KIB merupakan koalisi yang diinisiasi oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP; sedangkan KKIR merupakan koalisi yang dibangun oleh Partai Gerindra dan PKB.
Sebelumnya Jokowi dan Prabowo bersaing pada Pemilu 2014 dan 2019. Namun, setelah Pemilu 2019, hubungan antara kedua koalisi ini membaik. Prabowo bahkan menjadi Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Selain itu, beberapa isu strategis seperti penanganan pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi, dan reformasi birokrasi menjadi titik temu antara keduanya.
Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut adalah kemungkinan terbentuknya koalisi besar antara KIB dan KKIR menjelang Pemilu 2024. Koalisi besar ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk menyatukan visi dan misi nasional, serta menghindari konflik dan polarisasi politik.
Jokowi mengaku hanya mendengarkan pembahasan tentang koalisi besar tersebut. Ia menyerahkan keputusan akhir kepada para ketua umum partai politik. Ia juga mengatakan bahwa gabungan KIB dan KKIR tampak cocok.
"Cocok. Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai," kata Jokowi usai pertemuan.
"Untuk kebaikan negara, untuk kebaikan bangsa, untuk rakyat, hal yang berkaitan bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik. [Nama capres tanyakan] ke ketua-ketua partai," imbuh dia.
Prabowo juga mengakui adanya kesepakatan dan kecocokan antara KKIR dan KIB. Ia juga membuka peluang untuk membentuk koalisi besar dengan KIB.
"Ada. Ternyata ada [kesepakatan]. Jadi kita merasa ada frekuensi yang sama ya, ada kecocokan dan kalau dilihat, pimpinan partai kita sudah masuk, Pak Cak Imin ya, kita sudah masuk timnya Pak Jokowi sebetulnya sekarang. Ya kan?" kata Prabowo.
"Ya nanti kita lihat prosesnya, tapi yang pasti akan intens," tandas dia.
Sementara itu, dua partai politik pendukung pemerintah lainnya, yaitu PDIP dan NasDem tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Menurut Jokowi, kedua partai ini turut diundang oleh PAN, namun berhalangan hadir karena sedang berada di luar negeri.
"Oh diundang. Yang mengundang sekali lagi ya, yang mengundang adalah Ketua Umum PAN Bapak Zulkifli Hasan," ujar Jokowi.
Pertemuan antara Jokowi dan para ketum parpol koalisi KIB-KKIR ini menimbulkan spekulasi tentang arah politik nasional menjelang Pemilu 2024. Apakah koalisi besar ini akan terwujud? Siapa yang akan menjadi capres dan cawapresnya? Bagaimana reaksi partai-partai lain, terutama PDIP dan NasDem? Bagaimana dampaknya bagi demokrasi dan kepentingan rakyat? Pertanyaan-pertanyaan ini masih terbuka dan menanti jawaban di masa depan.
Foto : RMOL
