Panduan Amalan Utama di Bulan Suci Ramadhan


Ditulis oleh Alya Sasabila
Mahasiswa IAI SEBI Depok

Wartanusantara.id - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan dalam Islam. Pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk tersebut serta pembeda antara yang benar dan yang batil (QS. Al-Baqarah: 185). Ramadhan juga menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Berbagai amalan utama dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan ini, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.

Amalan yang paling utama di bulan Ramadhan adalah puasa. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183 bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang yang beriman agar mereka bertakwa. Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, puasa menjadi sarana penyucian jiwa dan penghapus dosa.

Selain puasa, shalat Tarawih juga menjadi amalan khas di bulan Ramadhan. Shalat ini termasuk dalam qiyam Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa mendirikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim). Shalat Tarawih biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid setelah shalat Isya, sehingga selain meningkatkan kedekatan kepada Allah, juga mempererat ukhuwah Islamiyah di antara sesama Muslim. Membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Hal ini karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185). Rasulullah SAW setiap bulan Ramadhan memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan malaikat Jibril datang untuk menyimak bacaan beliau (HR. Bukhari). Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda dan menjadi sarana untuk lebih memahami petunjuk hidup yang telah Allah turunkan.

Amalan berikutnya adalah memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim). Memberi makan kepada orang yang berpuasa juga memiliki keutamaan besar, sebagaimana sabda Nabi bahwa orang yang memberi makan berbuka kepada orang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun (HR. Tirmidzi). Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat (HR. Bukhari dan Muslim). I’tikaf bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Selain itu, memperbanyak doa dan dzikir juga sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 186 bahwa Dia mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Ramadhan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, terutama saat berbuka puasa dan pada sepertiga malam terakhir. Dengan memperbanyak doa dan dzikir, hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT.

Dengan menjalankan berbagai amalan tersebut secara istiqamah dan penuh keikhlasan, seorang Muslim diharapkan mampu meningkatkan ketakwaannya. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang pembinaan spiritual, pengendalian diri, serta penguatan hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

0/Post a Comment/Comments