Wednesday, April 4, 2018

Nasihat Khalid Misyal (Mantan Ketua Biro Politik HAMAS) dalam Acara Milad 90 tahun Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin (IM) didirikan oleh Hasan al-Banna bersama 6 tokoh lainnya di Mesir pada bulan Maret 1928. Dengan kematian pendirinya yang terbunuh, justru Ikhwanul Muslimin berkembang pesat ke lintas negara. Kini usianya sudah 90 tahun, banyak sekali liku perjalanan dakwah Ikhwanul Muslimin. Admin akan mengutip dari kultwit Hasmi Bakhtiar tentang nasehat Khalid Misyal (mantan ketua biro politik HAMAS) kepada Ikhwanul Muslimin dalam acara miladnya Maret kemarin di Istanbul, Turki.

(Hasan al-Banna Pendiri IM/kabarislamia.com)


Oleh Hasmi Bakhtiar
   1. Dari sekian banyak tamu undangan yang berbicara di podium, yang paling gw sukai adalah Taushiyah syaikh Khalid Misyal (Hamas) langsung di hadapan ustadz Ibrahim Munir dan para petinggi Maktab Al Irsyad #90TahunIM

  2. Taushiyah penting ini mengingatkan gw kepada anak idiologis IM di tanah air yang juga sedang dirundung sengketa. Ketika gw mendengar kalimat demi kalimat yang disampaikan Syaikh Khalid Misyal seakan taushiyah itu untuk kita para kader PKS di Indonesia #90TahunIM

 3.  Gw coba share di sini yang disampaikan syaikh Khalid Misyal. Barangkali perjalanan jauh kita bersama Jamaah ini membuat kita lelah bahkan terlupa dari mana kita berasal dan hendak kemana kita pergi #90TahunIM

  4. Dakwah IM yang diserukan oleh seorang "mujaddid" yang memiliki kecerdasan dan semangat yang luar biasa yaitu Assyahid Hasan Albanna hingga hari ini tetap eksis. Usia dakwah ini jauh lebih panjangn dari usia Hasan Albanna yang tergolong relatif singkat #90TahunIM

  5. Menurut Syaikh khalid Misyal, usia dakwah IM yang panjang ini tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Ada sebab yang menjadikan dakwah ini terus berbuah dan berkembang ke seluruh dunia. Kita termasuk buah dari dakwah ini #90TahunIM

  6.  Sebab pertama adalah keikhlasan Imam Albanna dalam berdakwah. Keikhlasan beliau dan kelapangan dada beliau menjadi keberkahan tersendiri sehingga dakwah ini memiliki umur yang panjang hingga hari ini #90TahunIM

 7.  Sebab kedua adalah "syumulul fikrah". Fikrah yang komprehensif. Tantangan yang dihadapi manusia di dalam kehidupan sungguh kompleks, itu sebabnya manhaj yang "syumul" dengan sendirinya akan menjadi pilihan karena mampu menghadirkan solusi dalam semua situasi #90TahunIM

 8. Sebab ketiga adalah "alwashatiyah wal I'tidal". Semua yang ekstrem akan ditinggalkan dengan sendirinya walau di awal terlihat menarik bagi banyak kalangan. Dakwah IM selalu eksis karena sukses menjadi kekuatan moderat dalam situasi tersulit sekalipun #90TahunIM

 9. Yang keempat adalah logika dakwah IM yang lugas. Dakwah IM tidak menuntut banyak hal yang berbelit kepada kadernya, cukup 5 hal yang mereka rangkum dalam "Mabadi'ul muslim Al Khamsah" #90TahunIM

 10. Allah adalah tujuan kami
      Rosulullah adalah tauladan kami
      Alquran adalah pedoman kami
     Jihad adalah jalan kami
     Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi #90TahunIM

 11. Yang kelima adalah kemampuan men-tathbiq teori2 yang tertulis di buku ke alam waqi'. Kader IM dididik menjadi anak "maidan" bukan anak "sutur" yang hanya jago berteori namun gagap ketika di lapangan #90TahunIM

 12. Sebab keenam yang membuat dakwah IM memiliki napas yang panjang adalah sifatnya yang internasional. Kader IM sudah tidak lagi bicara sekat2 negara yang tipis apalagi  berkutat pada narasi "saya orang dalam kamu orang luar", tapi IM hadir untuk semua kalangan #90TahunIM

13. Sebab terakhir adalah akal cerdas para pemangku dakwah IM. Menjadi pemimpin IM dituntut memiliki akal dan cara berpikir yang cerdas. Memecahkan masalah yang rumit menjadi tuntutan bukan justru tenggelam dalam masalah yang sebenarnya mudah diselesaikan #90TahunIM

14. Imam Assyahid Hasan Albanna adalah contoh figur yang memiliki akal yang luar biasa cerdas. Dalam usia yang sangat singkat beliau bisa merumuskan sebuah manhaj yang saat ini diakui oleh jutaan orang di dunia #90TahunIM

15.  Selain cerdas beliau juga memiliki hati yang lapang dan luas sehingga mampu menampung banyak isi kepala di sana. Pantas ketika ada yang mengatakan beliau memiliki hati Ali bin Abi Thalib dan akal Muawiyah. Di kalangan kader PKS gw melihat ini pada sosok @anismatta #90TahunIM

16.  Setelah ini gw mau masuk pada inti Taushiyah yang disampaikan Syaikh Khalid Misyal. Taushiyah untuk internal IM yang saat ini dirundung kekalahan dan perpecahan. InsyaAllah nanti gw sambung, sekarang nyiapin bahan kuliah dulu untuk nanti pagi #90TahunIM

17.  Beraama Syaikh Qardhawi, Syaikh Khalid Misyal termasuk tokoh IM "alami" yang ikut mendamaikan perseteruan antar dua kubu di internal IM Mesir. Beliau paham betul pihak mana yang sedang tergelincir ke dalam kesalahan bahkan dimanfaatkan pihak musuh utk menghancurkan IM #90TahunIM

18. Itu sebabnya nasehat yang beliau sampaikan di hadapan ustadz Ibarahim Munir (wakil mursyid IM) beserta jajaranya di Maktab Al Irsyad sangat tepat sasaran katena syaikh Khalid Misyal paham betuk penyakit yang diidap oknum di Maktab al Irsyad #90TahunIM

19. Nasehat pertama beliau untuk semua kader IM khususon Qiyadah-nya yang memegang kendali Jamaah adalah "Attajdid adda'im". Kader dan Qiyadah IM harus bisa mengikuti sekaligus menjawab tantangan zaman dalam bingkai manhaj yang sudah diwariskan Imam Albanna #90TahunIM

20. Manhaj yang diwariskan Imam Albanna harus mampu diterjemahkan oleh para kader IM di setiap zamannya. Terpaku pada hal2 "jadul" yang justru tidak esensial akan membunuh Jamaah ini perlahan #90TahunIM

21. Harakah2 yang merupakan anak idiologis IM di dunia menerjemahkan "attajdid" ini dalam berbagai bentuk. Di Indo, PKS tampil menjadi partai terbuka, di Tunis Annahdha sampai memisahkan amal da'wi dengan amal siyasi. Yah memang sunnah perjuangan menuntut itu #90TahunIM

22. Kader yang memiliki pandangan ekstrem dan terkesan serampangan dalam menyikapi perubahan akan tergilas bahkan akan menjadi sebab lambannya laju Jamaah. Fenomena lambannya para kader memahami perubahan zaman terjadi di Mesir juga Indonesia #90TahunIM

23.  Nashat beliau yang kedua adalah "assyaja'ah", keberanian. Keberanian para kader harus smepurnah dan dalam semua hal termasuk keberanian mengakui kesalahan #90TahunIM

24.  Syaikh Khalid Misyal menjadi saksi bagaimana faksi Tua di internal IM (ustad ibarahim Munir dkk) begitu berat mengakui kesalahan mereka dalam memimpin bahkan hanya untuk sekedar menerima kritikan dari faksi Muda #90TahunIM

25. Jadi wajar Syaikh Khalid Misyal lamgsung mengatakan di hadapan petinggi IM bahwa mereka yang tidak menerima kritikan sejatinya tidak percaya akan kemampuan diri mereka sendiri #90TahunIM

26. Nasehat beliau ini menjadi penting melihat banyak kasus di berbagai negara bahwa Qiyadah melihat kritikan sebagai pembangkangan, ini juga terjadi di Mesir dan Indonesia #90TahunIM

27. Pemecatan tiba2, dikucilkan atau sejenisnya yang dilakukan oknum Qiyadah telah membuat IM di Mesir setengah hidup setengah mati. PKS di Indonesia akan mengalami hal sama jika situasi ini tidak segera diselesaikan #90TahunIM

28.  Qiyadah yang dibutuhkan Jamaah saat ini tidak hanya Qiyadah yang berani mememimpin tapi juga Qiyadah yang berani menerima perbedaan. Hal yang sangat mudah bagi kader IM sebenarnya jika memahami manhaj dg benar

29. Qiyadah yang tidak berani menerima kritikan sejatinya tidak memiliki kepercayaan diri, padahal Jamaah ini membutuhkan figur dengan kepercayaan diri yang besar sehingga mampu menyelesaikan urusan2 besar #90TahunIM

30. Menuduh kritikan sebagai kebencian bahkan pembangkangan merupakan kebiasaan para pemimpin kerdil, dan semakin dia menolak kritikan semakin nyata pula dia kerdil #90TahunIM

31. Qiyadah adalah manusia biasa, mereka bisa salah bisa benar. Ketika mereka salah dan berani mengakui kesalahannya justru membuat kader akan semakin percaya pada dirinya #90TahunIM

32.  Nasehat ketiga adalah "almazidu minal infitah", lebih terbuka terhadap pihak luar dan menghargai pihak lain #90TahunIM

33. Penyakit "katak dalam tempurung" seringkali menghinggapi kader Jamaah ini. Mereka lupa tujuan kehadiran mereka adalah sebagai da'i yang seharusnya merangkul umat, bukan sebagai Qadhi yang memvonis orang lain ini itu #90TahunIM

34. Membangun peradaban adalah kerja besar yang membutuhkan SDM yang tidak sedikit, maka dakwah ini tidak akan pernah menang jika prilaku saling meniadakan terus dirawat oleh sesama kita #90TahunIM

35. Nasehat terakhir yang disampaikan syaikh Khalid Misyal kepada para kader adalah "Husnuttadbir", yaitu profesionalitas #90TahunIM

36. Profesional dalam berjamaah harus dilakukan oleh kader dalam semua aspek. Profesional memahami manhaj, profesional menggunakan kekuasaan dalam Jamaah dll sehingga tidak pernah muncul istilah "syuro bathil" atau Qiyadah dzalim #90TahunIM

37. tu inti dari nasehat Syaikh Khalid Misyal kepada anak Jamaah ini. Nasehat yang keluar dari hati mujahid besar dan sekaligus murabbi mukhlis. Semoga Allah selalu menyertai Jamaah ini dengan keberkahan #90TahunIM

Sumber : Hasmi_Bakhtiar



Artikel Terkait