Sunday, February 3, 2019

Dampak Positif Dalam Organisasi Mahasiswa

           Oleh Fajar
(kaskus.co.id)

Mahasiswa adalah “maha” siswa, yaitu seorang siswa yang telah mencapai tingkat lebih tinggi lagi. Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa adalah seseorang yang memiliki potensial dalam memahami perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan dan lingkungan masyarakat. Yang memiliki posisi dan peran sebagai agent of change, social controler, dan the future leader.

Mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam tiap fenomena sosial, harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselerasi perubahan keumatan ke arah berkeadaban.

Organisasi adalah sebuah sistem (wadah) yang terdiri dari sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis, yang saling berinteraksi, memanfaatkan sumber daya dan memiliki harapan dan kepentingan bersama untuk mencapai tujuan bersama

Nilai Indeks Prestasi adalah tingkat keberhasilan studi yang dicapai oleh mahasiswa dari semua kegiatan akademik yang diikuti mahasiswa dalam jangka tertentu, yang dinyatakan dalam bentuk bilangan.  Indeks Prestasi terdiri atas 2 macam, yaitu Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada setiap semesternya.

Dalam berorganisasi mahasiswa mencoba untuk mencari pengalaman baru serta ilmu- ilmu baru yang bermanfaat melalui kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi yang mana diharapkan dapat menunjang nilai indeks prestasi mahasiswa itu sendiri.

Meskipun terkadang ada sebagian orang yang berasumsi bahwa organisasi mengganggu perkuliahan.  Dengan berbagai persepsi, pandangan serta paradigma dari para mahasiswa itu sendiri, diantaranya: (1) Organisasi itu tidak penting, (2) buang-buang waktu, (3)membuat nilai mahasiswa menurun karena terlalu sibuk di organisasi, sedangkan kuliah terbengkalai, (4) organisasi itu tidak ada manfaatnya, hanya menganggu kegiatan kuliah, bahkan ada yang mengatakan bahwa (5) mengikuti organisasi itu untuk berlajar berbohong.

Akan tetapi semua itu kembali lagi dalam diri individu mahasiswa  itu sendiri bagaimana ia mengikutsertakan organisasi itu dengan baik tanpa adanya kesimpangsiuran antara organisasi dengan perkuliahan itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Robert K. Merton bahwasanya sering terjadi percampuradukkan antara motif subyek dengan pengertian fungsi. Fungsi sendiri adalah akibat yang dapat diamati yang menuju adaptasi adalah penyesuaian dalam suatu sistem. Sedangkan akibat yang tidak sesuai dengan dalam suatu sistem dalam konsep ini bagi Merton disebut dengan sebutan disfungsi.

 “Pengaruh Organisasi Terhadap Prestasi Mahasiswa”, yaitu dengan meneliti pengaruh keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi terhadap nilai indeks prestasi . Tenyata Memberikan dampak positif terhadap nilai indeks prestasi mahasiswa (IP/IPK)

pengaruh keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi terhadap nilai indeks prestasi serta ingin membuktikan bahwa organisasi tidak berdampak negatif terhadap nilai prestasi mahasiswa, namun sebaliknya (berdampak positif). Dan juga dengan berorganisasi bisa membuat prestasi meningkat, karena di dalam organisasi bisa didapatkan berbagai pengetahuan yang dapat menjadi peningkat nilai akademik, membantu dalam proses berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, management waktu dengan baik, belajar bertanggung jawab, belajar memimpin, belajar dewasa dan mandiri, belajar solidaritas dan pengorbanan, serta melatih skill dalam berbicara dan sebagainya.

Sehingga akhirnya bisa didapatkan hasil mahasiswa yang mengikuti organisasi dan berprestasi lebih mayoritas.

Artikel Terkait