Friday, June 26, 2020

Kampanye LGBT di Unilever

Kampanye LGBT di Unilever
Oleh Arka Atmaja



Hampir semua brand di eropa atau di AS mendukung LGBT, termasuk Liga Priemer Inggris dan semua clubnya. Semua brand dari berbagai produk. Tentu begitu juga Unilever.
Bagi kehidupan mereka, LGBT adalah minoritas yang harus dilindungi hak nya, bagian dari HAM. Melindungi minoritas menjadi issue sentral di barat.
Tentu sangat berbeda dengan cara pandang kita terhadap LGBT, kita seorang Muslim, apalagi Muslim Indonesia. Adab ketimuran dan agama menolak itu LGBT.
Bagi Unilever, kampanye LGBT menguntungkan bagi brand mereka karena pasar mereka mayoritas mendukung issue yang sama. Saya kira mereka telah melakukan riset. Karena pasar mereka Global.
Kalau saya yang penting tidak kampanye hal yang sama di Indonesia. Brand luar harus menjaga kearifan lokal dimana dia berada.
Tapi hak konsumen Indonesia juga untuk melakukan pemboikotan. Konsumen memiliki kemerdekaan untuk memilih barang yang akan dibelinya.
Tapi saya harap jangan cuma hot hot tai ayam, harus secara konsisten dilakukan. Mungkin juga disertai dengan gerakan bersama membeli produk lokal. Karena saya yakin kedepan akan banyak lagi menyusul brand2 barat yang mengkampanyekan hal yang sama.
Di Indonesia memang kental dengan cancel culture. Mudah melakukan pemboikotan karena sebuah brand yang tidak sejalan dengan prinsip hidup yang sebenarnya bisa jadi tidak berhubungan dengan produk yg dijualnya.
Ingat dulu ketika 212, Sari Roti di boikot karena tidak mendukung 212, Buka Lapak juga pernah diserukan diboikot karena mengkritik Jokowi.
Bangsa kita masih dalam tahap memboikot belum menciptakan alternatif. Semoga bangsa kita bisa menjadi bangsa yang tidak cuma bangsa timur yang beradab tapi juga sekaligus menjadi pusat innovasi peradaban dan perdagangan dunia.
Kalau sekarang, baru bisa mengkonsumsi suka memboikot lagi he he

Sumber : FB

Artikel Terkait