13 Agustus 2022

Penulis Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie ditikam saat berpidato di New York

Salman Rushdie ditikam saat berpidato di New York


Salman Rushdie, yang menerima ancaman pembunuhan pada 1980-an atas bukunya "The Satanic Verses" diserang selama kuliah di New York pada hari Jumat.

Seorang reporter Associated Press (AP) menyaksikan seorang pria menyerbu panggung di Chautauqua Institution dan mulai meninju atau menikam Rushdie saat dia diperkenalkan. Penulis dibawa atau jatuh ke lantai, dan pria itu ditahan.


Polisi negara bagian New York mengatakan Rushdie menderita luka tusuk di leher ketika dia diserang di atas panggung, menambahkan bahwa kondisi penulis Inggris itu tidak diketahui dan tersangka telah ditahan.

"Seorang tersangka laki-laki berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie dan seorang pewawancara. Rushdie menderita luka tusuk di leher dan diangkut dengan helikopter ke rumah sakit daerah. Kondisinya belum diketahui," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Buku Rushdie "The Satanic Verses" telah dilarang di Iran sejak 1988, karena banyak Muslim menganggapnya sebagai penghujatan. Setahun kemudian, mendiang pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa, atau dekrit, yang menyerukan kematian Rushdie.

Hadiah lebih dari $3 juta juga telah ditawarkan bagi siapa saja yang membunuh Rushdie.

Pemerintah Iran telah lama menjauhkan diri dari keputusan Khomeini, tetapi sentimen anti-Rushdie tetap ada. Pada 2012, sebuah yayasan keagamaan semi-resmi Iran menaikkan hadiah untuk Rushdie dari $2,8 juta menjadi $3,3 juta.

Rushdie menepis ancaman itu pada saat itu, dengan mengatakan "tidak ada bukti" orang-orang tertarik dengan hadiah itu.

Tahun itu, Rushdie menerbitkan sebuah memoar, “Joseph Anton,” tentang fatwa tersebut.

Sumber : Daily Sabah

Artikel Terkait