Wednesday, November 6, 2019

BUKAN LAYANGAN PUTUS

Syariat ini kenapa harus ternodai?
Dahulu kala sekitar tahun 2012an
Saya mempunyai seorang teman yang begitu baik, lembut dan perhatian, berawal dari hanya berbalas komen sampai akhirnya kami menjadi seorang teman. saya tau beliau sudah sudah menikah namun saya tdk tau beliau istri kedua, hampir setahun berjalan hubungan kami, saya kenal suaminya, sayapun berteman dengan istri pertamanya namun ketika itu pula istri pertamanya tidak tahu bahwa suaminya telah menikah lagi dengan sahabat saya ini.
Sampai pada saatnya, saya benar-benar syok tentang sebuah kebenaran, begitu pandai beliau merahasiakannya padahal kerap kali mbak fulanah saling bertemu komen distatus saya. Sampai pernah saya nyeletuk melalui sambungan telephone "mba kok kompak banget komennya distatus aku sama ustadz fulan itu, kalo mba ga punya suami kayaknya cocok sama mba" dan beliau hanya tertawa menanggapi ucapan saya waktu itu.
Mengingat hal tersebut membuat saya malu tidak kepalang.
Lalu bagaimana akhirnya?
istri pertama tau. Yang saya dengar ceritanya istri pertama syok bukan main, bahkan sempat akan berpisah namun ilmulah yang mengendalikan beliau dan kebaikan suaminya yang membuatnya merada tidak pantas untuk meninggalkan laki-laki, suaminya tersebut.
istri pertama mulai berdamai dengan situasinya, berdamai dengan hatinya, hingga mba fulanah dengan istri pertama menjadi saudara yang saling menyayangi dan menghargai, saling mendukung dalam hal taat kepada Allah dan RasulNya serta kepada suaminya,
Jika saya bertanya kenapa bisa mereka berdamai? jawabnya hanya karena mereka selalu kembali kepada ilmu.
Mba fulanah dan istri pertama belum sempat bertemu padahal mereka sudah mengatur janji untuk berjumpa. Hingga datang musibah yang memisahkan mereka didunia, mba fulanah meninggal dunia sehari setelah melahirkan anak pertamanya yang menjadi anak kesebelas dari anak-anak ayahnya. Taukah siapa yang mengasuhnya? Iya ibu tirinya yang berhati emas, diasuh dan dikasihi tanpa beda dengan kesepuluh saudara dan saudarinya.....
semoga Allah memberkahi hidup mereka,
semoga Allah mengampuni dosa2 mba fulanah dan menerima segala amalan baik beliau,,
aamiin
----
Ditulis oleh seorang muslimah yang tidak mau disebutkan namanya
---
*- Cerita nyata
*- Bukan hoax
*- Saya mengenal sang suami dan istri pertamanya

Sumber tulisan ini didapatkan dari akun FB Laili Alfadhli  

Artikel Terkait