Tuesday, July 2, 2019

Kesuksesan Hakiki Ada Di Balik Ridhonya Orang Tua

Oleh Nurhasanah


Ikhwah Fillah


Setiap orang pasti mendambakan yang namanya kesuksesan selama hidup nya.Seperti hal nya kesuksesan akan pekerjaan nya,rumah tangga nya , pendidikan nya dan hal lain nya.
Banyak juga di sekitar kita pejabat-pejabat,para mahasiswa, supaya menjadi orang yang sukses , toh sebenarnya kesuksesan yang dimaksud disitu adalah kesuksesan berupa materi .

Apa itu sukses?

Sukses menurut kamus bahasa Indonesia adalah Berhasil dan Beruntung

Lalu,apa itu kesuksesan hakiki?

kesuksesan yang hakiki adalah keberhasilan dan keberuntungan yang sebenarnya adalah tatkala seorang manusia bisa mendapatkan suatu kenikmatan yang sifatnya kekal nan abadi ,bukan hanya kenikmatan yang sifatnya semu dan fana (sementara ).

Selain itu , kesuksesan hakiki bukan lah sekedar hanya kesuksesan berupa  materi belaka, melainkan ada keberkahan dalam kesuksesan tersebut.Yang pasti nya ,ketika seseorang menginginkan kesuksesan yang hakiki,maka setiap langkah yang ingin ia capai harus selalu melibatkan Allah  dalam setiap urusan nya.Tapi,semua itu tidak cukup .
Ketika seseorang menginginkan kesuksesan yang hakiki,maka ia juga harus melibatkan orang tua dalam setiap langkah nya.Karena ridho Allah tergantung ridho orang tua.
رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ , وَسُخْطُهُ فِي سُخْطِهِمَا
"Ridho Allah tergantung ridho orang tua dan murka Allah tergantung murkanya orang tua"

Allah menganjurkan kita agar menghormati dan berbakti pada orangtua. Mereka yang tidak menghormati dan berbakti pada orangtua, cepat atau lambat akan mengalami kesulitan dan kesusahan hidup yang tak pernah mereka bayangkan. Lalu apakah hubungannya orangtua dan keberhasilan? Dan mengapa orangtua menjadi kunci keberhasilan kita? Bukankah keberhasilan seseorang ditentukan oleh diri kita sendiri?

Ketahuilah wahai saudaraku! Begitu tingginya derajat orangtua sehingga menjadikan orangtua sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Susah senangnya kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor bakti kita pada orangtua. 
Dengan begitu ,begitu besar pengaruh nya keberhasilan kita dengan ridhonya orang tua.

Perlu kita tafakuri dan ketahui!

Ketika mereka telah berjuang keras demi cita-cita dan keinginannya, demi kesuksesan dan keberhasilannya, demi kebahagiaan dan ketenangan hidupnya, akan tetapi mereka belum juga mendapatkan apa yang mereka impikan dan harapkan. Sesungguhnya mereka telah lalai dan lupa terhadap orangtua mereka sendiri. Tidaklah cukup mereka berdo’a kepada Sang Khalik bila mereka tidak memohon keridhaan dan do’a kepada orangtuanya. Tidaklah cukup bagi mereka taat beribadah bila mereka masih mendurhakai orangtua. Tidaklah cukup bagi mereka bekerja dan berjuang keras apabila mereka tidak memperlakukan orangtua dengan sebaik-baiknya. Dan pada akhirnya Allah pun berkehendak lain terhadap apa yang mereka inginkan.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan kesuksesan yang hakiki ??

Pertama, seorang anak hendaknya mengasihi dan menyayangi orangtuanya dengan keikhlasan, maka Allah pun akan menyayangi dan mengasihi diri kita.

Kedua, hendaknya seorang anak yang mengalami kesulitan dalam menggapai cita-cita dan harapannya, segeralah bertaubat kepada Allah dan mohon ridha serta ampunan dari orangtuanya. 

Ketiga, Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak mungkin keputusan-Nya merugikan mahluk-Nya, tidak mungkin Tuhan membiarkan hamba-hambaNya menderita dan sengsara.

Keempat, kita harus senantiasa berbaik sangka terhadap apapun keputusan Tuhan terhadap diri kita.

Dengan begitu, kesuksesan hakiki sangat berpengaruh sekali terhadap ridho orang tua.Maka,jika seseorang yang merasa tertunda, bahkan sulit menggapai cita-cita dan harapannya. Cobalah untuk menghilangkan hijab atau penghalang itu dengan memohon ampunan dan keridhoan orangtua. Ketika orangtua merasa ridha, ketika orangtua mengampuni dengan tulus dosa-dosa seorang anaknya, ketika orangtua tidak merasa sakit hati dan terluka karena diri kita. Yakinlah bahwa ketika tidak ada lagi penghalang (dosa-dosa) antara anak dan kedua orangtuanya, apa yang mereka cita-citakan dan impikan akan segera terwujud.

Artikel Terkait