WARTANUSANTARA.ID|INTERNASIONAL-- Bashar al Assad dari Suriah telah menawarkan dukungannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konflik di Ukraina.
Dalam pertemuan televisi dengan Putin di Kremlin pada hari Rabu, Assad mengatakan Rusia sedang memerangi "neo-Nazi dan Nazi lama" di Ukraina, menurut terjemahan bahasa Rusia.
Tanpa memberikan bukti, Assad mengatakan bahwa Barat telah menerima "para Nazi lama", dan sekarang memberi mereka dukungan.
Kiev dan Barat mengatakan tuduhan Rusia bahwa Ukraina telah menjadi sarang Nazisme dan "Russophobia" adalah dalih tak berdasar untuk perang agresi yang tidak beralasan di Ukraina.
Dukungan militer Rusia untuk Assad membantunya membalikkan keadaan dalam perang saudara yang menghancurkan yang dimulai pada 2011 sebagai gerakan pro-demokrasi.
Hubungan ekonomi
Putin dan Assad juga membahas hubungan ekonomi dan akibat dari gempa mematikan selama pertemuan mereka.
"Terlepas dari segalanya, hubungan kita berkembang, termasuk di bidang ekonomi. Selama setahun terakhir, tercatat peningkatan perdagangan tujuh persen," kata Putin pada konferensi pers bersama.
Putin mengatakan gempa bumi di Türkiye selatan, yang juga dirasakan di Suriah, memperburuk situasi kemanusiaan dan Rusia berusaha memberikan dukungan.
Lebih dari 13 juta orang di Türkiye terkena dampak dua gempa kuat yang mengguncang 11 provinsi dan menewaskan lebih dari 48.448 orang, menurut angka resmi.
Gempa tersebut juga menewaskan 6.000 orang di Suriah, menurut PBB.
Sumber : TRT World
