Monday, September 14, 2020

Soal Penusukan Syekh Ali Jaber, Fahri Hamzah : Apakah Tuduhan Orang Gila Kepada Pelaku itu Wajar? Apapun, Ini Harus Dibuka Lebar

Peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber oleh seorang pemuda terjadi pada saat menghadiri pengajian dan wisuda tahfidz Al-Qur'an di Masjid Falahudin (13/9/20). 



Akibat kejadian itu, Ali Jaber menderita luka tusuk di bahu dan harus menerima enam jahitan di bagian dalam dan empat jahitan di bagian luar.


Hampir semua media memberitakan pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber merupakan orang gila. Namun warganet tidak mempercayainya, karena hal ini sebelumnya pernah terjadi.


Kasus ini mendapatkan perhatian dari Fahri Hamzah. Fahri meminta pihak kepolisian untuk membuka secara terang mengapa peristiwa ini terulang kembali. Berikut tweet lengkapnya;


Yth Mabes Polri,
@DivHumas_Polri

Penikaman Syaikh Ali Jaber adalah momen penting untuk membuka terang apa sebetulnya yg membuat peristiwa seperti ini berulang?. Apakah ini prilaku wajar? Apakah tuduhan orang gila kepada pelaku itu wajar? Apapun, ini harus dibuka lebar.


Ada tuduhan sebagian kalangan bahwa peristiwa seperti ini adalah semacam “interupsi” rutin yang dilakukan agar peristiwa lain tertutup. Zaman begini orang bebas saja menduga tapi tugas aparat hukum negara adalah membuka apa sebenarnya yang terjadi. Jangan ada sisi gelap lagi.


Sangat memprihatinkan bahwa seorang ulama seperti syaikh Ali Jaber yang menyampaikan pesan damai dan persatuan akhirnya menjadi korban. Pelaku harus diperiksa tuntas (termaauk oleh psikolog), jika ada dalang maka pun harus menerima akibat dari perbuatannya yang jahat ini.


Penting bagi kita untuk memeriksa motif pelaku. Jika pejabat diserang dalam kasus pak Wiranto, mudah kita bikin plot bahwa pelaku ini “simpatisan kaum radikal, dll). Tapi bagaimana dengan Syaikh Ali Jaber? Apakah motif pelaku? Bisakah kita mendengar wawancara terbuka?


Banyak ulama yang punya pengikut yang banyak. Termasuk Syaikh ali Jaber yang membina para hafiz qur’an dan pengajian di seluruh Indonesia. Serangan fisik kepada beliau adalah peritiwa yang rawan dengan reaksi balasan. Maka harus ada kejelasan dan pejelaaan luas.


Kiranya kita perlu memohon kepada pihak keamanan secara keseluruhan agar momen ini terbuka lebar sebagai pelajaran. Semoga para ulama dan pembimbing ummat dan bangsa khususnya Syaikh Ali Jaber diberikan kesabaran dan ketabahan. Amin YRA. #SyaikhAliJaber


Kalau ybs senang ber-socmed maka tidak ada istilah tidak dikenal. Riwayat ybs terlalu terang. Tidak bisa sembunyikan. Ini kesempatan yg baik bagi pihak kemanan kita untuk membuka secara terang. Ayo

@DivHumas_Polri

kamu bisa! Bismillah!




Artikel Terkait