AS akhirnya menyetujui penjualan F-16 ke Turki setelah proses yang lama tertunda


[WARTANUSANTARA.ID]
Pemerintah Amerika Serikat akhirnya menyetujui penjualan jet tempur F-16 ke Türkiye, mengakhiri negosiasi yang terkadang menegangkan selama bertahun-tahun setelah Ankara secara resmi meratifikasi keanggotaan Swedia di NATO pekan lalu.

Departemen Luar Negeri pada Jumat malam secara resmi memberi tahu Kongres mengenai niatnya untuk melanjutkan penjualan pesawat tempur F-16 dan peralatan modernisasi senilai $23 miliar (TL 697,8 miliar) ke Türkiye, yang merupakan langkah besar menuju penyelesaian proses yang telah lama tertunda dan menguji hubungan dengan Ankara. .

Langkah ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Türkiye menyerahkan "instrumen ratifikasi" untuk aksesi Swedia ke NATO bersama Washington, yang merupakan gudang dokumen aliansi setelah beberapa anggota penting Kongres mencabut keberatan mereka.

Türkiye akan mendapatkan 40 unit Lockheed Martin F-16 baru dan meningkatkan menjadi 79 jet di armada yang ada, kata Departemen Luar Negeri dalam rilis berita.

Sekutu NATO, Türkiye, telah lama berupaya untuk meningkatkan armada F-16-nya dan pertama kali meminta jet tersebut pada bulan Oktober 2021. Pemerintahan Biden mendukung penjualan tersebut, namun beberapa anggota parlemen di Kongres mengaitkan penjualan tersebut dengan persetujuan Türkiye atas tawaran Swedia untuk menjadi anggota NATO.

Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸan akhirnya juga menjadikan keanggotaan Swedia bergantung pada persetujuan penjualan pesawat baru.

Awal pekan lalu, Parlemen Turki meratifikasi tawaran Swedia untuk menjadi NATO, dan kemudian, Biden menulis surat kepada para pemimpin utama komite kongres, mendesak mereka untuk menyetujui penjualan F-16 "tanpa penundaan."

Pemberitahuan Departemen Luar Negeri pada Jumat malam datang hanya sehari setelah ErdoÄŸan memberikan persetujuan terakhirnya atas ratifikasi Swedia.

Türkiye telah menunda persetujuannya selama lebih dari setahun, dengan alasan karena mereka yakin Swedia tidak menganggap serius masalah keamanan nasional Ankara, termasuk perjuangannya melawan kelompok teroris.

Swedia menanggapinya dengan memperketat undang-undang anti-terorisme dan mengambil langkah-langkah keamanan lain yang diminta oleh Ankara.

Aksesi formal Swedia ke NATO kini bergantung pada Hongaria, yang merupakan sekutu NATO terakhir yang belum menyetujui keanggotaannya. Para pejabat AS dan NATO mengatakan mereka memperkirakan Hongaria akan bertindak cepat, terutama setelah keputusan Turki.

“Persetujuan saya terhadap permintaan Turki untuk membeli pesawat F-16 bergantung pada persetujuan Turki atas keanggotaan Swedia di NATO. Namun jangan salah: Ini bukanlah keputusan yang saya anggap enteng,” kata Senator Partai Demokrat Ben Cardin, ketua Senat Luar Negeri. Komite Hubungan, salah satu dari empat komite utama yang perlu menyetujui transfer senjata.

“Saya berharap dapat memulai babak baru dalam hubungan kita dengan Turki, memperluas aliansi NATO, dan bekerja sama dengan sekutu global kita dalam melawan agresi Rusia yang sedang berlangsung terhadap negara-negara tetangganya yang damai,” kata Cardin.

Setelah pemberitahuan resmi diserahkan oleh Departemen Luar Negeri, Kongres memiliki waktu 15 hari untuk menolak penjualan tersebut, setelah itu dianggap final.

“Usulan penjualan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan meningkatkan kemampuan udara dan interoperabilitas Sekutu Organisasi Perjanjian Atlantik Utara yang merupakan kekuatan stabilitas politik dan ekonomi di Eropa,” kata Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS. dalam sebuah pernyataan.

“Usulan penjualan peralatan dan dukungan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut,” katanya.

Senator Jim Risch, anggota penting Komite Hubungan Luar Negeri, mengatakan pada akhir Oktober bahwa ia akan membatalkan keberatannya terhadap penjualan tersebut setelah ErdoÄŸan memberi lampu hijau pada upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Michael McCaul dan Anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR Gregory Meeks mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka menyetujui penjualan tersebut ke Türkiye.

Ankara pertama kali berusaha membeli jet tempur F-35 yang lebih canggih milik Lockheed Martin, tetapi AS menghapusnya dari program multinasional untuk membeli dan membantu mengembangkan dan membangun pesawat perang tersebut pada tahun 2019 setelah negara tersebut memperoleh sistem pertahanan rudal udara S-400 dari Rusia.

Frustrasi dengan proses berkepanjangan atas F-16, Türkiye mulai mendiskusikan pembelian Eurofighters, yang diproduksi oleh konsorsium yang melibatkan Jerman, Spanyol, Italia, dan Inggris.

Pada bulan November, mereka mengumumkan sedang melakukan pembicaraan dengan Inggris dan Spanyol untuk membeli 40 jet Eurofighter, meskipun Jerman keberatan. Türkiye telah mendesak Jerman untuk sejalan dengan semangat NATO.

Ankara juga mendesak Kanada dan sekutu NATO lainnya untuk mencabut embargo senjata terhadap Turki.

Sementara itu, pada hari Jumat, pemerintahan Biden secara bersamaan memajukan penjualan jet tempur canggih F-35 senilai $8,6 miliar ke Yunani ketika Washington mencoba untuk mencapai keseimbangan antara dua anggota NATO yang memiliki sejarah hubungan yang tegang.

Penjualan ke Yunani mencakup 40 F-35 Lightning II Joint Strike Fighters dan peralatan terkait.

Sumber : Daily Sabah

0/Post a Comment/Comments