Monday, May 27, 2019

Bahlil yang Disebut-sebut Jokowi sebagai Kandidat Menteri, Pernah Jadi Supir Angkot

Pada Acara Buka Puasa yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Ritz Carlton yang dihadiri oleh Jokowi menarik perhatian peserta. Soalnya Jokowi sempat menyebut bahwa Ketum HIPMI Bahlil Lahadia pantas untuk diangkat menjadi menteri di kabinetnya.

(sumber : Kumparan)

"Tadi saya melihat lihat Bahlil ini cocok jadi menteri. Saya lihat dari samping, dari atas, bawah saya lihat cocok," kata Jokowi seperti dilansir dari laman Kumparan (26/5).

Menurut Bahlil soal pengangkatan menteri merupakan wewenang Jokowi. Jabatan menteri untuk Bahlil belum jelas posisinya sebagai apa. Selain dikenal sebagai pengusaha, Bahlil ternyata mengawali kehidupannya yang sangat keras. Sejak sekolah Bahlil pernah menjalani sebagai pedagang kue dan sopir angkot secara part time.

Berikut perjalanan hidup Bahlil seperti yang dikutip dari Viva;

Pria kelahiran Maluku Utara ini adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Dengan adanya keterbatasan tersebut, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Kemandiriannya itu terbukti saat ia duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah membantu perekonomian keluarga dengan menjajakan kue di sekolah. Memasuki bangku SMP, ia juga sempat menjadi kondektur, di saat SMEA, ia menjadi sopir angkot secara part time. Walaupun begitu, Bahlil tetap menunjukan prestasinya di sekolah, bahkan ia pernah menjadi ketua OSIS.

Bermodalkan semangat, Bahlil berhasil daftar kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura, Papua. Semasa di bangku kuliah, ia dikenal sangat aktif menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang membawanya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

Pada tahun 2003, namanya terdaftar di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. Setelah memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi dan memiliki pekerjaan bergaji tinggi, Bahlil memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri. Inilah awal mula kesuksesan pria asal Papua ini.

Dengan melihat begitu banyak sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua, ia jadikan peluang untuk membuka usahanya. Kini ia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company. 

-IM-

Artikel Terkait