Friday, April 6, 2018

Mahfud MD, Eks Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta hingga Cawapresnya Jokowi

Anda pasti sudah mengenal siapa Mahfud MD. Ia seorang cendikiawan muslim yang berpengalaman di bidang Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Ia pernah menjabat sebagai Menteri pada kabinet  presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), anggota DPR RI, dan terakhir sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.

(Sumber:nasional.tempo.co)

Nama lengkapnya ialah Prof. Dr. Mohammad Mahfud, S.H., S.U., dilahirkan di Sampang Madura pada tanggal 13 Mei 1957. Ia memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah di Pondok Pesantren al-Mardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura. Kemudian lanjut di SDN Waru, Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Negeri Pamekasan, Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) Yogyakarta, Sarjana Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sarjana Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Doktor Ilmu Hukum UII. Pada tahun 2000 ia memperoleh gelar Guru Besar Politik Hukum.


Karier Mahfud MD

Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, (sejak 1984)
Direktur Pascasarjana UII (1998-2001)
Tim Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM (2000)
Menteri Pertahanan RI (2000-2001)
Menteri Kehakiman dan HAM (2001)
Wakil Ketua Umum Dewan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (2002-2005)

Anggota DPR RI dari PKB periode 2004-2009
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Periode 2008-2013


Pada pemilihan presiden (Pilpres 2014), Mahfud MD didaulat sebagai ketua Tim Pemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Hasil Pilpres 2014 Di Madura, suara Prabowo-Hatta menang telak atas Jokowi-JK.

Mahfud MD masuk radar sebagai cawapresnya Jokowi. Ia salah satu cawapres Jokowi dari kalangan non partai. Ia tidak akan aktif mengkampanyekan dirinya sebagai cawapres Jokowi, termasuk melalui baliho dan poster."Kalau ingin, itu saya buat baliho, buat poster, buat apa di mana-mana buat tim sukses, saya katakan, saya tidak ingin dan tidak akan aktif," ujar Mahfud seperti dilansir laman Beritasatu. Kata 'tidak aktif' bukan berati tidak mau menerima pinangan dari partai politik yang menawarkannya sebagai cawapres. Lalu siapa yang akan jadi Cawapresnya? Biarlah waktu yang akan menjawabnya.




 

 






Artikel Terkait