Prabowo Akan Kuat dan Matang


Prabowo akan Kuat dan Matang
Oleh: Erizal

[WARTANUSANTARA.ID] Prabowo akan sangat kuat dan matang. Sebab, di samping kanan, ada Jokowi dan di samping kiri, ada SBY. Masing-masing, Presiden dua periode. Kaya ide, pengalaman, taktis maupun strategis, praktis dan teoritis, semuanya. Tak ada yang tak diketahui. Petanya sangat jelas.

Dalam sepekan, Prabowo bisa bertemu SBY sebanyak dua kali. Orang heran, mungkin juga curiga. Apa yang dibicarakan? Bagi-bagi kursi kah? Atau, mau keluar dari dominasi seorang Jokowi, agar ada keseimbangan kekuasaan?

Orang berpikiran negatif, selalu begitu. Curiga melulu. Ada saja yang dikulik. Yang tak ada dibikin ada atau malah diada-adakan. Bersayap pikirannya. Terbang ke mana-mana. Suka-suka ia saja ngomong. Bertengkar orang, ia senang.

Prabowo dengan Jokowi, bisa bertemu setiap saat. Ini tak dilihatnya. Saat ini, masih Presiden pula. Mustahil Prabowo akan mencari jalan agar lepas dari bayang-bayang Jokowi. Terlalu kuat. Dan bukan tipe Prabowo pula. Bulan madu belum dimulai dianggap sudah selesai.

Harus diakui, meski dikatakan dua sahabat, sama-sama tentara, hubungan Prabowo dan SBY, memang mengalami pasang naik dan turun. Saat pasang naik, maka dua kekuatan ini akan menjelma jadi kekuatan besar. Pasang turun mereka bisa saling menjaga, menghargai.

Beruntung, Prabowo adalah pemimpin yang terlihat tak punya musuh dengan siapa pun. Justru orang-orang tertentu saja menganggap dia sebagai musuh. Bahkan, tak sedikit orang yang dulu memusuhinya, kini jadi pendukung.

Tak banyak orang bisa seperti itu. Menerima uluran tangan Jokowi berekonsiliasi adalah bukti. Yang dipikirkan kebaikan masa depan, bukan keburukan, di masa lalu. Sebetulnya, Prabowo juga tak ada soal dengan Megawati, Presiden ke-5. Megawati saja selalu demikian.

Bermasalah dengan SBY, bermasalah dengan Jokowi, bahkan agaknya bermasalah dengan almarhum Gus Dur, Presiden ke-4. Jadi, hampir tak ada yang cair. Berbeda dengan Prabowo, bisa cair dengan semua. Bahkan, dulu, dengan kompetitor yang saling berhadapan sekalipun.

Dengan Habibie juga tak ada masalah. Dia mengidolakan Habibie. Habibie mengidolakan Soemitro, Ayah Prabowo. Apalagi dengan Soeharto, yang notabene mertuanya. Tapi, persimpangan sejarah membuat semuanya kabur. Tak ada yang bisa dipegang, dipercaya.

Besar harapan agar di puncak pengabdiannya, Prabowo bisa mewujudkan semua mimpinya. Semua cita-cita yang dijaga sejak lama. Dan semua syarat, sudah dipenuhi, bahkan saat dia belum dilantik sekalipun. Tapi, selalu ada yang sakit hati atas semua pencapaian Prabowo ini.

Pihak sakit hati ini sah saja di alam demokrasi. Mustahil juga semua orang suka terhadapnya. Jadi, biarkan sajalah. Baik dan buruk memang selalu bertarung. Tapi yakinlah, yang baik dan tulus, pada akhirnya akan menang. Cepat atau lambat. Sejarah akan membuktikan semua itu.

Sumber : FB


0/Post a Comment/Comments