Thursday, October 15, 2020

Keberhasilan Operasi Militer Turki di Suriah, Kini 414.000 warga Suriah kembali ke Rumahnya

Sejak 2016, Turki telah meluncurkan empat operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan memungkinkan penyelesaian damai oleh penduduk setempat: Euphrates Shield (2016), Olive Branch (2018), Peace Spring (2019) , dan Spring Shield (2020).



Operasi Militer Turki disebut sebagai bentuk untuk menguasai Suriah yang hingga kini dilanda perang saudara sejak tahun 2011. Padahal Opmil tersebut bertujuan untuk mencegah pembentukan koridor teror baik oleh ISIS maupun YPG/PKK. 


Keberhasilan operasi anti-teror lintas perbatasan Turki telah menjamin keamanan. Banyak warga negara Suriah yang mengungsi di Turki secara sukarela kembali ke rumahnya (Suriah Utara).


"Berkat keamanan yang diberikan oleh operasi lintas batas kami, 414.061 warga Suriah telah secara sukarela kembali ke negara mereka sejauh ini," kata Suleyman Soylu seperti dikutip dari laman Anadolu Agency.


Menurut badan pengungsi PBB, "Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah yang terdaftar bersama dengan hampir 370.000 orang yang menjadi perhatian dari negara lain."


Turki akan meninggalkan Suriah jika solusi permanen ditemukan


Wawancara Erdogan dengan The Peninsula Qatar menyatakan bahwa keberadaan militer Turki di Suriah tidak akan selamanya. Turki akan keluar dari Suriah, jika solusi permanen telah ada. Pernyataan Presiden Erdogan ini menyangkal tuduhan bahwa Turki ingin menguasai 'Suriah.'


Artikel Terkait