WARTANUSANTARA.ID|PEMILU-- Prabowo Subianto kini menjadi sorotan di tengah peta politik menjelang Pilpres 2024. Ketua Umum Partai Gerindra itu silih berganti menerima kunjungan dari para ketua umum partai politik (parpol) di rumahnya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Apa yang dibicarakan Prabowo dengan para ketum parpol? Apakah ini menandakan adanya koalisi besar yang akan mendukung Prabowo sebagai calon presiden?
Dalam satu pekan ini, Prabowo telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Pertemuan-pertemuan itu membahas penjajakan kerja sama politik antara Gerindra dan parpol-parpol tersebut. Prabowo terbuka jika parpol-parpol itu ingin bergabung dalam koalisi yang lebih besar.
“Kami terbuka jika Perindo mau dukung atau gabung dalam koalisi yang besar, kami akan bicarakan kami akan yakinkan kawan-kawan yang sudah dalam koalisi kami,” kata Prabowo usai bertemu dengan Hary Tanoe pada Rabu (5/4).
Koalisi yang dimaksud Prabowo adalah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang terdiri dari Gerindra dan PKB. Koalisi ini digagas setelah lima ketum parpol, yaitu Prabowo, Muhaimin Iskandar (PKB), Airlangga Hartarto (Golkar), Suharso Monoarfa (PPP), dan Zulkifli Hasan (PAN) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 April lalu.
Dalam pertemuan itu, kelima ketum parpol menyampaikan ide tentang koalisi besar untuk menghadapi Pilpres 2024. Koalisi besar ini diharapkan bisa menciptakan suasana kondusif dan menghindari polarisasi di masyarakat.
“Koalisi besar ini sudah memiliki fondasi. Kami berlima sudah sepakat untuk membentuk koalisi besar,” kata Airlangga saat itu.
Namun, belum jelas siapa yang akan menjadi calon presiden dari koalisi besar ini. Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin, menyebut Prabowo Subianto saat ini seolah menjadi pusat perhatian dan magnet politik.
“Prabowo sepertinya sedang jadi sentral. Sedang jadi magnet ya, pascagagalnya Indonesia sebagai Piala Dunia U-20 itu kan karena petanya Jokowi yang dulu mengendorse Ganjar sudah berubah. Jokowi sudah tidak mendukung Ganjar lagi, kelihatannya arah dukungan Jokowi itu arahnya kepada Prabowo,” ujar Ujang saat dikonfirmasi pada Jumat (7/4).
Ujang menilai Prabowo memiliki peluang besar untuk maju sebagai capres dari koalisi besar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa situasi politik bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kalau sekarang sih peluangnya ke Prabowo. Tapi kan politik itu dinamis ya. Bisa saja nanti ada perubahan-perubahan,” kata Ujang.
Foto : Ketua Umum PAN Zulhas menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo (Agung Pambudhy/detik.com)
