Selasa, 15 Juni 2021

4 Keberhasilan Politik Presiden Recep Tayyip Erdogan Dalam KTT NATO

[wartanusantara.id] KTT NATO yang dihadiri oleh kepala Negara anggota dan pemerintah telah dimulai hari Senin di Brussels.



Para pemimpin NATO telah mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela KTT. Ini juga pertama kalinya Presiden AS Joe Biden menyapa Presiden Turki Erdogan.

Setelah pertemuan, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia mengadakan "pertemuan yang sangat baik" dengan timpalannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin.

Sumber diolah dari Anadolu Agency English

Komentar  Hasmi Bakhtiar, Pengamat Politik Dunia Islam 


Biden datang menyapa Erdogan setelah hubungan keduanya kurang harmonis terutama terkait issue Armenia. Terima atau tidak, Biden harus legowo memahami posisi Turkey saat ini termasuk di NATO. Turkey hari ini bukan lagi seperti Turkey dua dekade silam.

Sejak dulu Amerika selalu menganggap Turkey tidak lebih dari negara jongos. Pejabat Turkey harus tunduk pada kemauan Amrik. Ini foto Clinton bertemu mantan PM Turkey, Bülent Ecevit sang anak idiologis Attaturk.


Setelah ribut dengan Macron karena Macron memakai istilah teroris islamis yang membuat hubungan Ankara-Paris seperti akan perang, bahkan Erdogan mengatakan Macron sakit jiwa dan melakukan kampanye boikot Perancis. Hari ini Erdogan juga bertemu Macron.


Kata Erdogan, tadi Macron bilang ke saya begini: mana mungkin saya benci Islam. Ini saya sampaikan kepada anda sebagai kawan. Hehehe

1. Erdogan berhasil menyampaikan pesannya secara langsung kepada pemimpin NATO bahwa Turkey adalah penjaga NATO. Jadi, permusuhan kepada dirinya dan Turkey justru akan merugikan NATO. Tingkat kebutuhan NATO kepada Turkey lebih besar dibanding kebutuhan Turkey kepada NATO.

2. Erdogan berhasil membuka suasana baru dg Biden setelah kemaren tegang. Bagaimanapun Amrik adalah negara penting di Kawasan dan dunia. Walau gw lihat Erdogan lebih memilih jalan pintas. Maksud gw, Erdogan langsung membuka kerja sama tanpa menyelesaikan konflik yang ada.

3. Erdogan berhasil  menurunkan tensi Ankara dg Washington dan Paris. Ini akan berdampak positif bagi langkah Turkey di Libya, Mediteranian dan Afrika juga akan berdampak positif bagi politik dalam negeri Turkey. Ini cukup baik bagi Erdogan yg ingin fokus pemilu.

4. NATO memakan semua kartu Turkey dengan imbalan Turkey lebih serius memainkan perannya sebagai anggota NATO dalam menghadapi sepak terjang Rusia dan China. Erdogan tentu senang diberi tugas ini. Sejak dulu Erdogan terbiasa bermain di mulut buas Putin.

Sumber : Tweet Hasmi Bakhtiar

Artikel Terkait