Ditulis oleh Rafi Irsyad
Mahasiswa STEI SEBI Depok
WARTANUSANTARA.ID|EKONOMI-- Krisis keuangan global saat ini membutuhkan pemeriksaan menyeluruh tentang penyebab dan konsekuensi dari masalah tersebut. Sistem perekonomian yang stabil merupakan alternatif utama untuk memajukan dan memperkuat perekonomian Indonesia. Satu-satunya sistem ekonomi yang saat ini memberikan sinyal stabilitas terhadap krisis keuangan global saat ini adalah sistem keuangan berbasis syariah.
Saat ini, banyak negara sedang mempersiapkan kemungkinan depresi dan resesi yang terjadi di masing-masing negara secara individual. Salah satunya negara kita tercinta yaitu Indonesia. Resesi adalah situasi di mana ekonomi terkena dampak negatif dari hilangnya barang domestik selama dua kuartal selama tahun berjalan. Resesi dikaitkan dengan ekonomi global yang rendah dan akan berdampak buruk pada ekonomi domestik di semua negara di dunia. Jika ekonomi suatu negara tumbuh karena ekonomi global, kemungkinan besar negara tersebut akan mengalami represi. Risiko terhadap ekonomi dapat mengakibatkan kontraksi simultan dari semua aktivitas ekonomi, termasuk ekspansi bisnis, lapangan pekerjaan, dan investasi.
Situasi ekonomi saat ini terkait dengan antisipasi dampak krisis ekonomi global pada tahun 2023. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap perekonomian, tidak menutup kemungkinan juga bahwa Indonesia akan terkena imbas dari resesi tersebut. Tetapi Pemerintah Indonesia tetap optimis karena sudah mulai penerapan ekonomi syariah. Dalam ilmu ekonomi syariah ada yang dinamakannya fiqih al-muamalat yang berarti hukum yang mengatur tentang harta, hak dan perilaku antara hubungan sesama manusia ataupun kelompok dalam upaya memenuhui segala kebutuhannya berdasarkan prinsip ekonomi syariah. Prinsip yang ditonjolkan fiqih muamalah adalah al-taradi (suka sama suka), adanya saling rida untuk melakukan ijab qobul, tidak ada untuk penipuan dan tidak ada unsur ketidak adilan. Ekonomi syariah juga menerapkan larangan terhadap transaksi yang mengandung riba, gharar dan maysir. Hampir setiap negara yang mempraktikkan kapitalisme saat ini mengalami krisis mata uang. Salah satu penyebab utama krisis keuangan global saat ini adalah perkembangan teknologi informasi yang akan membuat krisis penyebarannya ke negara lain.
Krisis keuangan global saat ini memerlukan kajian menyeluruh tentang penyebab dan akibat terjadinya, dan pembangunan serta pemeliharaan sistem ekonomi yang stabil dalam menghadapi krisis merupakan alternatif utama bagi Indonesia. Satu-satunya sistem ekonomi yang menunjukkan stabilitas terhadap krisis keuangan global saat ini adalah sistem syariah.
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu saling membantu satu sama lain, Al-Qur’an pun juga menjelaskan kelompok-kelompok yang mendapatkan bantuan, antara lain Ibnu Sabil (orang yang melakukan perjalanan), fisabilillah (orang yang sedang bekerja), dan al-qirab (orang yang diperbudakan).
Ekonomi Islam dapat efektif dalam meningkatkan pendapatan tertentu melalui perbankan syariah dan industri halal. Hal ini dapat dicapai melalui distribusi zakat. Pada tahun 2020, jumlah zakat yang sudah berhasil dikumpulkan senilai 380 triliun, dan dapat direalisasikan sekitar 340 triliun. Jika kita melihat konteks tersebut maka zakat ini memiliki potensi yang besar dalam mendorong perekonomian Indonesia apa lagi adanya isu resesi tersebut. Potensi lainnya selain zakat berupa shadaqah dan juga wakaf, selain itu potensi industri halal lainnya juga bisa terhindar dari adanya resesi 2023.
Lalu apa yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia dalam menghadapi resesi ini? Menurut kutipan kumparan.com memberikan 3 point upaya masyarakat Indonesia menhadapi resesi ini:
1. Mengurangi Pengeluaran. Jika Anda senang menggunakan uang berulang kali untuk kebutuhan yang kurang penting di masa lalu, sekarang Anda harus dapat mengukur dan mempertimbangkannya. Jika ada kenginan yang tidak terlalu penting dalam kebutuhan sehari-hari, seperti pembelian barang-barang mahal, layanan streaming, dan liburan. Jauh lebih baik untuk diinvestasikan atau ditabung saja uangnya.
2. Mencari Penghasilan Tambahan. Kita bisa mulai dengan melakukan investasi seperti emas, tanah, atau melalui pasar forex. Selain itu, Anda dapat mempelajari beberapa konsep baru, seperti bagaimana menggunakan e-commerce untuk keuntungan Anda saat menjalankan bisnis.
3. Mencari Keahlian Baru. Pada saat itu masa pandemi banyak orang-orang yang diputus kontrak kerjanya dikarenakan perusahaan tidak dapat memutar roda perusahaan. Alangkah dari itu masyarakat perlu memiliki keahlian baru untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi.
Demikian penjelasan tentang ekonomi syariah menghadapi resesi 2023, jadi peranan sistem keuangan sangat vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, apa lagi jika sebuah negara menerapkan prinsip ekonomi syariah yang akan membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih baik dan membawakan kemaslahatan umat
References
Aliya, Rahma. 2022. Peran Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Resesi 2023. Kumparan.com. [Online] November 14, 2022. [Cited: Februari 11, 2023.] https://kumparan.com/rahma-aliya-1638936520593840524/peran-ekonomi-syariah-dalam-menghadapi-resesi-2023-1zF1QQsDewt/full.
UPAYA KEUANGAN SYARIAH TERHADAP ANCAMAN RESESI GLOBAL. Suaidah, Marliyah. 2023. 01, Sumatera Utara : Edunomika, 2023, Vol. 07.
.png)