berarti menandakan peradaban Islam semakin sekarat. Apalagi Ghazul Fikri (perang pemikiran) era digital ini lebih dahsyat dari sebelumnya. Tidak aneh jika Rosulullah bersabda bahwa mengasuh, menafkahi, dan mengasihi 2-3 anak perempuan wajib baginya surga. Karena memang posisi perempuan dalam Islam sangat penting sekali bagi berlangsungnya sebuah peradaban.

Maka tidak heran, Muhammad Quthb menyatakan, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.”

Ingin mempunyai keturunan yang soleh dan solehah, yang pertama kali pilihlah istri solehahah. Sebelum menjadi istri solehah bagi suaminya, asuh dan didiklah anak-anak perempuan itu menjadi anak solehah. Bagaimana jika sebaliknya, apa yang akan terjadi? Saya tidak bisa membayangkannya terlalu panjang. Melahirkan dan menumbuhkan, lalu merawat anak perempuan menjadi perhiasan dunia yang paling indah (menjadi wanita solehah) itu tugas utama bagi orang tua.

 Berbahagialah bagi orang tua yang memiliki 2-3 anak perempuan, lalu bersabar dalam  mengasuh dan mendidiknya. Insya Allah dengan mendidik mereka, tidak hanya surga yang akan didapatkan, tetapi sedang mempersiapkan peradaban Islam berdiri tegak kembali di muka bumi ini. Peradaban Islam lahir, tidak terlepas dari peran perempuan yang sholehah.

Selesai di kaki gunung Gede Pangrango

KAMMI Aceh Sesalkan Aksi Coret-Coret Baju Pasca Pengumuman UN 2017

Kemarin secara serentak se-Indonesia telah diumumkan hasil UN SMA/SMK/MA. Pengumuman kelulusan UN menjadi info yang paling dinanti oleh seluruh pelajar setelah mereka sebulan yang lalu mengikuti UN.

Dalam menanggapi kelulusan UN setiap pelajar akan mengekpresikan kegembiraannya dengan berbagai cara.  Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah aksi coret-coret baju.  Disamping itu ada juga aksi konvoi dijalan dengan kawan-kawan yang lulus UN. Lebih parahnya bahkan ada sebagian pelajar yang merayakannya dengan mengadakan pesta malam antara siswa dan siswi.

Meskipun sudah ada larangan untuk tidak melakukan aksi yang tidak bermanfaat ini.  Tapi tetap saja selepas pengumuman UN tindakan sperti ini masih sering kita lihat.  Tidak terkecuali di Aceh.

Menurut amatan Tim Kajian Strategis KAMMI Aceh.  Masih ditemukan kegiatan-kegiatan coret-coret baju selepas pengumuman UN di Aceh.  Masih banyak pelajar Aceh yang melakukan tindakan tidak berguna ini.  Bahkan hingga malam masih bisa kita temukan pelajar yang berkeliaran dengan membonceng cowok dan cewek di seputaran simpang Lima Banda Aceh.

Menanggapi hal ini ketua umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad sangat menyesalkan masih adanya pelajar Aceh yang melakukan coret-coret baju. Seharusnya baju yang mereka pakai bisa disumbangkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.  Masih banyak saudara-saudara kita yang butuh baju sekolah. "Pelajar sekarang seharusnya bisa lebih cerdas dan tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik,  bukan semakin kebablasan". Kata Tuanku.

Disamping itu Tuanku Muhammad juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dalam menghilangkan budaya ini.  Orang tua dan Guru harus menjadi garda terdepan dalam mencegah hal ini. "Seharusnya aksi para pelajar tidak akan terjadi jika kita semua bersatu dalam mengontrol mereka, bukan malahan kita lepas kontrol". Tambah Tuanku

Akhirnya kita mengharapkan agar pelajar Aceh kedepan tidak ada lagi yang melakukan aksi coret-coret baju,  konvoi di jalan dan bahkan pesta malam. Seharusnya ketika kita mendapatkan pengumuman kelulusan,  kita bersyukur dan berdoa kepada Allah.  Perjalanan pendidikan kedepan masih panjang. Jadi,  mari bersama-sama bersatu menghapus budaya ini di seluruh Aceh. Selamatkan Pelajar Aceh.

Ttd.

Ketua Umum PW KAMMI Aceh