Ditulis oleh Rifqi Nahar
Mahasiswa STEI SEBI Depok
WARTANUSANTARA.ID|OPINI-- Ikan lele mungkin sudah banyak dikonsumsi oleh banyak orang. Ikan lele ini sangat popular, hampir setiap daerah pasti ada ikan lele dan tidak kalahnya setiap warung pasti menyediakan makanan ikan yang jenisnya lele itu sendiri. Lele juga banyak khasiat dan protein yang banyak diburu di warung makan oleh para anak-anak maupun orang dewasa lainnya
Banyak dari kita sendiri masyarakat Indonesia yang mendengar nama ikan lele tapi tidak mengetahui ikannya seperti apa dan proses pembesarannya sperti apa dan bagaimana cara mlestarikan nya
Mengapa peternak suka memelihara ikan yang berjenis lele? Karena ikan lele banyak peminatnya dan juga perkembangan ikan lele sangat cepat, modal murah, dan keuntungan besar. Apabila dibandingankan dengan ikan lainnya, ikan lele lebih tahan lama. Ikan lele boleh dikatakan tidak mudah mati dan selalu segar walalu ikan lele kita diamkan di daratan tampa air selama sejam ikan lele masih bisa bertahan. Sedangkan ikan lain pada umumnya lima belas menit jika didiamkan di daratan maka akan mudah mati dengan cepat.
Sektor perikanan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di wilayah kita. Karena masih banyak lahan yang harus dikembangkan secara luas. Akibatnya masa sekarang banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Sebenarnya banyak potensi yang harus dikembangkan dalam budidaya ikan lele, namun banyak risiko yang dihadapi. Terutama risiko produksi ,risiko produksi menganalisis probolitas dari risiko tersebut yang sangat berdampak negatif.
Untuk menentukan strategi penanganan risiko yang diterapkan di fram 165 ,berdasarkan analisis terbesar yaitu dari kualitas air yang sangat buruk dan terjadinya bakteri menular pada ikan. Hasil pemeriksaan risiko menunjukan terdapat 2 strategi yaitu strategi mitigasi dan prefentif yang dapat diterapkan di peternakan budi daya ikan lele yaitu;
1. Membuat pembenihan sendiri meningkatkan produksi ikan lele. Yaitu dengan menambahkan pengetahuan pengembangan dasar budidaya, melakukan perawatan insentif, dan melakukan sarana prasarana budidaya ikan lele yang diterapkan fram 165.
2. Pengalihan risiko dengan cara mendaftarkan asuransi ,sehinga nanti jika terjadi kerugian maka dampak yang ditimbulkan akan diganti dengan suransi yang pernah diajukan.
Menurut saya risiko terjadinya memang sangat besar. Oleh karena itu sebagai petani harus berusaha agar ikan lele kedepannya berkembang, bukan memunah. Maka dari itu bahwasanya kita sudah mengerti penyebabnya maka jadikan pelajaran dan memikirkan kedepannya agar tidak terjadi kedua kalinya. Mungkin kita sebagai pembisnis hanya memikirkan keuntungan tanpa memikirkan akan terjadinya kerugian. Setiap usaha pasti ada sisi negatif, maka dari itu gimana caranya agar keuntungan lebih besar dari kerugian yaitu dengan cara menganalisis berapa besar risiko yang kita hadapi. Kemudian cari solusi, terapkan, dan selalu berjaga-jaga.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan
Penyiapan kolam yang mapan untuk ikan lele tidak cocok di area panas. Usahakan kita merawatnya di area bawah pepohonan. Kalau seandainya tidak ada pepohonan, maka bisa menggunakan terpal untuk menutupi atas agar tidak terkena cahaya matahari langsung.
Menentukan kapasitas kolam banyak para peternak yang memelihara tanpa mengukur kapasitas kolam. Maka akibatnya adalah luka-luka pada ikan, diikarenakan ingsan lele yang tajam dan kekanibalannya. Jika sudah ada yang terluka dari salah satunya, maka akan mudah menimbulkan aroma yang membuat kawanan lele ingin merasakan yang berakibat fatal akan saling bergigitan hingga menimbulkan goresan. Pengendalian hama bahwasanya kita telah memahami faktor-faktor yang menyebabkan virus pada ikan, yaitu telat menggantikan air yang telah lama. Jika tidak diganti, maka akan jadi zat berbahaya yang mengakibatkan penularan dari satu ikan ke ikan lain.
Sumber Rujukan
Ahmad.t.1992.pengelolaan mutu air untuk budidaya ikan balai penelitian prikanan
Boyd,c,e 1989 water quality in pond for aquaculture alabama agricultural experiment station auburn university alabama
Mujiman ,a.dan sr suyanto 2002 budidaya udang windu penebar swadaya Jakarta
Pt.wahyuni mandira.2010 standar operasiomal dan prosedur tdak di piblikasikan. Sumatra
Sachlan .m,1982 plangtonolog. fakultas petenakan dan peternakam universitas diponegoro
.png)