4 Solusi Islam Dalam Mengatasi Resesi Global


Ditulis oleh Tantowi Yahya
Mahasiswa STEI SEBI

WARTANUSANTARA.ID|EKONOMI-- Sudah tidak asing lagi di telinga kita saat membicarakan resesi. Resesi adalah kata yang banyak kita dengar akhir-akhir ini, baik di media sosial maupun di berita. Tapi apa sebenarnya resesi itu?

Resesi dapat didefinisikan sebagai penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi selama periode stagnasi yang berkepanjangan yang berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Resesi dapat menyebabkan keuntungan perusahaan yang lebih rendah, pengangguran meningkat, dan bahkan keruntuhan ekonomi. Secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Memburuknya perekonomian bisa menimbulkan dampak negatif seperti tingkat kriminalitas yang tinggi, kasus bunuh diri disebabkan adanya tekanan ekonomi, dan dari sektor pendidikan banyaknya anak yang putus sekolah karena adanya masalahan perekonomian dalam keluarga. Dengan ini ekonomi Islam bisa berperan dan menjadi solusi dalam menghadapi resesi.

Lantas, bagaimana Islam memberikan solusi dalam menangani resesi ini?

Pertama-- Dalam mengatasi resesi, peran pemerintah sangat dibutuhkan, yaitu dengan melakukan pengoptimalan zakat. Penyaluran zakat disalurkan untuk membantu pengentasan permasalahan 8 golongan asnaf. Tapi bukan hanya sekadar zakat yang bersifat konsumtif saja, namun juga zakat yang sifatnya produktif, yaitu dengan memberikan bantuan dana zakat kepada yang berhak menerimanya. Kemudian diperuntukan untuk modal mereka membangun usaha dalam rangka meningkatkan perekonomiannya, sehingga mereka mendapatkan penghasilan yang layak dan bisa bertahan menghadapi resesi.

Kedua-- Perlunya peran pemerintah untuk membantu pengembangan ekosistem Halal Value Chain pada empat sektor penting, yaitu pada sektor ketahanan pangan (pertanian), pariwisata halal, industri busana muslim dan makanan halal, serta pengembangan energi terbarukan. Pengembangan tersebut bisa dilakukan melalui kerja sama dengan bank perkreditan rakyat syariah, komunitas UMKM syariah, dan lembaga atau pelaku usaha syariah lainnya.

Ketiga-- Bukan hanya pemerintah saja yang berkewajiban mengatasi resesi, masyarakat juga perlu melakukan pengelolaan keuangan mandiri. Mulailah menabung dan mengurangi beban pengeluaran seperti belanja barang mewah atau pun utang. Jika memiliki uang lebih maka segeralah lunasi utang yang masih ada. Jangan anggap sepele utang meskipun nominalnya kecil, apalagi utang kredit. Sebab kondisi keuangan sulit diterka ketika resesi ekonomi terjadi.

Keempat-- Mencari penghasilan lain. Perhatikan perkembangan kondisi ekonomi terbaru dan mulailah memanfaatkan peluang di sekitar yang kemungkinan dapat bernilai ekonomi. Memiliki penghasilan lain merupakan hal baik untuk dilakukan dalam menghadapi resesi. Jangan ragu untuk membuka usaha kecil-kecilan. Jika dirasa penghasilan saat ini masih kurang, atau setidaknya dari sekarang cobalah untuk mulai berinvestasi. Dalam investasi, prioritaskanlah pada sektor riil karena dalam ekonomi syariah investasi itu harus bersentuhan dengan sektor riil, halal dan baik bagi hajat hidup orang banyak. Beda dengan ekonomi konvensional yang perputarannya lebih banyak di sektor industri sekunder, tersier, atau bahkan sektor keuangan yang didalamnya terdapat unsur riba dan hal-hal haram lainnya.

Islam memerintahkan untuk selalu membantu satu sama lain dalam Al-Qur’an dijelaskan ada beberapa kelompok yang bisa dan layak dibantu. Diantaranya Ibnu sabil (orang yang sedang diperjalanan), fisabilillah (orang yang dalam sebuah pekerjaan), dan al-riqab (orang yang diperbudakan). (Martowardojo, 2016)

Ekonomi Islam bisa berperan dalam meningkatkan suatu pendapatan melalui lembaga keuangan syariah dan industri halal. Peningkatan ini bisa dilakukan melalui pendistribusian zakat. Perolehan zakat pada tahun 2020 sebanyak 380 triliun, dan dapat terealisasikan sebesar 340 triliun (Choirul Amirudin, 2021).
Dalam hal ini zakat mempunyai potensi yang besar dalam mendorong perekonomian terutama dalam menghadapi resesi. Selain zakat peningkatan ini bisa berupa infaq, shadaqah dan juga wakaf. Penguatan melalui industri halal seperti dalam sektor busana muslim dan kuliner halal, merupakan suatu hal yang bisa menjadi potensi yang baik agar kita bisa terhindar dari adanya resesi di tahun 2023.

Referensi : 

https://geotimes.id/opini/peran-ekonomi-syariah-dalam-menyikapi-resesi-global/

https://kumparan.com/rahma-aliya-1638936520593840524/peran-ekonomi-syariah-dalam-menghadapi-resesi-2023-1zF1QQsDewt

https://kumparan.com/gozali-abas/solusi-ekonomi-islam-dalam-menghadapi-ancaman-resesi-1zOYB8Hz04a

0/Post a Comment/Comments