Tuesday, October 22, 2019

RESOLUSI DJIHAD, PANGGILAN DJIHAD

Oleh Ahmad Mansur Suryanegara
Rapat Besar PERHIMPOENAN NAHDLATOEL OELAMA , 22 OKTOBER 1945, memanggil segenap OELAMA dan SANTRI untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.
NAHDLATOEL OELAMA menolak rencana Diplomasi Perdana Menteri Soetan Sjahrir ( dari Sosialis ) dalam menjawab pendaratan Tentara Sekutu Inggris dan Nica Belanda yang akan menegakkan kembali penjajahannya atas Indonesia.
NAHDLATOEL OELAMA Menuntut melanjutkan Perang Djihad Fi Sabilillah, melawan penjajah dan kaki tangannya. Bagi umat Islam sbg mayoritas, wajib para ULAMA membangun BARISAN SABILILLAH dan para Santri atau Pemuda mendirikan LASJKAR HIZBOELLAH.

PANGGILAN DJIHAD di bawah CHOEDROTOES SJEKH ROIS AKBAR HASJIM ASJ' ARI dlm waktu relatif singkat Surabaya dipenuhkan ULAMA dan SANTRI yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air, membela dan menegakkan AGAMA dan NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA, 22 -31 Oktober 1945. Mengepung dan menyerbu Markas Tentara Sekutu Inggris dan Nica. Serbuan ULAMA dan SANTRI walaupun hanya bersenjatakan BAMBU RUNCING, menjadikan Tentara Inggris kehilangan Perwira Tinggi, Brigjen Mallaby, 31 Oktober 1945.
Dalam Perang Dunia II (1939 - 1945) tidak pernah kehilangan Perwira Tingginya. Tapi di Surabaya, serbuan ULAMA dan SANTRI, Tentara Sekutu wakau sbg pemenang Perang Dunia II, kehilangan Perwira Tingginya.
Catatan: Pada 22 OKTOBER 1945, karena PANGGILAN DJIHAD, ULAMA dan SANTRI sbg pelopor terdepan bela AGAMA dan NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.
Tetapi akibat DEISLAMISASI Penulisan Sejarah Indonesia, ditiadakan pelaku sejarahnya, bukan ULAMA dan SANTRI. Digantikan dgn Arek-Arek Surabaya ( baca Roelan Abdulgani dari PNI).
Baca dan miliki API SEJARAH Jilid Kedua. Dapat dipesan via Bu Nia, 0813 2161 4141.
Awas BAJAKAN. Kualitas Cetakan sangat jelek dan tidak lengkap.
Sumber : FB

Artikel Terkait