Kesaksian Ali bin Abi Thalib tentang Keberanian Abu Bakar

Dikisahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib ra., ia pernah bertanya kepada para sahabat yang lain; “Siapakah orang yang paling pemberani di antara kita?”

Sahabat                : “Kamu sendiri wahai Ali!”

Ali                           : “Ketahuilah wahai para sahabat, kalaupun aku bertarung melawan musuh, terus terang aku masih setengah-tengah! Maka siapakah yang paling berani di antara kita?”

Sahabat                : “Jika demikian, siapakah yang keberaniannya melebihimu wahai Ali?”

Ali                           : “Abu Bakar! Beliaulah yang membuatkan kemah Rosulullah dalam perang Badar.”

Sahabat                :”Lalu, siapakah yang paling tepat untuk mendampingi Rosulullah Saw. agar orang-orang kafir tidak berani menyambar tubuh beliau dalam peperangan?”

Ali                           :”Demi Allah, tidak ada orang yang paling ditakuti musuh kecuali Abu Bakar. Beliaulah yang paling berani membentengi Rosulullah Saw. dari sambaran panah dan pedang musuh.”

“Wahai para sahabat,” lanjut Ali, “sungguh aku melihat dengan mataku sendiri, ketika Rosulullah Saw. ditangkap oleh orang-orang Quraisy. Mereka mengerubut tubuh beliau seraya berkata: Kamulah orangnya yang menjadikan tuhan-tuhan kami dihinakan dan memaksa agar menyembah Tuhan yan Esa.!”

“Demi Allah”, Ali melanjutkan, “tidak ada seorang pun dari kita berani mendekati orang-orang Quraisy tersebut kecuali Abu Bakar. Dengan beraninya beliau mendekati mereka, lalu dengan tangkasnya beliau menarik satu per satu tubuh mereka, memukul dan menendang mereka:seraya berkata: Celaka kalian!.....

“.....Akankah kalian membunuh orang yang mengatakan : Tuhanku adalah Allah, padahal ia datang kepada kalian dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhan kalian?.....” (QS. Al-Mukmin : 28)

Ali kemudian mengangkat selendang batiknya dan menangis hingga rambut jenggotnya basah. Ia bertanya : “Demi Allah aku bersumpah, wahai para sahabat! Adakah orang-orang Quraisy pengikut Fir’aun itu lebih baik ketimbag Abu Bakar?”

(Sumber: Soffah.net)
Para sahabat yang mendengarkannya, terdiam. Maka Ali berkata : “Wahai para sahabat, bolehlah kalian membenciku! Tetapi ketahuilah bahwa sesaatnya Abu Bakar, jauh lebih baik ketimbang seribu saatnya orang-orang Mukmin pada zaman Fir’aun! Mereka adalah orang-orang yang menyembunyikan imannya, sedangkan Abu Bakar adalah orang yang menampakkan imannya!”  (HR. Al-Bazzar)

*Tulisan di atas  semuanya dikutip dari buku berjudul Biografi&Keteladanan 10 Sahabat Ahli Surga karya M. Nipan Abdul Halim, hlm. 52-54. Hanya judul saja yang disesuaikan.

0/Post a Comment/Comments