WARTANUSANTARA.ID|PALESTINA-- Sayap militer Gerakan Hamas, Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguasai drone Zionis selama agresi Israel baru-baru ini, dan memperoleh informasi sensitif darinya.
Dalam pernyataan resminya, Brgade al-Qassam menyatakan, “Dengan pertolongan Allah, selama agresi Israel baru-baru ini terhadap Jalur Gaza pada Jumat pagi tanggal 05 Rajab 1444 H bertepatan dengan tanggal 27 Januari 2023 M, Brigade al-Qassam berhasil menguasai drone Zionis yang sedang dalam misi khusus di dalam Jalur Gaza.”
Pernyataan itu menambahkan, "Insinyur kami dapat menangani drone tersebut dan mengekstraksi informasi penting dan sensitif tentang pasukan musuh darinya."
Setelah pengungkapkan oleh Brigade al-Qassam tersebut, juru bicara tentara pendudukan Zionis Israel menegaskan bahwa sebuah drone pasukan militernya jatuh di wilayah Jalur Gaza selama kegiatan dua operasi selama akhir pekan lalu.
Radio tentara pendudukan Zionis Israel mengatakan bahwa ada ketakutan di kalangan keamanan dan militer Israel akan kebocoran informasi dari drone yang jatuh tersebut.
Penulis dan analis politik Ezzat Jamal mengatakan, pengumuman bahwa al-Qassam telah mengambil kendali drone Israel saat sedang menjalankan misi di dalam Jalur Gaza, dan mendapatkan informasi khusus dan sensitif darinya, adalah keberhasilan baru yang dicatat oleh para pejuang perlawanan dan para insinyurnya, dalam pertempuran akal pikiran yang tidak berhenti sesaat pun.
Dia mengatakan, al-Qassam memantau, mencegat dan mengendalikan drone, kemudian dapat mengakses sistem khususnya dan mendapatkan informasi penting dan sensitif. Ini memberi al-Qassam indikator hebat dan informasi penting, terkait dengan kepentingan musuh Zionis, yang dapat dengan mudah diperoleh dengan mempelajari tugas-tugas dan misi yang dilakukan oleh drone Israel. Dan apa yang mendukung hipotesis ini adalah kerahasiaan pendudukan, serta tidak adanya pengumuman dari pihak Israel soal hilangnya drone mereka, seperti yang biasa terjadi dalam insiden serupa.
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam pengungkapan ini, al-Qassam mencatat keberhasilan militer dan keamanan baru, serta mencatat kegagalan militer dan keamanan pendudukan Zionis Israel, dalam pertempuran yang tidak berhenti sesaat pun, antara perlawanan yang berusaha menumpuk kekuatannya di segala bidang dan menyembunyikan pencapaiannya dari mata musuh Zionis, dengan musuh yang terus berusaha dengan segala cara untuk memata-matai dan mengumpulkan informasi tentang perlawanan, sebagai upaya untuk melemahkannya.
Dia melanjutkan dengan mengatakan, namun kesiapan perlawanan serta kemajuan sarana dan kemampuan para insinyurnya telah menghalangi keberhasilan musuh Zionis dalam merealisasikan misinya. Dan dengan kesiapan dan kemajuan tersebut, perlawanan telah mencatatkan keberhasilan baru yang menambah pencapaian dalam pertempuran sebelumnya serta prestasi intelijen dan keamanan lainnya.
Adapun analis politik, Mustafa al-Sawaf, mengomentari keberhasilan al-Qassam ini dia mengatakan, sungguh luar biasa bahwa drone, yang ditangkap oleh al-Qassam dan terungkap, tidak disebutkan oleh pendudukan Israel melalui medianya selama tiga hari terakhir. Bahkan pendudukan Zionis Israel dia berbicara tentang kehilangan drone setelah al-Qassam mengungkapkannya dan memperoleh informasi yang terkandung di dalamnya.
Al-Sawaf menegaskan bahwa ada konflik otak antara al-Qassam dan pendudukan Zionis. Al-Qassam mengungkapkannya setelah selesai mengambil dan menganalisis informasi untuk mengambil manfaat darinya dan untuk mengetahui apa yang direncanakan pendudukan Zionis.
Dia menyatakan bahwa al-Qassam telah mencetak poin baru atas pendudukan Israel dengan menangkap pesawat tak berawaknya melalui para insinyur al-Qassam yang menangani pesawat, mendaratkannya di tanah, mengendalikannya, mendekode kode perangkatnya, dan mendapatkan informasi yang terkandung di dalamnya. Poin baru yang menambah poin-poin lain yang disimpan al-Qassam hingga diungkap pada waktunya.
Dalam konteks ini, analis dan pakar militer Rami Abu Zubaydah, menggambarkan bahwa keberhasilan Brigade al-Qassam menguasai drone Zionis dan memperoleh informasi sensitif terkait dengan pasukan musuh, ini sebagai "peristiwa tidak nyaman" bagi pendudukan Israel.
Abu Zubaydah mengatakan, jatuhnya drone Zionis, akan membuka lebih banyak penyelidikan internal di dalam tentara pendudukan Israel tentang bagaimana pesawat itu jatuh dan kemampuan apa yang dimiliki Brigade Qassam untuk menguasainya.
Menurut pakar militer ini, pendudukan Israel sebelumnya telah mengumumkan jatuhnya salah satu pesawat tak berawaknya sebagai akibat dari kerusakan teknis atau kondisi cuaca dan alasan lainnya. Karenanya pihaknya "tidak takut akan kebocoran informasi". Akan tetapi kali ini pendudukan Israel tidak mengumumkannya sampai setelah ada pernyataan al-Qassam. Lebih lanjut Abu Zubaydah mengatakan, Hal ini menegaskan bahwa Brigade al-Qassam telah memperoleh informasi berharga dari drone tersebut.
Adapun penulis dan analis politik, Iyad al-Qara, menegaskan bahwa pertarungan otak tidak berhenti antara Brigade al-Qassam dan pendudukan Israel, terutama di tingkat teknis.
Dia menjelaskan, pencapaian Brigade al-Qassam ini menegaskan bahwa apa yang disaksikan warga Gaza dari drone tersebut dengan segala bentuk dan ukurannya, bahwa di sana ada konflik tersembunyi yang terjadi antara yang di tanah yang dikuasai perlawanan dengan pesawat yang memantau secara detail.
Dia menyatakan bahwa perlawanan tidak meninggalkan lapangan kecuali dilintasi dan dimasukinya, terutama yang bersifat teknis, baik dalam konteks pengembangan maupun konfrontasi. (was/pip)
Sumber : Pusat Informasi Palestina
