Download Soal STS Pendidikan Pancasila Kelas 10 & 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka (Format Word Lengkap)


Wartanusantara.id - 
Tak terasa kita sudah berada di pertengahan Semester Genap. Itu artinya, musim Sumatif Tengah Semester (STS) atau Penilaian Tengah Semester (PTS) sudah di depan mata.

Di sela-sela kesibukan mengajar dan administrasi, menyusun naskah soal ujian yang berkualitas seringkali menjadi tantangan tersendiri. Apalagi jika sekolah Bapak/Ibu sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, yang menuntut soal berbasis literasi, numerasi, dan studi kasus (HOTS).

Apakah Bapak/Ibu masih lembur mengetik soal satu per satu? Atau kesulitan mencari referensi soal yang bisa diedit (bukan PDF)?

Tenang, Bapak/Ibu tidak sendirian. Untuk membantu meringankan beban administrasi rekan sejawat, saya telah menyiapkan Bank Soal STS Pendidikan Pancasila Semester 2 dalam format Microsoft Word (.docx).

File ini 100% BISA DIEDIT, disesuaikan dengan Kopsurat Sekolah, dan sudah dilengkapi dengan Kunci Jawaban serta Kisi-Kisi.

Contoh Soal STS Pendidikan Pancasila Kelas X Semester Genap

1. Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular ditulis pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Di dalamnya terdapat kutipan asal mula semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Jika dikaji secara historis, kondisi sosial masyarakat Majapahit yang melatarbelakangi lahirnya pemikiran tersebut adalah...
A. Terjadinya peperangan hebat antara pemeluk agama Hindu dan Buddha.
B. Adanya upaya raja untuk memaksakan satu agama resmi kerajaan kepada seluruh rakyatnya.
C. Kehidupan berdampingan secara damai antara pemeluk agama Hindu Siwa dan Buddha Mahayana dalam satu wilayah.
D. Penolakan masyarakat Majapahit terhadap pengaruh agama-agama dari luar nusantara.
E. Kebijakan diskriminatif kaum bangsawan terhadap rakyat jelata.

2. Muh. Yamin adalah salah satu tokoh yang mengusulkan frasa Bhinneka Tunggal Ika kepada Ir. Soekarno. Alasan paling fundamental mengapa para Founding Fathers (pendiri bangsa) menyepakati semboyan ini sebagai jati diri negara adalah...
A. Karena frasa tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta yang terlihat berwibawa di mata internasional.
B. Untuk mengakomodasi fakta empiris keanekaragaman suku, agama, dan ras agar mau melebur dalam satu identitas politik NKRI.
C. Sebagai syarat mutlak yang diminta oleh pemerintah kolonial Jepang sebelum memberikan kemerdekaan.
D. Untuk menonjolkan superioritas budaya Jawa peninggalan Majapahit atas budaya daerah lain.
E. Karena frasa tersebut merupakan satu-satunya pusaka sastra yang selamat dari masa penjajahan.

3. Di belakang frasa Bhinneka Tunggal Ika, Mpu Tantular menambahkan kalimat Tan hana dharma mangrwa. Dalam konteks negara Pancasila saat ini, implementasi yang paling tepat dari kalimat tersebut adalah...
A. Tidak ada kebenaran agama yang mutlak, semua agama sama saja.
B. Hukum negara harus dilebur dengan hukum-hukum agama.
C. Tidak ada pengabdian/kebenaran yang mendua; walau berbeda keyakinan, pengabdian utamanya tetap pada Tuhan dan kemanusiaan.
D. Negara berhak mencampuri urusan dogma dan ibadah setiap agama.
E. Pemimpin negara tidak boleh berpihak pada satu kelompok golongan apa pun, termasuk kelompok agama.

4. Pemaknaan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti pada tataran tekstual (hafalan kata), melainkan harus mencapai tataran kontekstual. Contoh perilaku yang mencerminkan pemaknaan kontekstual di era digital adalah...
A. Memajang foto burung garuda di semua profil media sosial.
B. Mampu menyebutkan arti Bhinneka Tunggal Ika dalam berbagai bahasa daerah.
C. Melakukan saring sebelum sharing terhadap berita provokatif yang menjelekkan suku tertentu di grup WhatsApp.
D. Menghafal seluruh pasal dalam UUD 1945 yang berkaitan dengan hak asasi manusia.
E. Berdebat keras di internet untuk membuktikan bahwa budaya daerahnya adalah yang terbaik.

5. Seringkali terjadi konflik komunal di masyarakat yang dipicu oleh isu sepele karena minimnya pemahaman kebhinekaan. Mengubah sudut pandang (paradigma) dari "keberagaman sebagai ancaman" menjadi "keberagaman sebagai aset" dapat dilakukan dengan cara...
A. Mengisolasi kelompok minoritas di wilayah khusus agar tidak terjadi gesekan.
B. Menghapus identitas kedaerahan dan mewajibkan identitas tunggal nasional di segala ruang publik.
C. Membangun ruang interaksi lintas kultural agar tercipta rasa saling bergantung (interdependensi) secara positif.
D. Menyamaratakan tingkat ekonomi semua daerah agar tidak ada kecemburuan.
E. Menambah personel aparat keamanan di daerah-daerah yang memiliki banyak perbedaan suku.

... LOH, KOK CUMA 5 SOAL? KUNCI JAWABANNYA MANA? 😱

Tenang Bapak/Ibu! Itu tadi hanya preview. Naskah aslinya berisi 30-40 Butir Soal (PG + Essay) yang sudah disusun rapi per Bab materi Semester Genap.

Jika Bapak/Ibu membutuhkan file lengkapnya (Format Word) untuk langsung dicetak dan diujikan ke siswa, silakan unduh melalui tautan aman di bawah ini.

Cukup sekali klik, tugas administrasi ujian Bapak/Ibu BERES!

👇 DOWNLOAD FILE MASTER (+ KUNCI JAWABAN) DI SINI: 👇

👉 [KLIK DISINI UNTUK UNDUH SOAL LENGKAP] 

Penutup

Detail File yang Akan Anda Dapatkan:

  • 📂 Format File: Microsoft Word (.docx) & PDF (sebagai preview).
  • Kelengkapan: Naskah Soal, Kunci Jawaban, Kisi-Kisi.
  • 🏫 Jenjang: [Tulis: SMA Kelas 10-11].
  • 📘 Kurikulum: Merdeka & K13 (Relevan).

Semoga file ini bermanfaat dan bisa menjadi amal jariyah, serta memberikan waktu istirahat lebih banyak bagi Bapak/Ibu Guru.

Selamat bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa!

Salam Produktif,

Wartanusantara.id


0/Post a Comment/Comments