Tim PKM UPI Dorong Guru MI Cirebon Kuasai Pembelajaran Bermakna dengan Literasi, Numerasi, dan Kurikulum Berbasis Cinta

 


WARTANUSANTARA.ID | CIREBON – (9/8/2025) Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan INOVASI, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, dan UI BBC menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Guru Madrasah Ibtidaiyah Menuju Pembelajaran Bermakna Melalui Peningkatan Literasi Berbasis Nilai Keislaman.

Kegiatan yang berlangsung di Aula UI BBC ini diikuti oleh 200 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Cirebon. Pelatihan dipimpin oleh Prof. Dr. Aceng Kosasih, M.Ag. selaku Ketua Tim, dengan tujuan memperkuat kompetensi guru madrasah dalam merancang strategi pembelajaran literasi dan numerasi berbasis nilai keislaman, sekaligus menanamkan karakter mulia dalam proses pembelajaran.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Aceng Kosasih menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru dalam literasi dan numerasi merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

Melalui metode pelatihan, workshop interaktif, dan pendampingan langsung, para guru tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran bermakna yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Salah satu materi penting yang disampaikan adalah pendekatan Deep Learning, yang menekankan pada proses pembelajaran mendalam melalui pemahaman, analisis, refleksi, dan penerapan nilai dalam kehidupan nyata.

Dengan model ini, guru diarahkan agar tidak hanya mengejar pencapaian akademik permukaan, melainkan juga mendorong siswa menginternalisasi pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta analitis.

Selain itu, pelatihan ini juga memperkenalkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menempatkan kasih sayang, penghargaan terhadap keberagaman, serta nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pembelajaran.

KBC dirancang untuk menumbuhkan suasana kelas yang penuh empati, saling menghormati, dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Dengan pendekatan ini, literasi dan numerasi tidak hanya diajarkan sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kepribadian yang berakar pada cinta kasih, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.


Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi profesionalisme guru dan mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon. Para guru diharapkan mampu mengintegrasikan literasi, numerasi, deep learning, dan kurikulum berbasis cinta ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Dengan demikian, pembelajaran di madrasah akan menjadi lebih bermakna, kontekstual, serta relevan dengan kebutuhan siswa, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan penguatan literasi dan numerasi nasional berbasis nilai keislaman.**

Redaktur: Wahid Ikhwan

0/Post a Comment/Comments