Wednesday, March 25, 2020

Heboh Poster Stafsus Milenial Presiden, begini Klarifikasi lengkapnya oleh Adamas Belva Syah Devara

Poster yang memuat pernyataan oleh Stafsus Milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara, diposting oleh BNPB menuai kritikan tajam oleh warganet. Mereka mempertanyakan kerja stafsus yang gak jelas namun bergaji tinggi.


Berikut klarifikasinya melalui akun Twitternya, @AdamasBelva;

Ramai soal poster yang dibuat dan dipost BNPB yg memuat saya mengenai peran milenial dalam pencegahan COVID-19. Namun, saya ingin mengklarifikasi bahwa quote yg ditulis dari BNPB tersebut tidak memberikan gambaran yg utuh.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan saran/masukan. Saya terima semuanya sebagai hal yang membangun
Konteksnya kemarin saya diundang BNPB sebagai narasumber di konferensi pers harian satgas COVID19. Tema yang diminta adalah “Peran Milenial di wabah Corona”.
Setelah acara, saya lihat ada poster yang diupload oleh BNPB, dan menjadi diskusi publik. Itu adalah sepotong saja dari press conference. Tanpa menonton video full, bisa terjadi salah paham dan jadi “out of context”.
Video lengkap press conference kemarin dapat dilihat di

4 pesan saya ttg tema “Peran Milenial” yg diminta BNPB: 1) Jangan remehkan karena gen milenial bisa jadi penular terbesar dari pengalaman Korsel (30% kasus di grup umur 20-29), 2) harus jadi garda terdepan berantas hoax di lingkup pengaruh masing2,

dan 3) fokus menolong sesama dan apa yg bisa kita perbuat, dan mencontohkan
yg digawangi anak muda, galangan dana, layanan2 gratis, bahkan bisa sesimpel memberi tip lebih. 4) perhatikan mental health. Tetap sosialisasi dgn teman dr jauh (distant socializing)

Konferensi pers tersebut tidak untuk membicarakan policy/teknis, tapi memang murni sebagai fungsi edukasi kepada anak muda yg dilakukan reguler oleh BNPB, dan disiarkan resmi di TVRI, RRI, dan bbrp stasiun TV nasional.

Tentu saja saya memahami bahwa pemerintah berkewajiban untuk melindungi semua warganya. Sebagai tambahan, saya juga menghimbau supaya setiap kita juga lakukan yg kita bisa utk menolong sesama.

Sekalian klarifikasi tentang tugas dan fungsi stafsus Presiden. Untuk diketahui tugas utama saya adalah di gugus "inovasi". Ini kalau dalam kasus saya, lebih dekat ke digital. Teman2 stafsus lain punya fokus sendiri2. Saya sendiri ada 8 bidang yg dijalankan paralel.

Perlu digarisbawahi bahwa saya dilibatkan secara terbatas (kapasitas membantu) di isu COVID19, karena sudah ada tim inti di Kemenkes/BNPB. Walaupun demikian, saya tetap berikan masukan dr sisi kesehatan, ekonomi, teknologi berdasarkan riset/opini/pengalaman negara lain.

Apa saja yang saya kerjakan? 1) Digital Delivery of Public Services (UI/UX, master data nasional, strategi AI), 2) UMKM Upskilling, 3) Literasi/bullying pada anak, 4) Pariwisata (tetapi setelah wabah Corona, dihentikan sementara), 5) KPI Kementerian/Lembaga, (cont...)

6) Ibu Kota Negara Baru (Klaster Pendidikan), 7) Pembangunan UIII modern, 8) Panitia seleksi Eselon 1. Fokus saya paling besar adalah di poin (1). Nanti masing2 program ini bisa dijabarkan detail terpisah di lain kesempatan, karena fokus diskusi saat ini adalah COVID19.

Perlu diketahui, stafsus adalah fungsi penasihat (advisory), bukan eksekusi. Artinya memberikan rekomendasi di belakang layar. Setelah itu, keputusan ada di Presiden/Kementerian. Karena sifatnya rekomendasi, bisa dilakukan, bisa juga tidak. Eksekusi baik, bisa juga tidak.

Ada batasan2 wewenang saya di dalam Pemerintah. Saya baru pertama kali melihat pemerintah dari dalam. Memang banyak sekali yg tidak sempurna, tetapi yakinlah semua (termasuk satgas COVID19) semua sedang berjuang sekuat tenaga.

Selama ini sejak dilantik, saya menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangan saya melalui program
@ciptanyata untuk UMKM. Sudah berjalan 4 bulan, dengan total nilai hibah Rp200juta (gross).


Saya dari awal tidak berencana menerima gaji dan tunjangan, dan semata2 menerima posisi stafsus untuk berkontribusi. Terima kasih sekali lagi untuk masukan teman-teman. Mari kita tetap fokuskan pada upaya pencegahan dan kesiapsiagaan COVID19. 

Artikel Terkait