[WARTANUSANTARA.ID] Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani mengumumkan malam ini, Rabu, bahwa kesepakatan gencatan senjata telah dicapai antara faksi-faksi perlawanan Palestina dan Israel di Jalur Gaza setelah 15 bulan perang di mana pendudukan Israel melakukan Tindakan genosida, ribuan pembantaian yang mendapat perlawanan sengit hingga nafas terakhir.
Perdana Menteri Qatar menekankan bahwa pihak-pihak yang berpartisipasi dalam perundingan melakukan upaya besar untuk memajukan perundingan dan menyampaikan terima kasihnya kepada mitra Qatar, Mesir dan Amerika Serikat, atas peran penting mereka dalam mencapai perjanjian ini.
Abdul Rahman Al Thani menjelaskan bahwa pekerjaan akan dilanjutkan malam ini untuk menyelesaikan aspek eksekutif dari perjanjian tersebut, sebagai persiapan untuk implementasinya mulai Minggu depan bahwa ketiga negara akan bekerja sama untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perjanjian dan implementasi penuhnya.
Segera setelah pengumuman gencatan senjata, suasana kegembiraan, nyanyian, tepuk tangan dan sorak sorai menyebar ke seluruh Jalur Gaza, memberi hormat kepada perlawanan dan ketabahan legendaris mereka yang memaksa pendudukan Israel untuk menandatangani perjanjian tersebut.
Sumber : PIP
Israel Gagal Total di Jalur Gaza
"Point kesepakatannya sama dg syarat dari “muhandis” serangan 7 Oktober, Assyahid Yahya Sinwar. Semua tujuan Israel menyerang Gaza, mulai dari pembebasan tawanan sampai melenyapkan Hamas, gagal total. Itu saja cukup menjadi jawaban kenapa Gaza disebut sbg pemenang." - Hasmi Bakhtiar-
Point kesepakatannya sama dg syarat dari “muhandis” serangan 7 Oktober, Assyahid Yahya Sinwar. Semua tujuan Israel menyerang Gaza, mulai dari pembebasan tawanan sampai melenyapkan Hamas, gagal total. Itu saja cukup menjadi jawaban kenapa Gaza disebut sbg pemenang. pic.twitter.com/zulbg4NJXA
— Hasmi Bakhtiar (@hasmibakhtiar) January 16, 2025
