Rabu, 13 Oktober 2021

Di Tengah Ketegangan Regional, Iran Unjuk Kekuatan Sistem Pertahanan Udara

[wartanusantara.id] Teheran - Iran memulai latihan pertahanan udara dua hari skala besar di gurun tengah negara tersebut pada hari Selasa (12/10). Latihan pertahanan besar-besaran tersebut diadakan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

(Foto via Daily Sabah)

Daily Sabah melaporkan  tentara dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengambil bagian dalam manuver tahunan yang dijuluki “Velayat.” Dikatakan angkatan udara elit dan unit pertahanan udara, serta divisi wilayah udara penjaga, akan berpartisipasi.

Dikutip dari Sindonews, latihan militer dimulai dengan penyebaran rudal buatan sendiri dan penyebaran radar. Manuver ini juga mencakup operasi pengintaian, peperangan elektronik, operasi sistem komunikasi, dan operasi jaringan pengawasan visual.

Iran juga memiliki sistem rudal pertahanan udara yang canggih. Rudal tersebut diberi nama Bavar 373, diyakini menyaingi S-300 buatan Rusia.

Sebelumnya Iran mengadakan latihan militer di dekat perbatasannya dengan Azerbaijan. Iran menuduh Azerbaijan menampung kehadiran militer Israel di Azerbaijan, meski telah dibantah.

Dikutip dari Daily Sabah, pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali perjanjian 2015 yang sekarang compang-camping dengan kekuatan dunia telah terhenti sejak Juni, tanpa tanggal yang ditetapkan untuk dimulainya kembali.

Kesepakatan nuklir 2015 melihat Teheran secara drastis membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi. Pada tahun 2018, Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika Serikat dari perjanjian itu, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang lebih luas dan memicu serangkaian serangan dan insiden.

Dengan pembicaraan Wina terhenti, Iran telah melanggar batas yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir dan memperkaya sejumlah kecil uranium ke tingkat yang paling dekat dengan kemurnian tingkat senjata karena persediaannya terus bertambah. Iran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Sumber diolah dari Daily Sabah, Sindonews, dan wartanusantara.id

Artikel Terkait