5 Prinsip Umum Etika Perusahaan yang Islami


Ditulis oleh Ihsan
Mahasiswa STEI SEBI Depok

WARTANUSANTARA.ID|EKONOMI-- Islam mengatur semua aktivitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi. karena islam ingin semua yang ada pada diri manusia berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada perselisihan antar manusia yang lainnya. Begitu pun mengenai etika sebuah perusahaan. Islam hadir di tengah-tengahnya untuk menjaga sebuah nilai-nilai moral (akhlaq) yang ada di perusahaan tersebut. Karena kegiatan bisnis merupakan kegiatan muamalah yang pasti ada saja perselisihan muncul baik disengaja maupun tidak. Dengan adanya etika perusahaan yang Islami ini akan meminimalisir perselisihan itu semua.

Pada kesematan kali ini saya akan sharing terkait prinsip-prinsip umum yang ada di dalam etika perusahaan yang Islami. Apa saja prinsip-prinsipnya? Mari kita simak;

1. Prinsip Tauhid

Prinsip Tauhid ini merupakan prinsip utama yang harus dimiliki oleh manusia dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Terlebih dari segi bisnis prinsip ini tidak bisa dikesampingkan harus berjalan bersamaan. Karena walaupun bisnis itu penting untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, Tauhid atau spiritual juga penting untuk memenuhi kewajiban ibadah kepada Allah SWT yang sebagaimana tujuan manusia hadir kedunia sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah SWT.

Pada intinya prinsip Tauhid dalam perusahan adalah sebagai pengingat pelaksanaan bisnis harus berlandaskan kepada penyerahan diri kepada Allah SWT. Bahwa hanya Allah lah yang dapat mengatur dan memberikan rezeki kepada hambanya. Selain itu, prinsip tauhid ini juga berguna untuk para karyawan yang ada di perusahaan tersebut untuk selalu bersikap jujur, walaupun atasan tidak melihat mereka tetapi ada Allah yang selalu melihatnya.

2. Prinsip Al-Adl (Sikap Adil)

Keadilan sangat penting dalam bermuamalah, karena keadilan ini merupakan suatu keadaan dimana setiap orang berhak mendapatkannya tanpa terkecuali, baik itu orang kaya, orang miskin, orang berkulit hitam atau putih, orang berbeda suku, budaya maupun agama. Islam mengajarkan kita bahwa dalam bersikap adil tidak hanya memandang seagama saja tapi berbeda agama pun kita harus bersikap adil. Begitupun yang di contohkan oleh Rosullah, Ketika berdagang dengan orang non muslim beliau sangat adil dalam menimbang dagangannya tanpa terkecuali. Oleh karena itu kita wajib mengikuti perilaku Rosul dengan bersikap adil kepada siapapun terlebih lagi dalam berbisnis.

3. Prinsip Ta’awun (Tolong Menolong)

Prinsip tolong menolong juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan sebuah etika perusahaan yang islami. Di sebuah perusahaan yang Islami tidak hanya mementingkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja tetapi sebuah perusahaaan yang Islami mempunyai tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT dengan saling tolong menolong.
 
Sebagai contoh ketika sebuah perusahaan menciptakan produk, perusahaan tersebut bukan hanya bagaimana produk itu laku terjual tetapi apa saja manfaat yang bisa diberikan dari adanya produk tersebut, sehingga dengan adanya produk tersebut bisa mempermudah orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang berdampak meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

4. Prinsip Amanah

Sikap Amanah sangat dibutuhkan sekali dalam berbisnis ataupun bagi siapa saja yang ada di sebuah perusahaan. Orang yang mempunyai tingkat Amanah yang baik maka akan mudah dipercaya oleh orang lain untuk mengemban tugas yang lain. Dan islam pun mengatur sikap Amanah ini yang sebagaimana terdapat didalam Q.S An-Nisa ayat 58

Artinya:”Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Q.S An-Nisa Ayat 58)
 
5. Prinsip Taqwa dan Ridha

Dalam melakukan hal bisnis harus dilandaskan dengan dasar taqwa dan ridha, taqwa yang berarti taqwa kepada Allah dan Ridha berarti suka sama suka antara pihak yang melakukan akad. Tidak baik apabila bermuamalah missal berbisnis dilakukan dengan adanya pemaksaan atau penipuan kepada pihak yang lainnya.

6. Prinsip Kemashlahatan

Prinsip yang terakhir adalah kemaslahatan atau kebaikan (kesejahteraan) dunia maupun akhirat. Dengan adanya prinsip ini etika sebuah perusahaan yang islami bisa mengambil sesuatu yang bermanfaat dan menghidarkan perusahaan tersebut dari mudarat yang ada. Kemaslahatan ini menurut imam Al-Ghazali terdapat 5 kebutuhan dasar yaitu;

a. pemeliharaan agama (hifdzud-din)
b. pemeliharaan jiwa (hifhzun-nafs
c. pemeliharaan akal (hifhzul-„aql)
d. pemeliharaan keturunan (hifhzun-nasl)
e. pemeliharaan harta benda (hifhzul-maal)

Sekian yang bisa saya sharingkan semoga bermanfaat sekian dan terimakasih….

Referensi: 

Etika dan Konsep Manajemen Bisnis Islam, Iwan Aprianto S.Pd.I.,M.Pd. (CV Budi Utama) 
M. Zikwan, S.Sy., MH. Manajemen Bisnis Syariah, 2022, 

Media Sains Indonesia Mengulas Tolong Menolong Dalam Perspektif Islam, Delvia Sugesti, Jurnal PKN&Hukum No. 14, 2 Oktober 2019 

M Shidqon Prabowo, “GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DALAM PRESPEKTIF ISLAM”, Jurnal Ilmiah Hukum QISTIE Vol. 11 No 2 2018

0/Post a Comment/Comments