Wednesday, April 11, 2018

Terkepung, Prabowo menunjukkan Kemampuan Terbaiknya sebagai Komandan Tempur

Dalam acara Rakornas Partai Gerindra di Hambalang Bogor hari ini, secara resmi Prabowo maju kembali bertarung di Pilpres 2019. Acara Rakornas dihadiri oleh petinggi partai PAN, PKS, Anies Baswedan (Gubernur DKI), Sandiaga Uno (Wagub DKI), dan lain-lain. Kini tinggal penentuan siapa akan jadi cawapres Prabowo.

(Prabowo Subianto/Merdeka.com)
Jika dilihat dari jumlah partai yang hadir dalam Rakornas, mungkin ini sedikit ketimbang partai-partai yang mendukung kembali presiden Jokowi di pilpres 2019 jumlahnya lebih banyak. Sampai saat ini belum fiks 100% PAN dan PKS akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Walaupun peluang itu besar.



Kali ini, admin akan menceritakan bagaimana kisah Prabowo yang bertempur di medan perang Timor Timur. Admin akan mengutip seluruh sumbernya dengan judul Kisah Prabowo di Medan Tempur Versi Para Sahabat dari merdeka.com. Silahkan simak kisahnya di bawah ini;


1. Bawa buku ekonomi ke medan perang
Merdeka.com - Ketua Tim Koalisi Merah Putih Letjen (Purn) TNI Yunus Yosfiah memiliki kenangan khusus dengan Prabowo Subianto. Dia bercerita mengenai pengalamannya bersama Prabowo sewaktu berada di lokasi operasi saat sama-sama masih aktif sebagai anggota TNI.

"Saya ingin jelaskan pada waktu pertama kali saya di daerah operasi kita mau berangkat ransel itu besar saya panggil dia, 'Wo apa isi ransel kamu kok besar sekali? Dia jawab 'Bang saya bawa ini bahan bacaan bang'," ujar Yunus di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (17/8).

Yunus kemudian berpikir mungkin Prabowo saat itu membawa buku-buku tersebut untuk mengisi waktu senggang di daerah operasi dengan membaca.

"Saya berpikir untuk mengisi waktu bacaan bisa untuk hiburan, begitu saya lihat ternyata bacaannya adalah majalah ekonomi. Itu saya terenyuh kok anak ini mau ke daerah operasi bawa majalah ekonomi oh mungkin bapaknya seorang ahli ekonomi.

2. Pernah terkepung bersama-sama
Merdeka.com - Letjen Yunus Yosfiah bercerita saat bertugas menjadi komandan Prabowo dalam perang di Timor-Timur. Di saat-saat genting, Prabowo mampu memperlihatkan kemampuan sebagai komandan pasukan tempur.

"Saya dua kali terkepung bersama-sama dan hanya dua satuan yaitu satuan saya dan pak Prabowo. Saya tahu benar, karena saya komandannya saat itu," puji Yunus.

"Adik-adik ini saya tahu di daerah operasi. Prabowo itu brilian, hebat. Jangan diragukan itu," katanya.

Menurut Yunus, Prabowo selalu dikirim ke medan perang bukan karena gila perang. Tapi karena pimpinan ABRI saat itu percaya pada kemampuan Prabowo.

"Saya ingin luruskan, tentara itu kalau tugas ke daerah penugasan bukan karena doyan tapi semata-mata karena kepercayaan negara kepada dia bahwa dia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik," beber Yunus.

3. Disebut komandan kancil
Merdeka.com - Para anak buah Prabowo di Timor Timur punya kenangan tersendiri soal komandan mereka. Dia selalu ada di barisan depan bersama serdadunya. 

Prabowo tidak pernah meninggalkan pasukannya di medan perang. Panggilannya di radio komunikasi dikenal dengan sebutan Kancil. 

"Dia selalu ada di posisi paling bahaya," kisah salah seorang anak buahnya saat berbincang dengan merdeka.com.

Prajurit itu juga berkisah Prabowo memikirkan kesejahteraan prajuritnya. Bahkan Prabowo membayari utang anak buahnya dengan uang pribadi.
4. Seminggu makan singkong dan rebung
Merdeka.com - Bagi kalangan mantan prajurit Perang Timor Timur, Prabowo memang dikenal apa adanya. Dia kerap makan di kantin dan berpergian dengan mobil dinas jeep milik Angkatan Darat. 

Cerita mengesankan datang saat Prabowo masih memimpin Komando Pasukan Khusus bertempur di Timor Timur. Selama sepekan Prabowo dan pasukannya tidak mendapatkan pasokan makanan lantaran memasuki daerah rawan. Helikopter tidak berani mendarat. Dari sana, kebersamaan dengan prajurit diingat hingga saat ini.

Dalam keadaan tanpa makanan, Prabowo bersama pasukannya tetap bertahan hidup. Dengan mengandalkan singkong dan rebung, pasukannya terus mengejar milisi Fretilin. 

"Seminggu kita nggak makan, hanya makan singkong dan rebung. Beliau selalu ada bersama kita," tutur sumber itu.
5. Ajari bahasa Inggris di tengah hutan
Merdeka.com - Prabowo tak cuma memimpin anak buahnya berperang. Di malam hari, saat prajuritnya beristirahat, Prabowo juga mengajari mereka Bahasa Inggris.

"Setiap malam diajarin bahasa Inggris," kata salah seorang mantan anak buah Prabowo di Timor Timur.

Prabowo memang dikenal jago berbahasa Inggris. Maklum hingga Sekolah Menengah Atas, dihabiskannya di luar negeri. 

Saat menjadi Taruna di Akabri, Prabowo selalu diandalkan untuk jadi penerjemah tamu-tamu asing yang datang ke sekolah militer tersebut.







No comments: