Mahasiswa STEI SEBI Depok
WARTANUSANTARA.ID|OPINI--Seperti yang kita ketahui, selain mencari pasangan hidup untuk menua bersama, menikah juga bertujuan untuk memiliki anak dan keturunan. Sayangnya banyak pasangan yang hanya mementingkan persiapan pernikahan tanpa menyadari pentingnya persiapan pra nikah. Salah satu persiapan pra nikah yang penting adalah ilmu parenting.
Apa itu ilmu parenting? Menurut Jerome Kagam, sebagai psikologi pengembangan pengasuhan atau parenting sebagai serangkaian keputusan tentang sosialisasi pada anak. Parenting mencangkup apa yang harus dilakukan oleh orang tua agar bertanggung jawab dan memberikan kontribusi sebagai anggota masyarakat. Gunarsa mengatakan parenting atau pengasuhan anak adalah pola interaksi anak dengan orang tua yang meliputi bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis, tetapi juga norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungan.
Pola asuh anak juga mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak. Oleh karena itu, ilmu parenting anak itu sangat penting untuk dikuasai oleh orang tua. Hal ini akan mengihindarkan orang tua untuk menerapkan pola asuh yang salah yang dapat membuat anak kecewa kepada orang tua, atau lebih parah lagi bisa mempengarihi masa depan anak. Jadi jangan heran para ahli menyarankan para pasangan yang ingin berencana menikah untuk menguasai ilmu parenting terlebih dahulu. Tentu kamu tidak ingin menjadi orang tua yang gagal dalam mengasuh dan mendidik anak. Maka dari itu sudah seharusnya kamu menguasai ilmu parenting sebelum memutuskan untuk menikah dan memiliki anak.
Ada beberapa ilmu parenting yang harus diketahui. Seperti :
Authoritarian parenting
Authoritarian parenting adalah menganggap orang tua selalu benar. Parenting ini menjadi otoriter kepada anak. Anak harus menuruti perintah orang tuanya tanpa membantah atau memberi pendapatnya. Hal ini sering membuat anak kecewa pada orang tuanya. Pola asuh seperti ini sangat tidak bagus untuk anak. Anak anak yang di asuh dengan gaya seperti ini akan beresiko pada permasalahan harga diri. Pada awalnya mungkin mereka akan patuh kepada orang tua. Tetapi lama kelaman mereka akan memberontak perasaan tidak dihargai karena orang tua tidak mau mendengarkan pendapat anak dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang agresif. Dampak lain yang mungkin terjadi adalah anak gemar berbohong untuk menghindari kemarahan orang tuanya.
Authoritative parenting
Pola asuh authoritative adalah jenis pola asuh yang berwibawa yang membangun lingkungan yang positif untuk anak. Pada pola asuh ini, orang tua tetap memberi aturan dengan gaya mereka, akan tetapi tetap mendengarkan pendapat anak dan dipertimbangkan. Orang tua yang menerapkan gaya asuh seperti ini lebih menekankan pada kebiasaan baik seperti memberikan hadiah dan pujian saat anak melakukan hal benar, bukan memberi hukuman untuk mendisiplinkan. Anak yang di asuh dengan gaya ini akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan pandai mengekspresikan pendapat mereka. Anak merasa lebih dihargai dan lebih bahagia jika kumpul bersama keluarganya.
Permissive parenting
Pola asuh permisif adalah ini memberikan kebebasan sebanyak banyaknya pada anak untuk mengatur dirinya sendiri. Orang tua tidak menuntut anak untuk bertanggung jawab dan tidak banyak mengontrol anak. Orang tua yang memakai pola atur ini memberikan kebebasan sebanyak banyaknya kepada anak. Bahkan mereka memiliki kecenderungan tidak menegur dan memperingati anak apabila mereka dalam bahaya. Bimbingan orang tua sangat sedikit diberikan kepada anak pada pola asuh ini. Tidak heran jika anak tidak mengetahui man yang benar dan mana yang salah.
Neglectful parenting
Pola asuh ini cenderung menelantarkan anak. Pola asuh neglectful ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak anaknya. Orang tua terlalu sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan kadang kala sangat hemat untuk biaya kebutuhan anaknya. Penelantaran fisik dan psikis pada anak pada pola asuh ini akan berdampak seperti karakteristik anak yang moody, impulsive, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, harga diri yang rendah, sering membolos dan sering bermasalah dengan teman temanya.
Overprotective parenting
Jenis pengasuhan overprotective ini terlihat dimana orang tua memiliki kekhawatiran yang berlebih kepada anaknya. Orang tua dengan pola asuh ini sangat khawatir dan cemas apabila kebutuhan anak tidak terpenuhi. Mereka juga memiliki ketakutan dan kecemasan akan terjadi hal yang tidak baik pada anaknya. Mereka sering melarang anak anaknya ini itu. Anak pada pola asuh ini biasanya tidak percaya diri dan bergantung pada orang tua.
Kunci dalam ilmu parenting adalah menyeimbangkan waktu untuk mengurus anak dengan menjaga kewarasan diri Anda dan pasangan. Secara umum, tujuan parenting adalah mengajak para orangtua untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini juga dapat meningktkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam merawat, mengasuh, dan mendidik anak. Oleh sebab itu, ilmu parenting adalah hal yang penting untuk dipelajari. Meski dirasa bukan hal yang mudah, ada beberapa tips yang dapat Anda coba, yaitu:
1. Tidak ragu untuk meminta bantuan
2. Tetap menjaga kesehatan anda
3. Menyempatkan me time
4. Melibatkan pasangan
Setiap pasangan memang memiliki gaya dan ilmu parenting anak yang berbeda-beda. Namun, mayoritas dari mereka melakukan kesalahan umum yang sama di tahun pertama sebagai orangtua baru. Inilah pentingnya belajar ilmu parenting bagi orangtua baru agar bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Kenalilah berbagai kesalahan yang umum terjadi pada orangtua baru ini agar Anda dan pasangan dapat mencegahnya.
1. Ingin menjadi orang tua yang sempurna
2. Mengkhawatirkan segala hal
3. Mempercayai mitos yang tidak terbukti
4. Mengabaikan pasangan
5. Menggali ilmu parenting dari sumber yang kurang tepat
Sumber diolah dari
https://youtu.be/0yt8iUlQ7Nw
https://youtu.be/OsK1Aea2-v0
.png)