Sunday, February 3, 2019

The Economist As a Scienthist

Oleh Fathi Yakan

•    Ekonom Sebagai Seorang Ilmuwan

Keadaan saling mempengaruhi antara teori dan observasi juga terjadi dalam ilmu ekonomi. Seorang ekonom mungkin tinggal di sebuah negara yang sedang mengalami kenaikan harga-harga dengan cepat dan tergerak oleh pengamatan ini untuk mengembangkan teori inflasi. Teori tersebut mungkin menegaskan bahwa inflasi yang tinggi terjadi apabila pemerintah mencetak terlalu banyak uang. Untuk menguji teori ini, para ekonom mengumpulkan dan menganalisis data harga-harga dan uang dari berbagai negara. Bila pertumbuhan dalam jumlah uang ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kenaikan harga-harga, ekonom tersebut akan mulai meragukan keasbsahan teori inflasinya. Bila pertumbuhan uang dan inflasi ternyata berkaitan erat dan didukung data internasional, yang memang merupakan fakta, ekonom akan menjadi lebih yakin atas teorinya.



Walaupun para ekonom menggunakan teori dan observasi seperti para ilmuwan lainnya, mereka menghadapi rintangan yang menyebabkan tugas mereka sangat menantang: eksperimen sering kali sulit dilakukan dalam ilmu ekonomi. Para fisikawan yang sedang mempelajari gravitasi dengan mudah dapat menjatuhkan obyek apa pun di laboratorium untuk mengumpulkan data dalam rangka menguji teori mereka. Sebaliknya, para ekonom yang sedang mempelajari inflasi tidak boleh dengan mudahnya memanipulasi kebijakan moneter suatu negara untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Para ekonom, seperti para astronomi dan para ahli biologi evolusioner biasanya harus mengumpulkan data dari berbagai kejadian nyata yang diberikan dunia kepada mereka, apa adanya.

Untuk menggantikan eksperimen laboratorium, para ekonom memberikan perhatian besar pada eksperimen-eksperimen alamiah yang terjadi dalam sejarah. Ketika perang Timur Tengah menganggu aliran minyak mentah, misalnya, harga minyak melambung di seluruh dunia. Bagi para konsumen minyak dan produk minyak, kejadian seperti itu menurunkan standar hidup. Bagi para pembuat kebijakan ekonomi, sulit membuat pilihan bagaimana cara memberikan tanggapan terbaik. Namun bagi para ilmuwan ekonomi, kejadian seperti itu memberikan pelung untuk mempelajari dampak sumber daya alam terutama terhadap perekonomian dunia, dan peluang ini bertahan lama bahkan sampai setelah perang berakhir. Bagian-bagian ini sangat berharga untuk dipelajari karena memberikan kita pemahaman mengenai perekonomian masa lampau dan lebih penting lagi, karena memungkinkan kita untuk menjelaskan dan mengevaluasi teori-teori ekonomi masa kini.

•    Peran Asumsi-Asumsi

Apabila anda bertanya kepada seorang fisikawan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah kelereng untuk jatuh dari puncak gedung berlantai sepuluh, fisikawan tersebut akan menjawab dengan mengasumsikan bahwa kelereng jatuh dalam ruang vakum. Tentu saja, asumsi ini salah. Kenyataannya, gedung tersebut dikelilingi oleh udara, yang menimbulkan gesekan pada kelereng yang jatuh dan memperlambat kecepatannya. Namun, fisikawan tersebut mungkin akan mengasumsikan bahwa gesekan pada kelereng sangat kecil sehingga efeknya dapat diabaikan. Mengasumsikan kelereng jatuh dalam ruang vakum sangat menyederhanakan masalah tanpa secara substansial mempengaruhi jawaban.

Para ekonom membuat asumsi-asumsi untuk alasan yang sama: asumsi-asumsi dapat menyederhanakan dunia yang kompleks dan menjadikannya lebih mudah dipahami. Untuk mempelajari dampak perdagangan internasional, misalnya, kita dapat mengasumsikan bahwa dunia hanya terdiri atas dua negara dan tiap negara hanya menghasilkan dua jenis barang. Tentu saja, dunia nyata terdiri atas banyak negara dan masing-masing menghasilkan ribuan jenis barang yang berbeda. Namun dengan mengasumsikan dunia negara dan dua jenis barang, kita dapat memusatkan perhatian kita. Sekali kita memahami perdagangan internasional dalam dunia hayalan dengan dua negara dan dua jenis barang, kita dapat memahami perdagangan internasional dalam dunia yang lebih kompleks yang kita tempati ini dengan lebih baik.

•    Model-Model Ekonomi

Ahli biologi mengajarkan anatomi dasar dengan tiruan tubuh manusia dari plastik. Model-model ini memiliki organ-organ utama, yaitu jantung, hati, ginjal dan seterusnya. Model ini memungkinkan pengajar untuk menunjukkan kepada para siswa, secara sederhana bagaimana bagian-bagian tubuh yang penting dapat saling bersesuaian. Tentu saja, model plastik tidak sama dengan tubuh manusia sebenarnya, dan tidak akan ada seorang pun mengatakan bahwa model itu merupakan manusia asli. Model-model ini sengaja dibuat dengan mengabaikan banyak bagian kecil. Namun, sekalipun model ini tidak nyata, mempelajarinya justru sangat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana tubuh manusia bekerja.

Para ekonom juga menggunakan model-model untuk mempelajari dunia, namun bukan dengan bahan plastik. Model-model yang mereka gunakan sering tersusun atas diagram-diagram dan persamaan-persamaan. Seperti model plastik yang dipergunakan ahli biologi, model-model ekonomi mengabaikan banyak bagian kecil untuk memungkinkan kita melihat apa yang sebenarnya penting. Sama halnya seperti model yang digunakan ahli biologi yang tidak mencakup seluruh otot dan pembuluh darah tubuh, model yang digunakan seorang ekonom juga tidak mencakup setiap bagian perekonomian. 

Oleh : Fathi Yakan, Depok

Artikel Terkait