Ditulis oleh Alya Sasabila
Amalan yang paling utama
di bulan Ramadhan adalah puasa. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183
bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang yang beriman agar mereka bertakwa.
Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan,
pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang. Rasulullah
SAW bersabda bahwa barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap
pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari
dan Muslim). Dengan demikian, puasa menjadi sarana penyucian jiwa dan penghapus
dosa.
Selain puasa, shalat
Tarawih juga menjadi amalan khas di bulan Ramadhan. Shalat ini termasuk dalam
qiyam Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang
siapa mendirikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim). Shalat Tarawih biasanya
dilaksanakan secara berjamaah di masjid setelah shalat Isya, sehingga selain
meningkatkan kedekatan kepada Allah, juga mempererat ukhuwah Islamiyah di
antara sesama Muslim. Membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an juga menjadi amalan
yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Hal ini karena Ramadhan adalah
bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185). Rasulullah SAW setiap
bulan Ramadhan memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan malaikat Jibril datang untuk
menyimak bacaan beliau (HR. Bukhari). Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan
memiliki nilai pahala yang berlipat ganda dan menjadi sarana untuk lebih
memahami petunjuk hidup yang telah Allah turunkan.
Amalan berikutnya adalah
memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling
dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan
Muslim). Memberi makan kepada orang yang berpuasa juga memiliki keutamaan
besar, sebagaimana sabda Nabi bahwa orang yang memberi makan berbuka kepada
orang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut
tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun (HR. Tirmidzi). Sedekah tidak hanya
membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Di
sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan
i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Dalam
hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari
terakhir Ramadhan hingga beliau wafat (HR. Bukhari dan Muslim). I’tikaf
bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keutamaan
Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Selain
itu, memperbanyak doa dan dzikir juga sangat dianjurkan di bulan Ramadhan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 186 bahwa Dia mengabulkan doa
hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Ramadhan adalah waktu yang mustajab untuk
berdoa, terutama saat berbuka puasa dan pada sepertiga malam terakhir. Dengan
memperbanyak doa dan dzikir, hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada
Allah SWT.
Dengan menjalankan
berbagai amalan tersebut secara istiqamah dan penuh keikhlasan, seorang Muslim
diharapkan mampu meningkatkan ketakwaannya. Ramadhan bukan hanya tentang
menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang pembinaan spiritual, pengendalian
diri, serta penguatan hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
