Sejarah Perkembangan Ilmu Nahwu


[wartanusantara.id]
Di dunia pesantren, pasti sudah tidak asing dengan kitab Jurumiyah. Mempelajari kitab Jurumiyah sama saja mempelajari ilmu Nahwu.

Ilmu Nahwu merupakan salah satu cabang bahasa Arab yang mempelajari kaidah-kaidah yang berhubungan dengan susunan kata-kata dalam kalimat bahasa Arab. Ilmu Nahwu lebih fokus mengkaji pada keadaan baris huruf terakhir.

Objek mempelajari ilmu Nahwu adalah baris akhir suatu kata dalam kalimat bahasa Arab dan perubahan-perubahan kedudukannya dalam kalimat dengan menggunakan tanda tertentu. Misal marfu', manshub, majrur, dan majzum.

Peletak dasar ilmu Nahwu adalah Abu al-Aswad Zalim bin Sufyan ad-Du'ali (w. 69 H/688 M). Ia merupakan seorang ahli Qiraat di Basra. Kemudian setelah itu, ilmu Nahwu mengalami perkembangan pesat. Dari Basra hingga menyebar ke negara-negara Islam lainnya seperti Kufah, Baghdad, Andalusia, dan Mesir.

Manfaat Mempelajari Ilmu Nahwu


Ilmu Nahwu sangat penting untuk mempelajari bahasa Arab. Nahwu memimiki beberapa manfaatnya seperti :

1. Untuk memahami susunan kata-kata Arab yang terdapat dalam al-Qur'an dan Hadits.
2. Untuk dapat menyusun kata-kata bahasa Arab dalam susunan yang benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Nahwu.
3. Untuk dapat menentukan kedudukan-kedudukan kata dan memahami pengertian suatu kalimat dengan benar.
4. Untuk dapat menyusun kalimat-kalimat bahasa Arab menurut susunan dan bentuk yang benar

Sumber diolah dari buku Ensiklopedi Islam
Foto : diambil dari belajarbahasaarab.blogspot.com

0/Post a Comment/Comments