Wednesday, February 12, 2020

"Sultan Abdul Hamid adalah Sultan Ottoman terakhir"

Oleh Saief Alemdar

“Ben evlatlarımı bu dava uğruna ölsünler diye yetiştirdim!”
Menurut Prof. İlber Ortaylı dalam bukunya “Discovering the Ottomans” bahwa setelah pembunuhan Pangeran Frans Ferdinand yang akhirnya menjadi salah satu sebab langsung Perang Dunia Pertama, negara-negara besar di Eropa dan Balkan harus segera memberikan pilihannya, mau bersama Serbia atau melawan Serbia. Bersama Serbia artinya di kubu Jerman dan Austro-Hungari, sedangkan melawan Serbia artinya dikubu Sekutu AS, Inggris dan Perancis.
(sumber : fb sahabat Erdogan)

Awalnya Ottoman mau bergabung dengan Sekutu, tapi Inggris dan Perancis menolaknya, akhirnya Ottoman terpaksa bergabung ke kubu Jerman dan Austro-Hungari. Karena, kemanapun Ottoman bergabung, Barat sudah menyusun plan A sampai plan Z buat Ottoman, yang pada intinya Ottoman harus dijadikan cake untuk dibagi-bagi.
Pada masa Sultan Abdul Hamid, sebagian besar Pangeran-pangeran Ottoman disekolahkan di Akademi Militer Galatasaray, dan mereka sangat dijaga dalam pergaulannya, jangankan jalan-jalan backpacker di musim semi keliling Eropa, jalan-jalan di Istanbul saja mereka sulit. Berbeda dengan pangeran-pengeran sebelumnya, mereka banyak yang disekolahkan di Eropa, sehingga mereka dapat melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan militer di Eropa, disamping pergaulannya yang lebih luas yang telah membuka cakrawala mereka sebagai calon pemimpin Dinasti Ottoman di masa depan.
Itulah salah satu sebab kenapa setelah Sultan Abdul Hamid di-exile, tidak ada lagi pangeran yang cakap dan bagus untuk melanjutkan dinasti Ottoman. Bahkan 3 Sultan terakhir tidak mengerti banyak tentang pemerintahan, mereka mengira Khalifah Ottoman itu hanya simbol agama, mereka lupa bahwa pada saat yang sama mereka juga bertanggungjawab atas pemerintahan. Makanya, banyak sejarawan yang menganggap Sultan Abdul Hamid adalah Sultan Ottoman terakhir. Kira-kira begitu pendapat Prof. İlber Ortaylı dalam bukunya “Discovering the Ottomans”.
Sultan Abdul Hamid Khan atau Abdul Hamid ll (1876-1918) merupakan salah satu tokoh Islam dan Sultan Ottoman yang paling berpengaruh selama Dinasti Ottoman berdiri (1299-1923).
Beberapa hari terakhir, rakyat Turki memperingati “haul” Sultan yang ke 102, dimana beliau meninggal pada tanggal 9 Februari 1918 dan dimakamkan di pemakaman Sultan Mahmud ll.
Katanya, pada hari 9 Februari, Sultan yang sedang sakit memegang gelas setelah minum obat yang diberikan oleh istrinya, tiba-tiba Sultan berkata, “Maukah kamu bersaksi bahwa aku selama menjadi Sultan telah melaksanakan kewajibanku semampuku?”, istrinya menjawab, “Aku bersaksi Yang Mulia, bahwa engkau telah melaksanakan kewajibanmu...”, gelas pun jatuh, sang Sultan pun meninggal dunia.
sumber : FB


Artikel Terkait