Monday, August 12, 2019

PERGI MEMBAWA HARAPAN PULANG MEMBAWA IMPIAN

Oleh    : Erna Nurliza

Aku yakin semua orang ingin sukses tetapi tidak semua orang siap untuk sukses, tidak siap untuk berjuang, karna sukses itu perjuangan, air mata, dilecehkan dan diremehkan.
Karna sesuatu yang besar atau hal yang besar tentunya banyak rintangan bahkan keterpurukan dan berkali-kali merasakan kegagalan.

Orang sukses itu, pejuang itu, sedikit kata banyak tindakan, tidak perlu mencari kata-kata motivasi di buku dan dimanapun, karna motivasi yang sesungguhnya ada ditempat tidur, mereka adalah ibu ayah dan keluarga. Bangunlah perjalanan hidup, tulislah kata demi kata, hurup demi hurup, Karna sewaktu –waktu karna tindakan-tindakan kita hari ini kita akan menjadi pejuang dan pahlawan bagi kelurga kita.

Orang sukses itu selalu mencari dan menjemput peluang, karna orang sukses itu suka berproses dan bertindak bertindak dan terus bertindak bukan banyak protes. Berbeda dengan orang gagal, orang malas selalu mencari alasan sehingga semuanya hanya sekedar dan sebatas hayalan, orang gagal  bukan tidak mempunyai mimpi dan harapan, tetapi lebih banyak bermain dengan hayalan bukan tindakan.

Orang gagal selalu punya alasan, ah kayanya aku ga bisa, ah itu sulit, ah aku ga mampu, orang gagal memiliki berbagai alasan, tetapi orang sukses selalu mencari solusi untuk tidak beralasan.
Orang sukses tidak mempunyai alasan untuk tidak bertindak, tetapi orang gagal selalu mempunyai alasan untuk tidak bertindak.

Harapan dan mimpi tentunya semua orang mempunyai itu, tetapi tidak semua orang bisa mewujudkan itu, mengapa? Karena tidak semua orang siap untuk berjuang.

Orang sukses itu bukan tidak pernah merasakan kegagalan tetapi orang sukseslah yang telah melewati beribu-ribu kegagalan, bangkit dan bangkit kemudian terus bertindak .

Aku pergi dengan membawa kekecewaan tetapi bersama dengan harapan dan impian, saat aku berusaha ingin melanjutkan study ku diluar daerah seperti apa yang sudah aku impikan  semenjak SMK , tetapi saudara-saudara dan ibuku sendiri melarang keras atas keinginanku itu,tetapi aku terus meyakinkan mereka, dengan mereka melarang dan tidak mendukungku apa aku menyerah begitu saja? Tidak, sekali lagi aku katakan tidak. Aku percaya dan yakin bahwa apa yang aku niatkan dan keinginanku itu benar, itu sebabnya aku nekat dan memilih untuk malakukan, melakukan dan bertindak untuk mencapai segala persyaratan untuk masuk  perguruan tinggi seperti apa yang sudah aku raih sekarang ini. Saat aku bercerita tentang keinginan dan impianku mereka saudara-saudaraku menertawaiku, tetapi apa aku malu dan dendam? Tidak ! aku punya dendam, punya dendam positif , hanya bermodal yakin dan sungguh-sungguh untuk mencapai segala yang aku inginkan, dan terus lanjut berproses dengan segala keyakinan dan modal fikiran, usaha dan do’a.

Aku tidak pernah punya waktu untuk mikir , aku hanya punya prinsip lakukan dan bertindak,  biar allah yang menyempurnakan, NOTHING IMPOSIBLE IF YOU WANT.

Dari kondisi keterbatasan itulah optimisme dan gagasan besar dibangun, kondisi keterbatasan bukan suatu alasan untuk tidak bisa menjadi orang sukses, justru itu menjadi acuan untuk lebih semangat bagaimana kita bisa merubah keadaan keluarga.

Kita semua memiliki kemungkinan yang besar untuk mewujudan cita-cita. Namun kebanyakan kita tidak mempergunakan kemampuan kita sepenuhnya. Karena kita sendiri tidak yakin terhadap kemampuan dan potensi diri kita. Jika kita tidak percaya pada diri sendiri, siapa lagi yang dapat kita percayai?. Jika kita merasa yakin kepada orang lain di sekitar kita, mengapa kita tidak berupaya untuk merasa yakin pada diri kita sendiri.

Hanya diri kita sendiri yang mampu menciptakan apa yang kita inginkan , kuncinya kita harus mengetahui apa yang sebenarnya kita inginkan dan harus yakin pada kemampuan kita untuk meraih segala yang kita inginkan.

Satu prinsip yang harus kita pegang IF WE NEVER TRY, WE WILL NEVER KNOW ( Jika kita tidak pernah mencoba, maka kita tidak akan pernah tahu).

Terkadang kita merasa fesimis karna tidak ada dukungan dari keluarga maupun orang terdekat, namun kita harus punya acuan sendiri yaiti DREAM, yakin dengan kekuatan Mimpi, perjuangan dan tekat yang besar kita bisa mencapai pada suatu puncak yang kita harapkan.
Aku sudah membuktikan kekuatan Mimpi dan harapan itu.

Semenjak SMK aku sudah punya tekat untuk melanjutkan study ke luar  daerah, dan harus mendapatkan beasiswa, karna aku sadar keadaan Ekonomi keluarga tidak akan menjamin bahwa aku bisa sampai lulus di universitas, apalagi di luar daerah, karna aku tahu keadaan kelurgaku, itu sebabnya itu menjadi acuan dan motivasi terbesarku untuk bisa melanjutkan pendidikan, dan aku tidak mau melanjutkan study di daerahku, aku bertekat harus bisa melanjutkan di luar daerah/di luar kota.

 pada awal aku mau mendaftar itu sangat berat dan sulit, mengapa?. Karna dari saudara dan keluarga tidak ada yang mendukung, tapi aku terus bertekat dan menjalankan segala proses persyaratan untuk bisa lolos di perguruan tinggi yang aku inginkan, dan atas berkat allah yang maha kuasa aku bisa keterima ditempat yang aku inginkan dan harapkan.

Itu sebabnya perjuangan itu air mata, dan tidak lepas dari dilecehkan dan diremehkan, tapi buktikan bahwa diri kita pantas untuk dibanggakan.

Oleh    : Erna Nurliza
Status  : Mahasiswi
Alamat             :Jln.pondok rangga, Rt/Rw : 01/01
Email               : nurlizaerna17@gmail.com
Motto              : Nothing Imposible If you Want


Artikel Terkait