[wartanusantara.id] Seandainya dianggap kurang etis, saudara Arteria Dahlan sebenarnya bisa menegur langsung Kajati yang menggunakan bahasa Sunda dalam rapat resmi. Namun kalau hanya gara-gara menggunakan bahasa daerah dia bisa meminta seseorang dipecat dari jabatannya, itu namanya arogan. Sok kuasa.
Lagi pula, kalau pernyataannya dimaksudkan sebagai kritik atas dominasi etnis Sunda di Kejaksaan Agung, maka yang seharusnya dia kritik adalah Jaksa Agung, bukan anak buahnya. Itupun dengan catatan dominasi etnis Sunda tadi memang terbukti ada dan terjadi karena ketebelece, bukan karena proses kepegawaian yang wajar.
Yang jelas, apapun maksudnya, pernyataan bahwa ada "Sunda Empire" di kejaksaan bisa dianggap pelecehan. Menyebut "Sunda Empire" untuk merujuk keberadaan orang Sunda jelas bersifat olok-olok dan merendahkan.
Oleh Tarli Nugroho
Sumber : FB