Tuesday, April 3, 2018

Aher Gubernur Jabar Berprestasi, dari Penjual Gorengan hingga masuk Radar Cawapres Prabowo


Ahmad Heryawan yang biasa disapa kang Aher masuk dalam salah satu dari 15 daftar dalam penjaringan Cawapres untuk Prabowo Subianto. Seperti dilansir dari laman Detik; Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, menegaskan belum ada nama tertentu yang jadi calon terkuat cawapres Prabowo. Semua nama tersebut akan dibahas dalam rapat koalisi.

(sumber; politik.rmol.co)
Ahmad Heryawan (Aher) dilahirkan di Sukabumi pada 19 Juni 1966. Kang Aher memulai pendidikan dasarnya di SD Negeri Selaawi I, lalu lanjut ke SMP Negeri Sukaraja, dan SMA Negeri 3 Sukabumi. Kemudian melanjutkan SI nya ke Fakultas Syariah di LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab). Sejak SD sampai SMA, Aher rutin menjual gorengan punya tetangganya.


Selepas dari lulusnya SI, kang Aher menjadi seorang pengajar dan mubaligh (penceramah). Kang Aher aktif sebagai pengajar di beberapa kampus, diantaranya; Ma’had al-Hikmah, Dirasah Islamiyyah al-Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan Pusat Studi Islam al-Manar.

Karier Politik kang Aher

Sejak tahun 1999, kang Aher aktif di Persatuan Umat Islam (PUI). Pada tahun 2004, ia dipercaya sebagai ketua umum PUI.

Pada tahun 1999, kang Aher terpilih menjadi anggota DPRD provinsi DKI Jakarta. Selepas pemilu 2004, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004 -2009.  Sebelum masa jabatannya berakhir, ia dicalonkan sebagai Cagub bersama Dede Yusuf pada Pilkada Jabar. Secara mengejutkan, ia beersama Dede Yusuf dinyatakan sebagai pemenang. Kang Aher bersama Dede Yusuf memimpin Jabar periode 2008-2013.

Pada pilgub berikutnya, kang Aher dan Dede Yusuf berpisah dan menjadi lawan politiknya. Kang Aher kembali maju dengan Dedi Mizwar, dan terpilih kembali sebagai Gubernur periode 2013-2018. Pada tahun 2014 dan 2018, kang Aher masuk bursa capres dari Internal PKS. 

Pada awal tahun 2015, Jabar menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA). Kang Aher menjadi khatib Jum’at dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris di hadapan kepala negara peserta KAA.
Ada pun prestasi dan penghargaanya kang Aher selama menjadi Gubernur Jawabarat 2 periode sebagai berikut;

Enterpreneurship Development (2011)
Penghargaan Pendidikan Inklusif (2011)
Adiupaya Puritama bidang Penyelenggara Perumahan dan Kawasan Permukiman     (2011)
Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama (2011)
Satya Lencana Kebaktian Sosial (2011)
nugerah Parahita Ekapraya (APE) Pratama (2011)
Transmigrasi Award (2011)
Penghargaan Adiupaya Puritama, Bali 31 Oktober 2008.
Penghargaan Agro Inovasi Pengembangan Hortikultura, Jakarta 6 Agustus 2009.
Penghargaan Adiupaya Puritama, Jakarta 20 Agustus 2009.
Penghargaan Anugerah Aksara, Cilegon 8 September 2009.
Penghargaan Daerah Berprestasi Kinerja Keuangan, Ekonomi dan Kesejahteraan, Jakarta 2 November 2009.
Penghargaan Sebagai Regional Champion, Jakarta 19 Februari 2010.
Penghargaan Lencana Dharma Bakti, Cibubur 14 Agustus 2010
Penghargaan Ksatria Bakti Husada, Jakarta 12 November 2010
Penghargaan Presiden Bidang Pertanian, 3 Desember 2010
Penghargaan BKN Award-Manajemen Kepegawaian Terbaik Tahun 2011
Penghargaan Upakarti Pengembangan IKM.
Penghargaan Indonesia Good Design Selection (IDGS)
Penghargaan Enterpreneurship Development, Jakarta 2 Februari 2011
Anugerah Pangripta Nusantara, Jakarta 28 April 2011
Anugerah Bhawa Sasana Desa, Cirebon 9 Mei 2011
Doktor Honouris Causa dari Youngsan University Korea Selatan, 15 November 2011
Penghargaan CSR For Indonesia Sustainability Summit and Award 2011, Bali 8 Desember 2011
Anugerah Perencanaan Terbaik PANGRIPTA NUSANTARA 2012: Provinsi Terbaik I, Jakarta 25 April 2012
Penghargaan Satyalancana Wira Karya Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana, Mataram 30 Juni 2012
Keterangan ; Diolah dari Viva dan Wikipedia

Artikel Terkait