Thursday, September 3, 2020

Heboh pernyataan Puan 'semoga Sumbar menjadi pendukung Negara Pancasila,' begini reaksi keras dari warga Sumbar

Di beranda media sosial dihebohkan dengan berita 'Puan:semoga Sumbar menjadi Provinsi pendukung Negara Pancasila.' Warganet mempertanyakan maksud pernyataan Puan Maharani ini. Apalagi posisi ia sebagai anak mantan Presiden dan kini menjabat sebagai ketua DPR RI amat disayangkan melontarkan pernyataan tersebut.



Pernyataan tersebut dilontarkan pada saat mengumumkan pasangan bakal calon kepala daerah yang didukung oleh PDIP di Pilkada serentak. 


"Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," kata Puan seperti dilansir dari laman CNN Indonesia.


Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun heran dengan pilihan politik warga Sumbar yang sebagian besar enggan memilih calon kepala daerah yang diusung oleh PDIP. 


Reaksi Keras Warga Sumbar


Pernyataan Puan Maharani memantik kemarahan warga Sumbar di media sosial. Menurut warganet dengan nama Rangkayo Sati, pernyataan Puan ambigu dan tidak dapat diterima akal sehat. Kata "semoga" berarti, Sumbar belum mendukung Negara Pancasila.


Pernyataan Puan hendaknya harus ditarik, justru akan merugikan calon yang diusungnya.


'Perumus Pancasila salah satunya adalah M. Yamin, adalah putra Sumatera Barat, asal Talawi, Kab. Sawahtunto, selain, Soepomo dan Soekarno. Pernyataan Puan Maharani yang ambigu, tidak dapat diterima dengan akal yang sehat. Kata "semoga" berarti, Sumbar belum mendukung Negara Pancasila. Dari sejak Republik ini berdiri, jangan ditanyakan sumbangsih masyarakat Sumatera Barat pada Republik ini, tak sedikit tokoh bangsa hadir dari rahim Bundo Kanduang, sebutlah salah satunya M. Yamin, seterusnya ada M. Hatta selaku proklamator, ada M. Natsir, ada HAMKA, dan sederet tokoh lainnya.

Pernyataan Puan hendaknya harus ditarik, justru akan merugikan calon yang diusungnya.

Ini yang salah dari PDIP selama ini, maaja kudo balari, maaja tentara babaris.' (Rangkayo Sati)

Artikel Terkait