Senin, 05 April 2021

Ultimatum 104 Jenderal Pensiunan AL Turki, Upaya Kudeta Gaya Baru?

[wartanusantara.id] Dilansir dari Daily Sabah, Pasukan Keamanan Turki menahan 10 tersangka sebagai bagian dari penyelidikan atas Ultimatum 104 pensiunan laksamana Angkatan Laut. Ultimatum tersebut mendapatkan kecaman luas, karena dianggap sebagai upaya mencampuri pemerintahan yang dipilih secara demokratis.



Ultimatum tersebut berbarengan dengan menghangatnya hubungan antara Rusia-Turki terkait isu Ukraina. Begini analisa dari Hasmi Bakhtiar pengamat politik Timur Tengah.

Bismillah..
Mumpung senen pagi ini libur, gw mau mengulas ultimatum yang dikeluarkan oleh 103 jenderal purnawirawan dari angkatan laut Turkey untuk Erdogan yang mengarah kepada kudeta. Ultimatum tsb keluar di saat hubungan Turkey-Rusia menghangat akibat issue Ukraina.

Dulu gw pernah tweet, konstitusi Turkey sekarang memungkinkan beberapa pihak di Turkey sulit disentuh hukum. Seperti public figure, jurnalis, termasuk pensiunan militer. Mereka memiliki imunitas dari jeratan hukum sehingga ultimatum spt ini bukanlah sebuah hal aneh di Turkey.

Kalau membaca isi ultimatum tsb, Erdogan harus menghentikan proyek terusan Istanbul yang sedang dikebut untuk menyambut 2023. Erdogan diultimatum untuk menghormati semua perjanjian internasional yg disepakati Turkey dan yang paling penting adalah tidak melenceng dari sekularisme.


Proyek terusan Istanbul nantinya akan membagi Istanbul bagian Eropa menjadi dua bagian yang akan menjadi kawasan ekonomi penting bagi Turkey. Terusan Istanbul jg akan menggantikan jalur selat Bosphorus agar pelayaran laut Marmara-laut hitam atau sebaliknya semakin lancar.

Sebelum Purn. militer tsb mengeluarkan ultimatum, Erdogan telah mengambil beberapa kebijakan penting. Di antaranya, keluar dari konvensi Istanbul, menghapuskan syarat “tidak terlibat gerakan Islam” bagi calon taruna militer Turkey. Semuanya mendapat reaksi keras dari kemalis.

Kebijakan Erdogan dinilai telah melenceng jauh dari nilai2 kemalisme. FYI, kemalisme tidak hanya tentang sekularisme, tapi jeratan asing di leher Turkey juga bagian dari kemalisme. Jadi, melepaskan Turkey dari jeratan asing menurut sekularis termasuk melenceng dari kemalisme.

Semua proyek Erdogan yang menguntungkan Turkey selalu ditentang sekularis. Pengeboran gas di laut Turkey, proyek Istanbul airport dan termasuk proyek terusan Istanbul. Intinya, Turkey harus terus melarat seperti yang diwariskan Attaturk sesuai titah Barat.

Jadi, wajar Purn. militer memaksa Erdogan menghentikan proyek terusan Istanbul karena proyek ini akan sedikit melonggarkan jeratan asing di leher Turkey. Bagaimana bisa? Mari kita buka sejarah...

Tanggal 24 Juli 1923, Ottoman yang sudah ringkih di bawah kendali sekuler menyepakati treaty of Lausanne yang di dalamnya juga mengatur tentang selat Bosphore dan Dardanelles. Kedua selat tsb di bawah kendali League of Nations.

Perjanjian tersebut juga mencabut hak Turkey untuk memiliki senjata di kedua selat tsb dan daerah sekitar. Walau di lapangan kesepakatan ini sulit terlaksana karena tim dari League of Nations tidak pernah mampu menjalankan tugasnya dg baik terutama ttg keamanan.

Sumber Twitter


Artikel Terkait