Monday, June 29, 2020

Pemberontak Jenderal Haftar memobilisasi Tentara Bayaran Asing dalam Pertempuran Sirte Libya

Pasukan Pemberontak Jenderal Khalifa Haftar (LNA) telah mengirim ribuan tentara bayaran asing untuk bertempur dalam pertempuran yang membayangi kota strategis Sirte.

Tentara bayaran asing berasal dari Rusia, Sudan, dan Chad.

Dalam laporan situs Al Jazeera bahwa banyak konvoi tentara bayaran asing pada hari Minggu melewati kota Ajdabiya, yang terletak antara Benghazi dan Sirte.

Pasukan pemberontak Haftar merilis sebuah video yang menunjukkan bala bantuan militer dikerahkan dari Benghazi, tempat pasukan timur berpangkalan, menuju Sirte, 570km (354 mil) ke barat.

Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA/dukungan Turki-Qatar) yang diakui PBB, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, mengumumkan bahwa mereka bertekad untuk mengakhiri "pendudukan" kota Sirte dan Jufra oleh para tentara bayaran asing.

Seorang juru bicara militer GNA mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa "Sirte adalah tempat paling berbahaya di Libya setelah itu menjadi titik fokus bagi tentara bayaran dari perusahaan Wagner Rusia", yang ia gambarkan sebagai "geng kriminal".

Pembebasan Sirte dan Jufra dari tentara Haftar telah menjadi lebih mendesak dari sebelumnya, tambahnya.

Sumber Al-Jazeera 



Artikel Terkait