Monday, April 1, 2019

Analisa Hasil Pilkada Turki

Oleh Tengku Zulkifli Usman

Secara umum kekuatan ril politik di turki pasca pilkada kemarin masih ditangan Erdogan dan AKP.
Walaupun secara angka AKP hanya meraih 47% dan kalau digabung dengan semua suara koalisi masih di angka 52%. Ini hasil yang bagus. Ini angka yang sama saat Erdogan memenangkan Pilpres tahun lalu.

Istanbul masih ditangan AKP walaupun menang tipis, Yildirim berhasil menyingkirkan Imamoglu yang merupakan salah satu calon presiden turki kedepan dari CHP.
Di ankara, kekalahan AKP memang sudah terbaca dari awal, semua data yang sudah pernah kita publish beberapa bulan lalu menunjukkan Ozhesaki bakal kalah dari Mansur Yavas.
Ankara adalah kota terbesar kedua setelah istanbul, ada hampir 5 juta suara disana, disusul dengan Izmir dengan 3,5jt pemilih. Istanbul sendiri punya 11 juta pemilih kira2 satu setengah kali DPT DKI jakarta.
Sejak awal tahun 2019, perkiraan pilkada ini memang sangat panas, terutama setelah perang ekonomi antara turki dan AS, oposisi seolah dapat amunisi.
Antalya juga jatuh ke tangan oposisi, sama dengan ankara, antalya dan ankara meskipun kalah, kepala kepala kampungnya masih AKP dan DPRD nya juga masih 80% lebih dari AKP. Secara ril AKP masih kuat disana.
Kalau melihat secara keseluruhan, khususnya kota kota besar turki. Istanbul, ankara, antalya, bursa, izmir dan adana. Secara ril AKP masih jadi penguasa disana.
Kekalahan di ankara bisa jadi karena AKP salah menurunkan calon, Ozhesaki adalah mantan menteri yang masih kurang mengakar, lain cerita kalau sampai yang dicalonkan adalah tokoh model Suleyman Soylu atau Bekir Bozdag, tapi ala kulli hal ankara masih dalam genggaman, Ozhesaki juga hanya kalah tipis kali ini.
Di istanbul, hampir tidak ada calon lain sekuat Binali Yildirim, AKP tepat memasang dia disana, justru CHP secara ril mengalami kekalahan telak disana, karena Imamoglu adalah calon pemimpin masa depan yang akan stuck kedepan gara gara kalah disini.
Dengan hasil yang dicapai AKP dan koalisinya saat ini yang masih diatas 50%, posisi Erdogan dan AKP masih cukup aman dalam mempertahankan kursi presiden 2023, bisa dibilang, hasil pilkada ini mengembalikan posisi Erdogan ke 2017 saat menang dalam referendum konstitusi turki menuju sistem presidensial yang kala itu AKP juga menang, yang meilih"evet" kala itu 51,8%.
Dengan kondisi turki saat ini yang bertubi tubi dihadapkan pada masalah konspirasi, hasil pilkada ini menunjukkan bahwa rakyat masih dengan meyakinkan mempercayakan masa depan turki kepada AKP.
Pilkada ini nilai lebihnya lagi adalah berjalan dengan sangat jujur dan demokratis. ini lebih mahal harganya ketimbang hanya soal angka angka. Mulai dari orang sakit sampai pengungsi suriah dikasih hak memilih dan difasilitasi dengan baik sesuai hukum yang berlaku.
Saya melihat hasil pilkada ini adalah titik balik evaluasi AKP setah dua dekade memegang turki, naik turun itu biasa, namanya demokrasi persaingannya memang sangat ketat. AKP dan erdogan pasti akan mengevaluasi besar besaran hasil pilkada ini, itu kemarin yang dia sampaikan dalam pidatonya dalam menyikapi hasil pilkada ini, Erdogan tidak mencari kambing hitam, Erdogan mengatakan samua hasil ini adalah tanggungjawab dia sebagai pimpinan AKP.
Selamat kepada rakyat turki, ini pemilu ke 5 kali dimana Erdogan dan AKP masih diberikan kepercayaan dan hati rakyat untuk melanjutkan pembangunan turki kedepan.

Artikel Terkait