Strategi Pendidikan Karakter Bagi Orang Tua & Guru Agar Anak Berkembang Pesat Potensinya


Ditulis oleh Muhammad Rifqi Al-Ghifari
Mahasiswa STEI SEBI Depok

WARTANUSANTARA.ID|PENDIDIKAN-- Pendidikan karakter ialah sistem penamaan Suatu nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, dan tindakan untuk melaksanakan suatu nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan. Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang. Akan tetapi, manusia di lingkungan sosial dan budaya, perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya. Artinya, perkembangan budaya dan karakter dapat dilakukan dalam proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa. Lingkungan sosial dan budaya bangsa, pendidikan budaya dan karakter ialah mengembangkan nilai Pancasila pada peserta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa di wajibkan untuk peserta didik menjadi Warga Negara yang baik, ialah Warga Negara yang memiliki kemampuan, kemauan dan menerapkan Nilai Pancasila dalam kehidupan sebagai Warga Negara Republik Indonesia. Budaya sebagai kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak disadari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat. Nilai budaya tersebut dijadikan dasar pemberian makna terhadap suatu konsep komunikasi masyarakat. Posisi budaya yang demikian penting dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Orang tua menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas perkembangan karakter anak karena keluarga merupakan Gurudi rumah dan sebaliknya guru di sekolah orang tua di sekoolah, pendidikan paling utama dan pertama sebelum pendidikan pendamping lainnya.Orang tua juga turut berperan dalam perkembangan karakter anak di sekolah. Ada berapa kegiatan yang bisa orang tua ajarkan Contohnya, memantau perkembangan perilaku anak mereka melalui akun sosmed dan prilakunya, kegiatan siswa yang sudah disiapkan pihak sekolah, aktif mengikuti kegiatan rutin yang dilaksanakan di sekolah dalam pertemuan antara orang tua dengan wali kelas dan guru kelas. Di era perkembangan saat ini anak-anak usia sekolah dasar tidak bisa lepas dari Handphone bahkan menjadi sebuah kebutuhan Primer. Gadget bagi mereka adalah teman setia. Kondisi seperti itu, orang tua perlu memperkenalkan kepada anak-anak mengenai situs pendidikan bila menggunakan gadget, seperti video-video animasi yang mengedukasi, maka dari itu anak tidak mudah bosan, atau games pendidikan yang mengasah kemampuan nya, video tata cara sholat dan beribadah, dan program belajar lainnya yang harus diingat. Orang tua juga berperan mengawasi dan membatasi anak-anak dalam menggunakan ponsel, atur waktu kapan ia harus mengerjakan tugas sekolahnya, bersosialisasi dengan teman, bersosialisasi dengan keluarga, dan menggunakan ponsel atau gadget.

Guru di sekolah mempersiapkan berbagai pilihan dan strategi untuk menanamkan setiap nilai-nilai, norma-norma dan kebiasaan-kebiasaan ke dalam mata pelajaran yang diikerjakannya. Guru dapat memilih cara-cara tertentu dalam tehnik pembelajarannya, seperti menyampaikan berbagai kutipan yang berupa katakata mutiara atau peribahasa yang berkaitan dengan karakter, cerita pendek, diskusi kelompok, membuat karangan pendek dan sebagainya. Setiap sekolah hendaknya menentukan kegiatan khusus yang dapat mengikat para guru untuk melakukan kegiatan secara berkelanjutan.

Komite sekolah dan masyarakat secara bersama-sama menyusun suatu kegiatan yang dapat mendukung yang diwujudkanya kebudayaan dan penanaman karakter yang baik bagi seluruh warga sekolah kegiatan yang dapat dilakukan antara lain seperti, melakukan gotong royong membersihkan tempat-tempat umum seperti masjid, sungai, dan lainnya. Masyarakat juga memainkan peran tak kalah pentingnya sebagai contoh yang dapat menjadi pendorong keberhasilan para siswa dalam menerapkan Keberhasilan, dan kebiasaan-kebiasaan karakter yang baik.

Strategi Pendidikan Karakter yang akan dibahas ialah Strategi Pendidikan Karakter melalui Multiple Talent Aproach Multiple Intelligent.Strategi Pendidikan Karakter ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang manifestasi pengembangan potensi akan membangun Self Concept yang menunjang kesehatan mental. Konsep ini menyediakan kesempatan bagi anak didik untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minat yang dimilikinya.Ada banyak cara untuk menjadi cerdas, dan cara ini biasanya ditandai dengan prestasi akademik yang diperoleh disekolahnya dan anak didik tersebut mengikuti tes intelengensia.Cara tersebut misalnya melalui kata-kata, angka, musik, gambar, kegiatan fisik atau kemamuan motorik atau lewat cara sosialemosional.Keceradasan bagaikan sekumpulan keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah, kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan, kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat. Melalui pengenalan Multiple Intellegence, kita dapat mempelajari kekuatan atau kelemahan anak dan dapat memberikan mereka peluang untuk belajar melalui kelebihan mereka, tujuannya adalah agar anak memiliki kesempatan untuk.

Sumber:

https://youtu.be/uuJW18J29Oc
https://youtu.be/IUp9qDuUUG4
pen

0/Post a Comment/Comments