Menurut sejumlah media berita Turki dan Pakistan, perwakilan dari 32 lembaga berkumpul pada pertemuan ke-8 Pameran Industri Pak-Turki di Pakistan awal bulan ini dan menyelesaikan rencana kemitraan antara Ankara dan Islamabad untuk produksi jet tempur KAAN Turki.
Pada pembicaraan tersebut, Menteri Pertahanan Turki, Yasar Guler, dilaporkan mengonfirmasi bahwa kesepakatan untuk partisipasi resmi Pakistan dalam proyek jet KAAN hampir tercapai, hampir satu setengah tahun setelah Menteri tersebut awalnya mengungkapkan bahwa kedua negara akan bekerja sama dalam pengembangan dan produksi pesawat tersebut.
Menurut laporan, partisipasi Pakistan akan dilakukan dalam bentuk pabrik yang didirikan dan dioperasikan bersama oleh mitra Turki dan Pakistan, yang dimaksudkan untuk memproduksi dan membuat jet tersebut.
Pesawat generasi kelima, yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), dimaksudkan untuk menggantikan armada jet tempur F-16 milik Turki yang sudah ketinggalan zaman dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut dan mengimbangi kemajuan jet-jet tempur lain yang baru dikembangkan, khususnya setelah AS mengeluarkan Ankara dari program jet tempur F-35 pada tahun 2019.
Rencana yang dilaporkan untuk pabrik bersama tersebut menandai tonggak penting dalam kerja sama pertahanan dan militer yang meningkat antara Turki dan Pakistan, yang memberi Ankara kesempatan untuk meningkatkan produksi jet KAAN dengan biaya rendah dan memperluas ekspornya, sekaligus memberi Islamabad kemampuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya sendiri dan memajukan keterampilan teknik dalam industri dalam negerinya sendiri.
Sumber : Memo
