Inovasi Keren! Mahasiswa Universitas Telkom Bikin Warga Desa Lengkong Jago Berkebun Tanpa Listrik


Bandung, Wartanusantara.id –
Siapa bilang berkebun itu selalu identik dengan lahan luas, tanah kotor, dan perawatan yang ribet? Sekelompok mahasiswa Universitas Telkom baru saja mematahkan mitos tersebut melalui program pengabdian masyarakat di Desa Lengkong. Mereka sukses menghadirkan solusi kreatif untuk menghijaukan hunian modern masyarakat urban.

Lewat inovasi pot hidroponik manual, mahasiswa Telkom memberikan "sugesti inovasi" bahwa berkebun bisa dilakukan dengan cara yang efisien, bersih, dan tentu saja, estetis.

1. Teknologi Cerdas Tanpa Listrik (Anti-Ribet)


Daya tarik utama dari karya mahasiswa ini adalah sistemnya yang sama sekali tidak membutuhkan listrik. Mereka menggunakan prinsip kapilaritas air lewat sistem sumbu (wick system). Lewat daya serap alami ini, air dan nutrisi otomatis naik ke media tanam tanpa perlu bantuan pompa mesin.

Apa keuntungannya? Nol risiko kerusakan teknis, super hemat air karena minim penguapan, dan warga tidak perlu pusing memikirkan tagihan listrik tambahan. Selain itu, desain pot dibuat sangat ergonomis dan menarik secara visual, cocok banget buat diletakkan di lahan sempit seperti teras atau balkon apartemen.

2. Selada, Pakcoi, hingga Buah Naga dalam Pot!



Sebagai pilot project di Desa Lengkong, tim mahasiswa ini tidak sembarangan memilih tanaman. Mereka menguji coba tiga komoditas andalan: Selada, Pakcoi, dan Buah Naga.

  • Selada & Pakcoi: Dipilih karena masa panennya yang sangat cepat (sekitar 25-40 hari) dan toleran terhadap iklim tropis. Perawatannya yang mudah bikin warga jadi makin semangat dan termotivasi untuk terus berkebun.
  • Buah Naga: Ini yang paling unik! Meski berakar kuat ala kaktus, buah naga sukses diadaptasi ke sistem hidroponik manual ini. Selain nilai jualnya tinggi, buah naga jadi indikator bahwa pot ini kuat dipakai untuk jangka panjang.

3. Mengubah Kebiasaan, Menghemat Pengeluaran

Kegiatan ini bukan cuma soal bagi-bagi pot gratis. Mahasiswa Universitas Telkom turun langsung mengedukasi warga—mulai dari cara merakit, mengisi air, hingga perawatan mandiri. Pendekatannya dibuat se-interaktif mungkin agar warga paham bahwa sistem ini sama sekali tidak rumit.

Dampaknya luar biasa! Dari sisi lingkungan, hunian warga Desa Lengkong jadi lebih hijau, bersih, dan efisien air. Dari sisi sosial, banyak warga yang mulai menjadikan aktivitas berkebun ini sebagai hobi baru untuk mengisi waktu luang secara produktif. Bahkan, hasil panennya sangat membantu menekan biaya pengeluaran dapur harian keluarga.

Kesimpulan

Langkah sekelompok mahasiswa Universitas Telkom ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu mahal dan rumit. Teknologi tepat guna yang sederhana, inklusif, dan ramah lingkungan nyatanya mampu menciptakan perubahan positif dan kemandirian bagi masyarakat.

0/Post a Comment/Comments