![]() |
| Dr. Vicki Ahmad Karisman, M.Pd. (tengah) bersama Pengurus Pusat KAMMI |
[wartanusantara.id], CIMAHI – Memasuki pertengahan tahun menjadi salahsatu masa kampus-kampus membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru yang akan masuk ke bangku kuliah.
Namun sayangnya tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk bisa merasakan pendidikan di tingkat universitas, dengan berbagai kendala yang salahsatunya adalah soal biaya.
Deputi Menteri Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama (Kemenko PMK) Prof. Dr. R. Agus Sartono, M.B.A. pada tahun 2021 menyampaikan bahwa dari sekitar 3,7 juta lulusan SMA, MA dan SMK tiap tahunnya, baru 1.8 juta yang diserap oleh perguruan tinggi.
Atas dasar keprihatinan itulah Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mencoba mencari peluang-peluang kecil yang bisa dilakukan oleh PP KAMMI untuk membantu para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat Universitas.
Pada hari Rabu (15/6/2022), Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga PP KAMMI Wahid Ikhwan melakukan kunjungan dan diskusi dengan Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Dr. Vicki Ahmad Karisman, M.Pd.
Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait kerjasama di bidang pendidikan. Dimana Prodi PJKR STKIP Pasundan Cimahi siap bekerjasama dengan PP KAMMI untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswa di jurusan PJKR.
Vicki menyampaikan, “Kami siap menerima kurang lebih 10 mahasiwa untuk jurusan olahraga, dengan syarat ia punya kemauan tinggi untuk kuliah dan punya minat yang besar di bidang olahraga. Dan yang paling penting adalah dia dari keluarga yang kurang mampu.”
"Dan ini juga merupakan salahsatu kewajiban kami untuk memberikan manfaat kepada masyarakat umum yang memang sangat terbatas dengan kemampuan ekonomi," tambah Vicki.
Wahid menyambut baik kerjasama tersebut dan berharap dari beasiswa tersebut lahir para sarjana dan atlet yang bisa memberikan manfaat bagi kampus dan negara.
Beasiswa ini akan dibuka mulai hari ini sampai akhir bulan Juli yang dibuka secara umum untuk seluruh siswa di Indonesia, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Para penerima beasiswa yang lolos nantinya akan mendapatkan biaya pendidikan secara gratis mulai dari awal sampai lulus, dan mereka juga akan mendapatkan pembinaan dari KAMMI.
Vicki dan Wahid bahkan menyampaikan, bagi para mahasiswa yang mendapat beasiswa bisa juga dilatih untuk menjadi atlet berprestasi baik tingkat daerah maupun nasional. Karena di kampus tersebut banyak atlet nasional yang kuliah disana, juga dosen-dosen yang menjadi pelatih di tingkat nasional. (Wahid)
