Saturday, June 2, 2018

Kontribusi Paripurna Aher untuk Jawa Barat

Oleh: Andri Rusmana, S.Pd.I
 (Ketua Bidang Politik Gema Keadilan Jawa Barat)



Sebentar lagi tepatnya 13 Juni 2018, Ahmad Heryawan akan mengakhiri pengabdiannya untuk Jawa Barat setelah 10 tahun berlalu. Ini periode keduanya memimpin Jawa Barat dengan didampingi oleh dua orang wakil gubernur; Dede yusuf dan Deddy Mizwar. Semua orang bisa memberikan penilaiannya, baik secara objektif maupun subjektif. Tapi setidaknya ada beberapa ulasan penilaian yang bisa kita berikan untuk sepuluh tahun kepemimpinan Ahmad Heryawan di Jawa Barat.


Pertama, dari segi IPM Jawa Barat sudah masuk ke dalam kriteria Provinsi dengan nilai IPM yang tinggi. Pada tahun 2017 kemarin, IPM Jawa Barat berada pada angka 70,69 naik sebesar 0,64 poin dari tahun 2016 yaitu 70,05. Dengan penduduk Jawa Barat yang mencapai 46 juta jiwa, maka sumbangan IPM Jawa Barat yang tinggi sangat berdampak pada IPM nasional. Di sinilah salah satu letak strategis Jawa Barat. Meskipun masih di bawah IPM nasional yang mencapai 70,81 poin, tetap saja sumbangan IPM  Jawa Barat tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kedua, kepemimpinan Ahmad heryawan selama 10 tahun telah berhasil menancapkan tonggak infrastruktur yang sangat berarti bagi pembangunan Jawa barat ke depan. Tingkat kemantapan Jalan provinsi di Jawa Barat yang sepanjang 2000an kilometer mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tahun 2008, tingkat kemantapan jalan hanya sebesar 87 persen. Sedangkan tahun 2017 sudah di angka 98 persen dan akan mencapai 100 persen pada 2018 ini. Jelas hal ini merupakan sebuah prestasi apalagi dulu Jawa Barat malah terkenal dengan jalannya yang jelek. Kemudian, tonggak infrastruktur yang dibuat oleh ahmad Heryawan adalah pembuatan bandara Kertajati yang telah dibuka pada 23 Mei kemarin dan akan membawa dampak yang besar pada perekonomian Jawa barat ke depan. Selain itu, kita ketahui juga ada pembangunan Gelora BLA, stadion-stadion baru di berbagai kota, SOR Arcamanik, Jalur lintas Selatan, Tol Cisumdawu, Tol Cipali, Pelabuhan Patimban dll yang tentunya juga berkolaborasi dengan pemerintahan pusat, pemerintahan daerah dan pihak swasta. Dengan capaian infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat Jawa Barat guna mendongkrak kegiatan perekonomian yang lebih bak.

Ketiga, kepemimpinan Ahmad Heryawan ini telah melahirkan tidak kurang 278 penghargaan selama memimpin jawa Barat. Yang paling prestisius adalah Parasamya Purnakarya Nugraha yang merupakan tanda penghormatan tertinggi pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Kemudian Pemprov Jawa Barat juga telah mendapatkan predikat WTP sebanyak 7 kali berturut-turut dari 2011-2018. Jelas hal ini membutuhkan keseriusan yang mendalam untuk mendapatkan predikat tertinggi dalam hal laporan keuangan. Penghargaan-penghargaan ini juga berbanding lurus dengan pemenuhan janji kampanye. Tercatat, Ahmad Heryawan telah memenuhi 100 persen janji kampanyenya. Hal yang banyak diingkari oleh para pemimpin setelah terpilih. Tapi, beliau berusaha dengan tekun dan konsisten untuk melakukannya meskipun menempuh jalan sunyi dan jauh dari hingar bingar pemberitaan media. Bahkan capaiannya ini telah mampu menyabet penghargaan Bintang Astha Brata Utama Pamong Praja dari IPDN yang diserahkan langsung oleh Mendagri.

Inilah kiranya beberapa capaian ahmad Heryawan yang bisa diringkas selama sepuluh tahun kepemimpinannya di Jawa Barat. Dengan capaian tersebut, beliau telah menancapkan tonggak yang tepat untuk kemajuan Jawa Barat di masa yang akan datang, meskipun masih ada kekurangan-kekurangan yang bisa diperbaiki oleh pemimpin selanjutnya. Semoga Jawa Barat ke depan mampu mendapatkan pemimpin yang setara atau bahkan lebih baik dari Ahmad Heryawan, sosok yang sederhana namun penuh etos dan kerja keras. Terima kasih Kang Aher!



No comments: