Turkiye bukan sekedar teman




Turkiye bukan sekedar teman
Oleh Fathi Nasrullah

WARTANUSANTARA.ID|OPINI-- Belakangan mulai muncul komentar miring dari sebagian netizen, katanya, "buat apa bantu Turki, mending ngurusin negeri sendiri".

Astaghfirullah, sangat tidak elok gagasan begini diucapkan di tengah malapetaka yang menewaskan 41 ribu jiwa.

Coba kita menengok sedikit ke belakang.

Ada sebuah sekolah megah dan unik yang ada di Indonesia, tepatnya di kota Palu.

SDN Poboya namanya, dibangun Bulan Sabit Merah Turkiye yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, makanya bentuknya beda dengan kebanyakan sekolah kita.

Turkiye terjun full saat bencana Palu 2018 lalu. Mulai tentara, bulan sabit sampai NGO-NGO yang bejibun.

Lembaga yang sering terjun dalam medan bencana di tanah air pasti tahu kalau di sana wara-wiri tim Turkiye.

Di gempa Lombok hingga Tsunami Banten masuk puluhan miliar rupiah dana dari Turkiye. Dibikin jadi paket sembako, shelter, pendidikan, sumur, dapur umum. Ga kehitung lagi yang mereka buat.

Bahkan jauh ke belakang, Erdogan datang ke Aceh menyalurkan bantuan kepada korban gempa dan Tsunami 2004 yang menewaskan ratusan ribu nyawa.

Mau lebih jauh lagi ke belakang, Kesultanan Utsmani memberikan bantuan militer dan persenjataan kepada Kesultanan-Kesultanan Nusantara saat melawan penjajah Eropa. Gugur pula ribuan prajurit terbaik Turkiye bersama para pahlawan kita di sejumlah perang besar.

Bagi yang pernah mendengar kisah Sultan Abdul Majid tentang kesuksesannya menyelundupkan sejumlah kapal bantuan ke Irlandia, menembus patroli AL Kerajaan Inggris. Ketika itu Irlandia adalah jajahan Inggris.

Ketika wabah kelaparan melanda Irlandia, Inggris tidak memperkenankan adanya bantuan asing yang lebih besar dari bantuan sang Ratu. Padahal bantuan Ratu cuma senilai 2000 pound.

Karena jiwa kemanusiaannya tinggi, Sultan mengirimkan kapal-kapal bermuatan penuh bantuan pangan, medis dan bibit tanaman yang tahan penyakit sehingga diharapkan meringankan derita kelaparan rakyat Irlandia.

Di kancah kemanusiaan internasional, Turkiye sangat terdepan dan menjangkau banyak negara. Karenanya kami selalu merasa tertinggal beberapa langkah dari kawan-kawan Turkiye.

Allah Maha Berkehendak, sekarang giliran Turki porak-poranda dihantam gempa yang kekuatannya 150 kali gempa Cianjur. 13 juta warganya turut terdampak kerusakan.

Jutaan orang tinggal di tempat terbuka atau tenda tipis tanpa listrik dan pemanas.

Allah bukan sekedar menguji mereka, tapi Allah juga menguji kita. Adakah solidaritas, adakah ukhuwah, adakah rasa satu tubuh itu.

Karena Tukiye bukan sekedar teman. Melainkan anggota badan kita yang lain. Dalam solidaritas Islam dan kemanusiaan.

Ayo bersamai mereka seperti mereka membersamai kita sebelumnya.
Yang mau bantu kemanusiaan di Turki dan Suriah:

• BSI 7777-333-121
• Mandiri 132-002-224-2789
• BNI 0834-192-954
• BRI 0598-01-000202-568

AN. Yayasan Little Project
Konfirmasi Transfer
- 081386300100

Jazakumullah Khairan

Sumber : FB

0/Post a Comment/Comments